
Hari Sudah Sore mendekati buka puasa Suasana masih hujan
Hector merasa panik karena baik Monica atau Morgan yang menjemput indah belum pulang ponselnya tak aktif
"kau sudah lacak dimana kakak dan Monica ?".tanyanya
Edward menjawab
"sudah kakak tapi sepertinya ponsel keduanya memang tidak aktif atau lowbatt susah mencarinya ".ucap Edward
Hector merasa panik
Morgan kejebak Macet ponselnya tidak ada sinyal
dia melihat kebelakang terlihat indah dan esme masih tidur
Mario masih tertidur di dekapan Miranda dengan lelap
dia melihat jamnya
dia melihat ponselnya
"kita sebenarnya sudah dekat tapi jika masih macet aku sarankan kita mampir dulu di akringan dekat sini untuk membatalkan puasa ".ucap Miranda
"maaf membuatmu terjebak ".ucap Morgan
Miranda tersenyum
"tidak apa apa ".ucapnya
dia justru senang tiba tiba dekat dengan anak anak dan menggendong Mario mungkin ini sifat keibuannya yang tiba tiba timbul melihat Mario dan Esme serta Indah
dia tersenyum melihat Mario dalam dekapannya
•••
kembali ke Tristan dan Haya
mereka sampai di rumah sakit
"kenapa kau ke rumah sakit ?".tanya Tristan
"kau juga akan tahu aku turun ya terima kasih mengantarku ".ucap haya membawa barangnya dan akan turun
"tunggu ".ucap Tristan
haya menoleh padanya
"biar aku ikut ".ucap Tristan
"untuk apa pak ".ucap haya
Tristan tersenyum ia ikut turun
mereka masuk ke lorong rumah sakit dan menuju bangsal anak anak
haya di sambut anak anak dengan baik
"Tante kita buka bersama kan ?".tanya anak perempuan disana
haya tersenyum dan berkata iya
Haya memang bukan seorang muslim sejak dulu tapi ia menghargai toleransi antar sesama
anak anak kegirangan
Tristan masuk ke ruangan bangsal anak melihat interaksi haya dan anak anak itu
"kau apa yang kau lakukan !".tanya ketus anak anak disana pada Tristan
"hey sayang gak boleh gitu gak sopan ".ujar haya
"kau sedang apa ?".tanya Tristan menyilangkan tangan
haya menoleh padanya
"apa kau tidak tahu atau tidak bisa menebak ?".tanya haya
Tristan memanyunkan bibirnya dan menggeleng
haya memutar matanya malas
"baiklah biar aku jelaskan seperti yang kau ketahui ini bangsal anak ".
Tristan menunduk
"aku menjadi sukarelawan bagi anak anak ini mereka korban kebakaran aku bersama saudariku Miranda yang juga dokter anak dan kandungan disini tapi ia sedang ada urusan jadi aku tangani mereka ".ucap haya panjang lebar dan cepat
"well aku puas ".ucap Tristan
"setidaknya ".ucapnya lagi
haya Lee memutar matanya
anak perempuan dan laki laki yang memiliki luka bakar di wajah mereka menghampiri Tristan
Gedebug
mereka menendang kaki Tristan
Tristan meringis
__ADS_1
"om jangan buat Tante ini kesal dia Tante kami ".ucap anak lelaki itu
"awas aja kalau om jahat ".ancam anak perempuan kecil itu
haya tersenyum dan tertawa
"rasakan mungkin ini karma kau menginjakku dengan sengaja hari itu ".ucap haya
Tristan melihatnya
"gadis tak tahu terima kasih awas kau menertawai aku ".gumam Tristan
dia berusaha bangkit
•••
Monica memeriksa ponselnya
suasana masih hujan
"tak ada sinyal sebentar lagi waktu berbuka ".ucap Monica
Hussein menarik syarinya
Monica melihatnya
"Tante bentar lagi waktu buka Tante tunggu sini aja papip tadi bawa banyak makanan buat di bagiin Tante nanti juga aku kasih ".ucap Hussein
Monica tersenyum padanya
Imran menata makanan takjil dan nasi kotak untuk dibagikan ke anak anak itu di mesjid
waktu berbuka sebentar lagi dia membagikan makanan makanan itu pada anak anak pengajian dan pada ustad dan ustadzah
Monica tersenyum melihat Imran begitu perhatian pada anak anak
"aku penasaran apa dia sudah tobat dari hobinya itu ".batin Monica
•••
Rita pulang dari kafe
dia melihat makanan yang sudah disiapkan di meja
dia bertanya pada maid
"dirumah ini ada siapa bi ?".tanya Rita
"ada tuan Hector dan Edward serta nyonya Deborah dan Alyssa nyonya ".ucap maid
"dimana Morgan dan anak anak serta Monica kenapa rumah ini terasa sepi ?".tanya Rita
