
keesokkan harinya
anak anak akan sekolah
di mansion keluarga Alessio
semua sedang sarapan
si kembar mengoleskan sendiri roti dengan selai kacang dan coklat kesukaan mereka
"biar mama saja ya nanti baju kalian kotor ".ucap Isabella
"enggak usah mah kita bisa kok ".ucap Daniel mengoles roti
dominico tersenyum pada anak anaknya
mawar memberikan sup pada Adam
"ini supnya ".ucap mawar memberi sup
sementara melati memberi ikan bakar pada piring Gabriel
"kau mau pakai sambel mentah atau matang ?".tanya melati
"aku mau sambel mentah saja ".ucap Gabriel
melati memberi sambal pada piring Gabriel
Isabella memberi makan dominico
"aku mau pastel itu sama mau makan nasi sama babat Sam sambel ".ucap dominico
Isabella tersenyum dan mengambilkanya untuk Dominico
mereka makan bersama
"mama papa nanti kita ada tugas kelompok sama temen temen kita lansung pulang kok ke sini pas pulang sekolah ".ucap Nicolas
hu
"yakin beneran tugas kelompok ?".tanya Isabella menaikkan alisnya
"bener kok mah pah kalau gak percaya tanya aja guru ".ucap Nicolas
"ya sudah tidak apa apa sayang ".ucap dominico
si kembar tersenyum dan kegirangan
dominico memegang tangan Isabella meyakinkan
setelah selesai makan anak anak pergi ke sekolah
Isabella kembali merasa tidak enak takut hal buruk terjadi pada anak anaknya tapi ia menyembunyikanya takut dominico gegabah
dominico berbincang dengan Adam dan Gabriel
"Kakak kita dapat informasi soal pencarian kita soal Tristan ".ucap Adam
"kita harus kumpul di markas untuk membahasnya dengan yang lain ".ucap Gabriel
"bagus.aku akan panggil Murat untuk bergabung dengan kita ".ucap Dominico
sementara itu murat bersama Layla
mereka bermain dengan si kembar Hakan dan Minda di taman mansion
"mas aku seneng deh anak anak kita gemuk dan pinter ".ucap Layla memangku Minda
"aku juga seneng anak anak kita ganteng dan cantik cantik ".ucap Murat memangku Hakan
mereka bermain bersama
Murat melamun
"mas kamu pikir apa ?".tanya Layla
"enggak aku enggak pikir apa apa ".ucap Murat tersenyum
Murat memikirkan keselamatan anak anaknya yang masih bayi dan Layla dirinya juga sadar dirinya sudah mulai tua
tapi siapa yang akan lanjutkan bisnis haramnya ini dia tidak mau menyusahkan Hassan dan melibatkan Ayla meskipun dia tahu putrinya Ayla tahu tentang dunia mafia tapi apa Ayla sanggup
Layla tahu apa yang dipikirkan Murat dia hanya melihatnya
sementara itu Stefan terbayang pertemuannya dengan Tristan
dia berada di mansionnya dia duduk di sofa
__ADS_1
"kenapa pria itu terlihat mirip dengan aku ya ?".gumam Tristan
"mas , kamu pikirin apa ?".tanya Sofia
Stefan tersenyum dan memegang kedua tangan Sofia
dia mengelus perut Sofia
"anak papa jangan nakal ya ".ucap Stefan
Sofia tersenyum
dia bangkit dari kursinya dan merangkul Sofia dan membawanya ke kamar
sementara itu di mansion keluarga Andrea
mereka sarapan bersama
"papa sayang aku mau selai strawberry ".ucap indah
Hector memegang ponsel dan memberikan selai strawberry pada anaknya
"papa aku mau selai blueberry ".ucap esme
Morgan memberi selai pada anaknya
"papa kok papa dari tadi main hp Mulu uncle Ed juga lagi !".pekik indah
Deborah dan Alyssa melihat suami mereka
"apa yang kalian lihat ?".tanya Deborah
"tidak ada ".ucap Hector
"dan kau apa yang kau lihat sayang ? ".ucap Alyssa
"enggak gak ada ".ucap Edward
Deborah dan Alyssa curiga jangan jangan pas mereka sedang hamil besar seperti ini suami mereka selingkuh
"sayang habiskan makananmu ya biar kau kuat !".ucap Morgan
esme tersenyum
"iya pah ".ucap esme
