
keesokan harinya dominico telah berada di mansionya hari ini ia akan mempertemukan ayla dengan murat
disisi lain layla tengah mengetuk pintu ayla
TOK TOK TOK
"ayla sayang ayoo bangun ".ucap layla
layla masuk kamar ayla dan melihat putrinya itu tidak ada diranjang yang masih rapi itu dia kemudian segera ke kamar mandi yang ada di kamar itu
TOK TOK TOK
"ayla sayang kamu di dalam keluar !".
"ayla sayang".
layla terus mengetuk pintu itu dan kemudian membukanya dia terkejut melihat ayla di kamar mandi dengan silet di tangannya dan begitu banyak darah dia melihat begitu banyak wajah ayla yang sudah babak belur dia berteriak dan menangis
"AHHHHHHH". suara teriakan layla
mendengar itu dominico serta adam dan gabriel segera menghampiri layla di kamar ayla
"kakak ada apa ?".ucap adam dengan panik
"kakak katakan ! ".ucap dominico
layla terus menangis dan menunjuk kamar mandi
dominico segera ke kamar mandi dan melihat ayla yang berdarah darah dengan wajah babak belur
"ASTAGA AYLA !".
dia segera membopong tubuh ayla keluar dan turun dari tangga adam dan gabriel membawa layla yang syok dan dan terus menangis juga keluar menaiki tangga dan naik mobil yang sama dominico mengendarai mobil dan adam disampingnya sementara gabriel layla dan ayla di tengah dia membawa ayla ke rumah sakitnya
"anakku ayla bangun sayang!".ucap layla dengan sedih dan menangis
"kakak tenanglah dia tidak apa apa kak kakak tenang saja !".ucap gabriel dengan panik
mereka segera sampai dirumah sakit dan menaruh ayla di brangkar dan para dokter menanganinya dengan cepat di ruang ICU
"ya tuhan anakku apa yang harus aku katakan pada murat ".
"HIKS HIKS....."
mendengar nama murat dominico segera menelpon murat
disisi lain murat tengah bersiap siap dia tidak sabar bertemu ayla
"wah papa murat ganteng banget ".ucap daniel
"iya keren ".ucap nicolas
__ADS_1
murat tersenyum dan membungkuk pada si kembar
"kalian sudah siap ?,hari ini kita mau ketemu sama om yang kemaren dan saudara kamu !".ucap murat
mendengar bahwa mereka akan bertemu dengan papa mereka dan ayla si kembar sangatlah senang isabella yang melihat kesenangan di mata anak anaknya itu sebenarnya juga sangat senang melihat hal itu tapi ia menyembunyikanya
tiba tiba ponsel murat bergetar
DRETTTTT
murat mengambil ponselnya dan mengangkat telepon yang ternyata berasal dari Dominico
...📞 Murat : "HALO ?"....
...📞 Dominico : "MURAT INI GAWAT AYLA BERADA DI RUMAH SAKITKU SAAT INI DIA SEDANG OPERASI DIA BERUSAHA BUNUH DIRI ! "....
mendengar itu murat syok jantungnya terasa sakit dan menjatuhkan ponselnya ke lantai isabella dan si kembar terkejut dan menghampiri murat
"kakak ada apa ?".ucap isabella yang panik
isabella berteriak memanggil hassan tak lama hassan segera ke ruangan murat
"ayah kau kenapa ?".ucap hassan dengan panik
"ambilkan obatku di meja !".ucap murat
hassan segera mengambilnya dan memberinya pada murat murat menerimanya dan segera menelanya sementara si kembar segera mengambil air pada murat mereka sangat panik pada murat
"kita harus ke rumah sakit dominico secepatnya sesuatu yang buruk telah terjadi disana !".
