Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK

Malam Pertama Dengan BUJANG LAPUK
Tanpa Judul


__ADS_3

Bunyi ketukan pintu membuat Firda, Gita dan Sisil langsung bungkam dari ghibahannya yang rada-rada menjurus ke area 21+.


Firda membuka pintu kamarnya lebar-lebar, walaupun di kepalanya masih bingung. Memangnya nasib pengantin baru itu sama seperti dirinya ya? Kamarnya tidak ada sepi-sepinya, kapan waktunya dia dan bang Hamish mesra-mesraan.


Duile, Emak di panggil Eneng.


Emak hanya bisa berdecak.


"Tolong beritahu pada pengikut cerita Mr. Will, Mas Ray dan Mas Dean, kisah mereka untuk season 1 memang sudah berakhir sesuai kontrak yang di tanda tangani, itu juga sudah molor sampai bulan ini. Harusnya dari akhir bulan kemarin sudah end."


"Kan ceritanya masih ngegantung, Neng, apa nggak kasihan melihat reader penasaran?" tanya Firda sok tahu.


"Ckk, mau bagaimana lagi. Lagian memang di sengaja biar tambah penasaran. Emak lagi dapat tugas dari Editor untuk merombak sedikit sepuluh bab di awal, jadi kalian bertiga istirahat dulu ya!"


"Ish, jangan dong, Neng! Kami belum merit lho, jangan sekate-kate!" Sisil ikut bicara.


"Sil, kok gaya bicaramu berbeda? Ini bukan di cerita bang Zai." Gita menyikut lengan Sisil.


"Sabar, nanti dilanjutin, karena waktunya cuma ada tiga hari ini. Jangan lupa bilangin sama semuanya... Semoga season 2 bisa segera di lanjutkan, kalau perlu suruh Mpok Narti menyebarkan informasi ke semua."


"Oke" Firda mengangkat dua jempol tangannya.


"Kalau begitu, Emak permisi ya!"

__ADS_1


"Hati-hati dijalan ya, Neng! Kalau jatuh jangan lupa bangun sendiri!"


Nggak nyambung, masak emak-emak dipanggil Eneng sama Firda.


"Eh, Fir, memang tadi itu, dan dia ngomong apa sih?" tanya Gita melihat ke arah Emak yang sudah menghilang dari pandangan.


"Mana aku tahu, Reader lebih Faham. Mereka pasti tahu apa yang di ucapkan si Eneng tadi."


ujar Firda acuh, menutup pintu kembali melanjutkan gosipnya bertiga.


Pengumuman yang Aneh bukan?


...🌷🌷🌷🌷🌷...


Bunyi ketukan pintu membuat Firda, Gita dan Sisil langsung bungkam dari ghibahannya yang rada-rada menjurus ke area 21+.


Firda membuka pintu kamarnya lebar-lebar, walaupun di kepalanya masih bingung. Memangnya nasib pengantin baru itu sama seperti dirinya ya? Kamarnya tidak ada sepi-sepinya, kapan waktunya dia dan bang Hamish mesra-mesraan.


Duile, Emak di panggil Eneng.


Emak hanya bisa berdecak.


"Tolong beritahu pada pengikut cerita Mr. Will, Mas Ray dan Mas Dean, kisah mereka untuk season 1 memang sudah berakhir sesuai kontrak yang di tanda tangani, itu juga sudah molor sampai bulan ini. Harusnya dari akhir bulan kemarin sudah end."

__ADS_1


"Kan ceritanya masih ngegantung, Neng, apa nggak kasihan melihat reader penasaran?" tanya Firda sok tahu.


"Ckk, mau bagaimana lagi. Lagian memang di sengaja biar tambah penasaran. Emak lagi dapat tugas dari Editor untuk merombak sedikit sepuluh bab di awal, jadi kalian bertiga istirahat dulu ya!"


"Ish, jangan dong, Neng! Kami belum merit lho, jangan sekate-kate!" Sisil ikut bicara.


"Sil, kok gaya bicaramu berbeda? Ini bukan di cerita bang Zai." Gita menyikut lengan Sisil.


"Sabar, nanti dilanjutin, karena waktunya cuma ada tiga hari ini. Jangan lupa bilangin sama semuanya... Semoga season 2 bisa segera di lanjutkan, kalau perlu suruh Mpok Narti menyebarkan informasi ke semua."


"Oke" Firda mengangkat dua jempol tangannya.


"Kalau begitu, Emak permisi ya!"


"Hati-hati dijalan ya, Neng! Kalau jatuh jangan lupa bangun sendiri!"


Nggak nyambung, masak emak-emak dipanggil Eneng sama Firda.


"Eh, Fir, memang tadi itu, dan dia ngomong apa sih?" tanya Gita melihat ke arah Emak yang sudah menghilang dari pandangan.


"Mana aku tahu, Reader lebih Faham. Mereka pasti tahu apa yang di ucapkan si Eneng tadi."


ujar Firda acuh, menutup pintu kembali melanjutkan gosipnya bertiga.

__ADS_1


Pengumuman yang Aneh bukan?


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2