"baiklah kakak bilang padanya aku menerimanya ".ucap Monica sambil makan
"oh ya kapan Imran kesini ?".tanya Hector
Deborah dan Alyssa mendengar itu antusias
"oh ya Abang nak kemari bila ?".antusias Deborah
"iya kapan !".titah alyssa
"hmm aku rasa uncle Imran akan lebih memilih bersama wanita wanita terlebih dahulu daripada taruhan kita semalam ".ucap Edward sambil makan
"hei kau jangan cakap macam tuh lah ".ucap Deborah
"kau monica tidak terkejut dia kesini ?".tanya Morgan
"aku , buat apa aku terkejut lagi pula dia hanya teman biasa ku dan teman kalian , tapi kenapa dia kesini ?".tanya Monica
"hmm kepo ".ucap Hector
semua tertawa
"well aku buat taruhan dengan dia dia kalah taruhan dalam tinju bersamaku semalam dia harus mengajar esme dan indah ".ucap Morgan
"ngajar apa memang dia bisa ?".tanya Monica
"hmm kau liat saja nanti kak ".ucap Edward
indah dan esme pergi dengan sopir ke sekolah
Archie mengantar anak anak laki lakinya sekolah
"hari ini hari pertama alano jangan ajarkan adikmu yang tidak benar ya ".ucap Archie
"ok Daddy ".ucap aland
Archie tersenyum dia mengendarai mobil
•••
para kodok tokcer dan Diki sudah di kelas berkumpul
__ADS_1
"wah aland apa adikmu bisa masuk ke grup ? ".ucap Hussein
"tentu bisa donk ".ucap aland
"dik kau mau kan masuk dan mencoba ?".tanya Daniel
" mau donk ".ucap Diki tersenyum
dari jauh seseorang memotret mereka itu adalah anak buah Tristan
Tristan di mansionnya
"anak anak menggemaskan aku akan bermain dengan kalian ".gumam Tristan tersenyum
dia mematikan ponselnya dan memasukkannya kedalam sakunya
dia berbalik dan bersenang senang dengan wanita wanita seksinya di sofa
•••
the black blood father's berkumpul
mereka sedang rapat di markas mereka
"ini sangat sulit di cari ".ucap Adam
Gabriel menaruh amplop map besar coklat di meja
Murat membukanya
"dari hasil pencarian kami dan Hector serta Edward namanya Al Rashid kami tidak bisa mencari wajahnya dimana pun hanya identitasnya saja ".ucap Gabriel
Stefan ,Archie dan Imran melihat map itu
"Al Rashid ?".ucap Stefan
semua meliriknya
"kenapa ?".ucap Archie
"tidak aku seperti merasa tidak asing dengan marga itu semacam pernah dengar ".ucap Stefan
"Al Rashid tunggu !".ucap Imran
Imran mengeluarkan file flashdisk di tasnya dia menghubungkannya ke laptopnya
dia mengotak Atik laptopnya
semua berkerumun ke arahnya
"salah satu pembeli senjata racun buatanku ada yang atas nama Al Rashid dulu menurutku bukan Al Rashid yang membeli senjata racunku tapi kaki tangannya ".ucap Imran
"cuba kau lacak !".ucap Murat
Imran mengotak Atik komputernya
Imran meretas data data kependudukan Romania dan mencari nama Al Rashid
namun hasilnya tidak ada gambar apapun yang menunjukkan hanya data data saat ia lahir dan tempat tinggal saja
"susah sekali mencari dia untuk berterima kasih ".ucap Morgan
"dia sangat hati hati dia tidak ingin seseorang tahu wajah dan identitasnya dia sangat pintar ".ucap Hector
semua tertunduk berfikir
•••
sementara itu si kodok tokcer selesai sekolah
"baiklah selamat Diki dan Alano kalian resmi masuk kodok tokcer karena otak kalian encer juga dan kau diki kami senang perubahanmu ".ucap Daniel
Diki tersenyum
"ya iya donk dan aku enggak menyesal berteman dengan kalian ".ucap Diki cengegesan
"makasih ya kak ".ucap alano
dari jauh seseorang memperhatikan dan menelepon
...📞 : boss mereka akan pulang ....
ternyata itu anak buah Tristan
Tristan tersenyum smirk
...📞 : sudah saatnya .Tristan...
__ADS_1
para kodok tokcer bermain bersama Diki dan Alano tiba tiba mulut mereka semua di bekap dan dibawa paksa