Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
aku ternodai


__ADS_3

Belum apa apa isabella sudah tertidur di dada bidang dominico dominico pun lansung menyuruh anak buahnya untuk menaruh isabella di kamarnya


"ingat baik baik jangan sentuh dia dan jangan biarkan dia keluar dari ruangan tersebut !".ucap dom


"baik tuan".ucap anak buah dom


dengan cepat anak buah dom membaringkan tubuh isabella ke kasur king size dan menjaga isabella dari luar ruangan dan tak lupa memborgol tangan isabella dan dom pun datang dari luar ia menatap isabella yang tertidur dia mengelus pipi Isabella yang halus


"sialan kau cukup menggairahkan karena dirimu aku tersiksa seperti ini !".


batin dominic


"malam ini aku akan balaskan dendamku pada kakakmu itu ".ucap dominic sambil mengelus pipi isabella


" aku akan lakukan dengan halus ".ucapnya


Ia menyalakan kamera perekam yang hanya merekam isabella dan tidak merekam tubuhnya


tak lama isabella terbangun ia merasa wilayah kepalanya terkena sapuan bibir seseorang dengan lembut hingga sesapan itu ke ceruk lehernya dan ke dadanya dia terkejut ketika dia melihat Dominico menindihnya dan memberinya banyak kecupan hangat serta meremas miliknya dan memberinya kiss mark pada dadanya


dia sangat menikmnatinya namun dalam beberapa saat ia sadar ini salah


"uhhhh lepasin aku dom" .pinta isabella pada dom lenguh


dom pun segera membuka kancingnya satu persatu memperlihatkan tubuhnya yang atlentis bagaikan roti sobek dan dadanya yang bidang yang membuatnya terkesima


"indah bukan ?".ucap Dom


dom pun melempar seluruh pakainya secara sembarangan dan pakaian isabella asal dan melanjutkan aksinya

__ADS_1


"uhhhh please stop it ".lenguh Isabella


"not baby girl i know you want this ".lenguh Dominico


Menurunkan tangannya ke milik isabella hingga isabella mengerang nikmat dan menciumnya


tak butuh lama Dom pun lansung menerkam tubuh isabella yang suci dan tidak berdaya itu dia memberikan kenikmatan di awal hingga isabella sangat terlena


dia kemudian mengambil paksa kesuciaan Isabella berkali kali dengan kasar ia meninggalkan benihnya di sana


Damn


Rapat sekali seumur umur Dominico baru merasakan kenikmatan dari seorang gadis sejati ia benar benar puas


hancur sudah hidup isabella kini dirinya sudah lagi tak suci bagaikan kotoran dia hanya bisa menangis dan menangis


sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya yang seakan ingin remuk dan intinya yang terasa perih serta menutupi dirinya dengan selimut sebab ia tak memakai sehelai benang pun isabella bangkit dan menatap dom


"kenapa enak kan ?" .ucap dominico


PLAKKK


suara tamparan dari isabella untuk Dom


"bangsat kamu"!


"bajingan kamu "! ucap isabella


"aku sudah terbiasa melakukanya dengan para gadis bahkan mereka ada yang jauh dibawah usiamu".ucap dominic pada isabella sambil menghirup nikotin

__ADS_1


baru saja akan menampar dom kembali dom sudah mencekram lengan isabella


" jahat kamu bajingan !".ucap isabella


'' terserah !"


"berani kamu tampar saya lagi saya buat hidup kamu menderita. teriak dom


"oh iya kalau kau macam macam ingat kau bisa dikucilkan sebab aku sudah rekam di kamera ruangan ini apa yang terjadi tadi" .ucap Dom


"dan ternyata kamu masih perawan cih kupikir perempuan rendahan seperti dirimu sudah tidur dengan banyak om om diluar sana aku bisa bayar kamu lebih mahal ". ucap dom kembali


dia pun memberi cek pada pada isabella namun isabella merobeknya berkeping keping


"simpan uang kamu itu"


" aku bukan pelacur jahanam ".ucap isabella


dominic kemudian bangkit dari sandaranya dan hanya memakai celana pendek kembali memakai pakaianya kembali seperti sedia kala ia pun menyuruh anak buah wanitanya


untuk memberikan pakaian pada isabella dan pergi meninggalkan wanita tersebut


"nona tolonglah pakai baju ini".ucap anak buah wanita dominico


"kami hanya menjalankan perintah dari big boss".ucap anak buah wanita yang lain


dengan langkah gontah dan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya yang remuk isabella pergi ke kamar mandi dan mengganti bajunya


isabella turun dengan langkah gontah diantar oleh anak anak buah wanita Dominico keluar dari mansionya dan pergi dari tempat tersebut dengan berjalan kaki ke rumah pantinya yang sangat jauh dari mansion sialan itu

__ADS_1


__ADS_2