murat segera mengambil kunci mobilnya dan keluar mansion mengendarai mobilnya dengan kemarahan
isabella yang panik meminta hassan untuk mengikutinya bersama itu dia dan anak anaknya ikut dengan hassan mereka mengikuti murat
murat telah sampai ke rumah sakit dominico dia berlari dengan penuh amarah kedalam rumah sakit terlihat layla terus menangis sementara adam dan gabriel berusaha menenangkanya disisinya sementara itu dominico terus mondar mandir dengan panik di jas terlihat masih ada darah ayla disana murat segera berjalan ke arah layla yang tengah duduk
"layla ada apa ?".ucap murat dengan panik
"murat ,sesuatu yang buruk terjadi padanya murat murat aku mohon bantu dia !".ucap layla sambil menangis
dokter segera keluar dari ruangan ayla murat segera berlari ke dokter itu dan memegang kerah dokter itu
"katakan padaku dia tidak apa apa kan !".
dominico yang melihat hal itu berusaha menenangkan murat kemudian murat melepaskan kerah kemeja dokter itu
" pasien kehilangan begitu banyak darah kita harus menemukan donor darah golangan o ".
mendengar itu murat segera ingin mendonorkan darah untuk anaknya karena dia juga memiliki golongan darah o
hassan , isabella dan si kembar segera sampai ke rumah sakit dan mengejar murat ini pertama kalinya si kembar bertemu keluarga papanya mata ayla dan gabriel alessio terkejut melihat si kembar terkecuali adam dan dominico si kembar segera berlari ke arah adam dan dominico
__ADS_1
"om ganteng disini lagi apa ?".ucap daniel pada adam
"om papa kok disini ?".ucap nicholas pada dominico
dominico bingung harus menjawab apa
"om disini karena keponakkan om sakit !".ucap adam
melihat anaknya bersama dominico isabella segera merebutnya dari dominico dan adam dan menjauh si kembar yang tahu ibunya marah diam saja dan menurutinya
disisi laim
murat sedang mendonorkan darah untuk putri semata wayangnya itu kemudian setelah selesai layla bergegas memeluk murat
"aku tidak tahu bagaimana ucapkan terima kasih padamu ".
murat membalas pelukkan layla
"tidak apa apa ini tugasku sebagai seorang ayah dia anakku darah dagingku aku tidak ingin dia memderita !".ucap murat
layla segera melepaskan pelukkan itu
tiba tiba dokter keluar dari ruangan ayla
"tuan pasien telah melewati masa kritisnya !".
seluruh keluarga bersyukur
"tapi ada yang saya harus sampaikan secara pribadi !".ucap dokter itu
"katakan cepat !".ucap dominico
"mari keruangan saya ! ".ucap dokter itu menuntun ke ruangannya
dominico dan murat saling melirik dan ke ruangan dokter itu sementara ayla dijaga oleh adam dan gabriel
mereka berdua duduk bersampingan
"begini ini dokter ginekologi yang menangani kasus adik tuan dulu ".ucap dokter itu sambil menunjuk dokter wanita disampingnya
murat dan dominico saling melirik tajam
"lantas apa hubunganya katakan !".ucap murat
"begini kami memeriksa keadaan tubuh ayla dan mohon maaf kami juga memeriksa keadaan dalam tubuh ayla sewaktu anda membawanya kemari kami juga menemukan darah yang terus mengalir dari area sensitifnya kami memeriksanya sepertinya dia diperkosa dengan sangat brutal oleh beberapa pria dan sepertinya ada pria berusia 50 tahunan juga dan kami memeriksa wajahnya yang sengaja dipukuli dan punggungnya yang dicambuk berkali kali dengan gesper ".ucap dokter ginekologi itu
mendengar itu murat dan dominico terkejut dan sangat marah
"bagaimana ini bisa terjadi !".
dari jauh layla mendengar semuanya begitu pula adam dan gabriel yang marah dan meneteskan air mata murat dan dominico segera keluar dari ruangan dokter itu saat membuka pintu mereka terkejut melihat layla di depan pintu dan menangis layla berlari dan menuju ruang inap putrinya
__ADS_1