"tuan besar pergi dari tadi siang bawa den Mario nyonya Monica belum pulang dari butik nyonya ".ucap maid lagi
"ibu ".ucapnya
ia menyalami ibunya
"aku dengar kakakmu dan anak anak serta Monica belum pulang ?". Tanya Rita
Deborah dan Hector saling lirik
"euhmm mereka sepertinya terjebak macet Bu aku dapat berita tadi dan mereka izin keluar sebentar mungkin saat kesini mereka terjebak macet ".ucap Deborah
Rita mengerti
"lantas bagaimana Monica dialah yang paling aku khawatirkan ?".tanya Rita
Edward dan Alyssa datang
"ibu ".ucap edward
dia menyalami ibunya
"Edward kau tahu dimana kakakmu Monica aku takut terjadi apapun padanya ".ucap Rita
"ibu tenang saja aku tadi melacaknya dia sepertinya sedang berada di mesjid mungkin untuk shalat dan menunggu disana karena kan suasananya hujan ".ucap Edward
"ibu sebaiknya kita ke meja makan sekarang kita harus membatalkan puasa kita sebentar lagi ".ucap Alyssa
ia sengaja mengalihkan topik agar Rita tak panik
sementara itu Morgan dan Miranda berhenti di sebuah angkringan bersama anak anak jalanan sangat macet untuk membatalkan puasa mereka pergi ke tempat angkringan
"kau suka apa ?".tanya Morgan pada Miranda
"aku suka apa saja ".ucap Miranda
"berarti kau suka rumput ".ucap Morgan
"tidak .siapa yang bilang begitu memang aku kambing makan rumput ".sewot Miranda
Morgan tertawa
mereka semua duduk di tempat angkringan
"ada apa aja disini ?".tanya Morgan
Miranda melihat menu sambil menggendong Mario yang sudah bangun
"baiklah aku mau Pete , dan jengkol Mateng , sambel mentah ,tahu tempe dan ayam bakar madu ".ucap Miranda
__ADS_1
Morgan keheranan dengan pesanan miranda
"banyak sekali makanmu itupun dengan Pete apa mulutmu tidak bau ?".tanya Morgan
"aku akan bayar pesananku sendiri dan lagipula aku suka makan Pete ".ucap Miranda
Morgan mengernyit
"kalian mau apa ?".tanya Miranda
"kami ingin bubur sumsum ".ucap indah dan esme bersamaan
Morgan memesan ikan bakar madu dan gorengan
pesanan datang
adzan Maghrib berkumandang
semua berkata alhamdulilah dan berdoa
mereka makan bersama dan terlihat seperti keluarga
"kau mau coba Pete ?".tanya Miranda
Morgan yang gak pernah nyobain Pete dan jengkol penasaran
"ayo makanlah ".ucap Miranda
dia mencobanya
ternyata rasanya Ajib Not Bad Man petenya kayak kacang jengkolnya nyel nyel
"Well Not Bad ".ucap Morgan
Miranda tersenyum
•••
Monica akan berbuka puasa di mesjid bersama anak anak dan Imran
dia belum makan
"kenapa kau belum makan kau harus makan ".ucap Imran
Monica hanya melihatnya
Imran mengerti Monica memakai cadar jika ia makan makan niqabnya harus di lepas
dia berbalik dan berbisik meminta para lelaki disana berbalik badan
"sekarang kau makanlah ".ucap Imran dengan tubuh terbalik
Monica membuka niqabnya dia meminum air dan dan memakan takjil
dia tersenyum isi takjil itu sangat banyak ada pastel smoked beff dan mini pie serta lemper dan kue soes dia memakanya rasanya enak
"bagaimana Tante enak tidak yang membuat karipap itu papip ".ucap Hussein dengan tubuh terbalik
Imran menyumpal mulut Hussein dengan tanganya
Monica terkekeh
•••
haya buka puasa dengan anak anak korban kebakaran itu Tristan juga ikut
"kau juga puasa pak ?".tanya haya
"well sebenarnya tidak tapi aku menghargai toleransi kalian ".ucap Tristan
"kok om enggak puasa ".ucap salah satu anak disana
"dosa loh om ".ucap salah satu anak disana
Tristan hanya tersenyum
semua berkumpul dan Haya membagikan buah dan takjil yang ia beli
mereka makan bersama
"makasih Tante cantik ".ucap anak anak disana
"hmmm cantik ".ucap Tristan
semua anak anak disana meliriknya tajam termasuk haya
"sebenarnya apa masalahnya dia mengikuti aku ".gumam haya sewot
Tristan melihat haya dengan senyum
•••
Atmajaya melihat putranya yang lesuh saat buka puasa
"apa kau sakit nak ?".tanya Atmajaya
Ferhat tersenyum
"tidak ayah aku tidak apa apa ".ucap Ferhat sambil makan
Atmajaya tahu pasti putranya putus cinta
__ADS_1
"hmm aku sudah bisa menebak kau putus cinta ".gumam Atmajaya pelan