Mahligai Impian

Mahligai Impian
Season Dua - BAB 01- Sendiri


__ADS_3

*Mun*ich, empat tahun kemudian.


Layaknya perputaran waktu yang tidak akan berhenti, begitulah hidup Giska. Sempat khawatir tidak mampu hidup tanpa sahabat, faktanya empat tahun menjalani kehidupan sendiri dia sangat-sangat mampu.


Keadaan mendewasakan Giska, di usianya yang kini genap 26 tahun Giska menyadari bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa diharapkan di dunia ini adalah seorang laki-laki. Terlebih, laki-laki yang memang di hatinya sudah menjatuhkan pilihan terhadap wanita selain dirinya.


Setelah sempat hancur karena Renaga, dia lagi-lagi hancur karena Gavi. Dokter yang merangkap sebagai kekasihnya, tiga tahun menjalin hubungan serius tidak membuat Gavi berhasil melupakan masa lalunya. Gavi yang dia aggap sebagai obat, nyatanya luka paling sakit.


"Maaf, Giska ... aku memang mencintaimu, tapi hidupku tetap kosong tanpa Alana."


Giska berdecih begitu mengingat satu kalimat yang membuatnya menampar Gavi untuk pertama kali. Peduli setan dengan apa yang sudah dia lakukan dalam hidupnya, mau sebaik apapun Gavi di masa lalu, dia tetap menyakiti Giska hingga akhir.


Sekuat itu Gavi berjuang mengejarnya hingga ke Munich kala itu, Giska tersentuh. Sangat, dia bahkan menjadikan Gavi satu-satunya sandaran dalam hidup setelah Keny, sang papa. Namun, luka tetap luka kala masa lalu Gavi kembali.


Sang kekasih goyah, tidak bisa mengambil keputusan dan membuat Giska nekat mengakhiri hubungannya satu tahun lalu. Betapa sakitnya hati Giska kala melihat pria yang dia cintai sejatuh-jatuhnya setelah Renaga justru menjalin hubungan dengan wanita masa lalu di belakangnya.


"Semua laki-laki itu badjingan, Gis. Tunggu waktunya saja."

__ADS_1


Fabian benar, mereka memang badjingan. Sebaik apapun datang di awal dia akan berubah. Sesulit itu memahami laki-laki, hingga Giska memilih menutup diri dan menganggap mereka sebagai hama yang memang hanya akan merusak banyak jiwa.


Dahulu pernah bercita-cita menjadi seorang istri pengusaha di usia muda. Kini, keinginan Giska untuk menikah saja sudah tidak punya. Hidupnya hanya dia gunakan untuk merintis karirnya, mencintai diri dengan caranya dan ya begitulah Giska sekarang.


Tidak ada yang mengetahui sedalam apa lukanya. Dia juga tidak pernah bicara pada Keny tentang alasan putus dari Gavi. Selain itu, Keny juga yang kini tidak pernah melontarkan pertanyaan tentang pasangan membuat Giska terlena hingga terlalu nyaman dalam kesendirian.


"Terakhir ... hanya segelas, aku benar-benar merindukanmu."


Giska kembali menjadikan alkohol sebagai pelariannya setelah bertahan selama empat tahun terakhir. Janjinya pada Gavi sudah dia kubur dalam-dalam, tidak ada susu sebagai pengganti karena dia bukan lagi bayi.


Sudah lama dia tidak merasakan manisnya minuman ini. Kalau kata Zavia haram, tapi Giska merindukannya malam ini. Untuk kali terakhir, dia hanya ingin melupakan sejenak masalahnya.


"Jika masih ada dia, kenapa kau datang padaku? Jika tahu akhirnya akan begini, kenapa dulu kalian menyelamatkanku?"


Dia meracau, seseorang yang kini mengamankannya hanya meneguk salivanya pahit. Gadis ini terlalu berani, datang ke mejanya untuk membuat kekacauan dan menganggap semua laki-laki di sana salah.


"Kenapa aku harus sendiri lagi? Cintai aku sekali saja, aku lelah menjadi figuran ... apa tidak bisa kau menjadikanku pemeran utama?" lirihnya berurai air mata, memilukan, sungguh kasihan hingga membuat ketiga pria di sana saling bertatap-tatapan.

__ADS_1


"Kau mau kujadikan pemeran utama?" tanyanya menatap lekat wajah yang kini sudah memerah akibat mabuk dan basah bermandikan air mata.


"Euhm, bisa?"


"Tentu, tidak ada yang tidak aku bisa lakukan, Nona."


Senyum tipis terbit di wajah tampan dengan rahang tegas di sana. Kekacauan yang tadinya cukup membuat suasana di club malam itu riuh mendadak sunyi dan tatapan mereka tertuju pada pria yang kini membawa wanita pengacau itu ke luar.


"Cih, apa yang dia lakukan kali ini?"


"Menurutmu? Dia bukan pria biasa, tapi Christ ... dan kau lihat gadis itu mabuk, tebak sendiri," jawab pria tampan ynag kini kembali ke mejanya usai mengangkat bahunya.


.


.


- To Be Continue -

__ADS_1


Hai-hai, ini seri Giska ... yang masih suka silahkan dibaca, yang gamau gapapađź’‹


__ADS_2