
esme ketakutan dia ke Omanya
"Oma rencanaku gagal pasti papa akan marah padaku ".ucap esme
padahal rencanannya ia ingin bermain dengan anak bangsal dan Miranda kemudian ia pura pura sakit kemudian Miranda merawatnya karena hanya mau sama Miranda dan kemudian Miranda dekat dengan Morgan lagi
"astaga bagaimana ini ?".ucap Rita
Morgan datang
"esme ".ucap morgan di belakangnya
esme membulatkan mata mendengar suara itu dan menelan salivanya keras
dia berbalik
"papa ".lirih esme
Morgan menghampirinya esme ketakutan
Morgan di hadapannya persis dan menekuk lututnya
dia memeluk anaknya
esme terkejut
mereka melepas pelukkan
"papa enggak marah ?".tanya esme
"papa enggak marah papa bangga sama kamu mau temenan dengan mereka " ucap Morgan mengelus kepala anaknya
esme dan Rita menghembuskan nafas pelan
"well setidaknya aku selamat ".gumam esme
•••
Morgan dan Rita pulang ke mansion mereka
disambut Monica dan Edward serta Alyssa dan Indah
"ibu ".ucap Monica membawa Mario
Edward dan Alyssa Salim pada Rita
Rita mengambil Mario dari Monica
"sini cucu Oma ".ucap Rita mengambil Mario
mereka semua berkumpul makan siang
"oh ya besok sudah puasa nanti malam kita sahur ".ucap Monica sambil makan
"kami akan puasa ".ucap esme dan indah bersamaan
"memangnya kalian kuat ?".tanya Edward
"kuat donk uncle Edward ".ucap Indah
semua tersenyum
"kalian jaga puasa kalian ya jangan buat gegabah ".ucap Rita
Edward dan Morgan mengerti
"baik ibu keinginanmu adalah perintah kami ".ucap Morgan
__ADS_1
selesai makan siang
indah dan esme melirik dan mengganguk
"papa kami mau ....
ucap esme terpotong
Alyssa merasakan kram tiba tiba di perutnya dia menahanya tapi sedikit meringis
"kau kenapa ?".tanya Edward
"enggak apa apa dia nendangnya keras aja ".ucap Alyssa
dia bangkit dari kursi memegang perutnya dengan satu tanganya dan tangan lainnya memegang piring
prangg
semua melihatnya
"arghhhhh...."
teriak Alyssa
Edward panik dan berdiri dari kursinya
"kau mau melahirkan ".pekik edward
Rita menghampiri alyssa
"dia sepertinya akan melahirkan kita ke rumah sakit lagi ".ucap Rita
Alyssa di bawa ke rumah sakit
Hector datang dari bangsal sebelah
"adikmu akan menjadi ayah ".ucap Rita
semua panik
suster keluar membawa bayi tampan yang baru di bersihkan
"selamat ya anaknya laki laki ".ucap suster
semua bersyukur
Edward berjalan keluar linglung dengan penampilan urak urakkan pipi yang merah bekas tamparan mata yang sembab baju yang sobek parah depannya
"kau kenapa ?".tanya Monica menghampiri adiknya
Edward hanya diam
semua meliriknya
dia bersandar di dinding
ia tak percaya pada dirinya sendiri diusia yang masih muda ia bisa menjadi seorang ayah ia melihat bagaimana seorang wanita melahirkan anaknya dengan penuh perjuangan dan juga siksaan sakit
"ini baru awal mulanya ".bisik Hector
semua mengerti
Deborah dan Alyssa 1 ruangan sama seperti mawar melati dulu
Imran dan keluarganya datang Ada Hassan Hussein dan Ayla
"Abang ".ucap Deborah dan Alyssa bersamaan sambil menggendong bayi mereka
__ADS_1
"wah wah taniah ".ucap Imran
dia membawa banyak hadiah
"thanks ya bang ".ucap Deborah dan Alyssa
"aku nak gendong dia boleh ?".ucap Imran
"boleh ambil lah ".ucap Hector
Imran menggendong Haidar
"Alyssa Edward can i ?".ucap Hassan
Edward dan Alyssa tersenyum mereka memberi anak mereka pada Hassan dan Hassan menggendongnya
Alyssa membuka paper bag dari Ayla isinya kaus kaki dan sweater bayi
"wah ini bagus banget ".ucap Alyssa
"ambil kak aku yang buat itu ".ucap sendu Ayla
dia dan Hassan melirik dan mengalihkan perhatian ke anak Edward dan Alyssa
Imran memberi Haidar ke Deborah dan mengambil bayi Alyssa dari tangan Hassan
"kau sudah beri nama untuk dia ?".ucap Imran
"belum kami kesulitan memberi nama untuknya Paman ".ucap Edward
dia melihat bayi Alyssa
"boleh aku beri nama ?".pinta Imran
"boleh bang ".ucap Alyssa
"Muhammad Abraham Ali Andrea ".ucap Imran
semua tersenyum dan setuju
Hassan dan Ayla melirik
"apa kalau aku punya anak papip akan memberi nama aku juga ".batin Hassan
"papip sepertinya sangat menyukai anak kecil apa aku harus beritahu papa dan mama serta papip bahwa aku akan susah punya anak ".batin Ayla
"wah adikmu sangat banyak esme , indah ".ucap Hussein
"dan kau kapan aku harap kau akan punya adik juga supaya bisa ikut taruhan ".ucap esme
"iya benar cepatlah punya adik supaya bisa buat taruhan ".ucap indah
semua saling melirik dan tertawa lepas kemudian
Monica melirik Imran yang menggendong bayi
"dia sangat sayang dengan saudara saudaranya walaupun bukan saudara kandung dia juga sayang pada anak kecil ".batin Monica
Hussein menghampiri Imran bersama indah dan esme
"papip aku juga mau liat Dede bayi ".pinta Hussein
Hassan menggendong adiknya
"lihatlah itu bayi ".ucap Hassan pada Hussein
"kok bayinya tidur Mulu ".ucap Hussein
__ADS_1
"ya iya tidur kan baru lahir masa jalan ".ucap Hassan