Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Tatapan Penuh Cinta


__ADS_3

"Sial, kenapa aku kalah dikerjain sama mereka berdua. Ish! Mikha bikin malu aja" Gumam Aurora sembari melangkah lebar menuju ke parkiran mobil.


Mikha berbalik badan sembari menenteng dua tas kresek besar berwarna hitam yang berisi barang vintage hasil belanjannya Auroa. Bocah tengil itu berlari kecil menyusul langkah lebarnya Aurora sembari berkata, "Hei! Tunggu!"


Aurora mengabaikan teriakannya Mikha dan perempuan cantik itu langsung masuk ke dalam mobilnya, memasang sabuk pengaman dan bersedekap di sana dengan wajah cemberut.


Mikha memasukkan semua belanjannya Auroa ke dala. bagasi mobil dan setelah menutup pintu bagas, Pemuda tampan berkabut cokelat berombak itu berjalan ke depan sambil membawa satu kotak cokelat yang berisi kepingan cokelat dengan aneka rasa. Ada kepingan cokelat isi keruk, ada kepingan cokelat isi kacang mete, ada kepingan cokelat isi kacang almond, ada kepingan cokelat isi buah anggur, ada kepingan cokelat berisi kismis, dan ada kepingan cokelat isi strawberry. Mikha membeli kotak cokelat itu saat Aurora tengah asyik memilih dan memilah barang vintage.


Ada kedai yang menjual aneka makanan dan minuman untuk oleh-oleh yang berada tidak jauh dari kedai barang vintage yang tadi disinggahi oleh Aurora.


Mikha membeli satu kotak cokelat dengan aneka rasa itu karena ia tahu Aurora sangat menyukai cokelat sejak kecil. Semua cokelat Aurora suka bahkan cokelat djadoel dengan gambar ayam jago pun Aurora suka.


Mikha membuka pintu mobil dan tersenyum tipis saat ia melihat Aurora bersedekap dan cemberut.


"Aku beli satu kotak cokelat untuk kamu, nih" Mikha meletakkan kotak cokelat itu dia Ats pangkuannya Aurora.


Kedua mata Aurora langsung membeliak dan wajahnya sontak melukis senyum ceria. Perempuan itu menoleh ke Mikha dan sambil membuka kotak cokelat itu ia berkata, "Terima kasih"


"Cuma terima kasih saja nggak cukup"


"Lalu?" Aurora menautkan alisnya di depan Mikha.


Mikha mengetuk bibirnya dengan jari telunjuk sambil berkata, "Cium, dong. Di sini"


Aurora membuka sabuk pengamannya dan menjulurkan kepalanya keluar untuk bisa mencium bibir Mikha.


Mikha tersenyum senang dan setelah mendapatkan ciuman dari kekasihnya, pemuda tampan berkulit kecokelatan itu menutup pintu mobil lalu berjalan mengitari mobil kemudian masuk ke jok kemudi.


"Umm! Ini enak banget Mikha! Kamu mau?" Aurora menyodorkan satu kepingan cokelat ke Mikha da. Mikha menggeleng, "Aku nggak suka cokelat. Buat kamu saja semuanya"


"Sejak kapan kamu nggak suka cokelat? Dulu waktu kita masih kecil kita sering makan cokelat bareng-bareng sama Shasha juga" Sahut Aurora sambil menjejalkan cokelat yang tadi ia sodorkan ke Mikha, ke dalam mulutnya sendiri.


"Sejak Mamaku meninggal dunia. Aku menghindari makanan manis karena bagiku makanan manis hanya pemberi harapan palsu. Setelah habis rasa manisnya pun hilang, jadi lebih baik nggak usah makan aja sekalian" Sahut Mikha.


"Berarti aku nggak manis, ya?"


"Kenapa kamu bertanya begitu?"

__ADS_1


"Kamu suka memakan aku, kan? Berarti aku ini nggak manis"


Mikha langsung menangkup rahang Auroa dan mengusap pipi Aurora dengan lembut sambil berkata, "Hanya kau rasa manis yang aku suka" Mikha kemudian memajukan. wajahnya dan mencium kening Aurora dengan penuh cinta.


Setelah memakan lima buah kepingan cokelat dengan isian jeruk, anggur, strawberry, kismis, dan almond, perempuan cantik itu menutup kotak cokelat dan berkata ke Mikha, "Aku lapar"


Mikha terkekeh geli dan berkata, "Kamu habis makan kue pas di jalan tadi, lalu makan cokelat, masih laper?"


"Hei! Wanita itu punya banyak bilik di perutnya. bulik yang kanan sudah aku isi dengan kue dan cokelat, tapi bilik yang kiri masih kosong" Aurora berkata sambil menepuk-nepuk perutnya yang rata.


"Dan aku bersyukur punya pacar yang gemar makan, tapi tetap rampung aja badannya" Sahut Mikha.


"Aku, kan, suka joging dan berolahraga, jadi imbang"


"Oke, kamu ingin makan apa?"


",Emm, bakmi goreng sama capcay"


"Hah?! Perut seramping itu dan badan sekecil itu emang masih muat menampung bakmi goreng dan capcay?"


Mikha melakukan mobil sambil terkekeh geli dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hei! Kamu belum jawab semua pertanyaanku waktu di rooftop"


"Pertanyaan yang mana? Aku lupa" Sahut Mikha dengan santainya.


"Kenapa kau bisa tahu nomer ponselku?"


"Oh! Kenapa cewek cerdas seperti kamu tiba-tiba jadi telmi alias telat mikir? Tentu saja aku dapatkan nomer ponsel kamu Deri Kak Shasha.


"Oh! Pas di kelab malam itu, ya, kamu minta ke Shasha nomer ponselku"


"Hmm" Sahut Mikha.


"Iya, ya. Kenapa tidak kepikiran ke situ?" Gumam Aurora.


"Setelah Kak Shasha pulang dari dinas luar kota, kita ajak Kak Shasha makan. Berkat dia, kita bisa jadian sekarang ini" Ucap Mikha sembari meraih tangan Aurora untuk ia ciumi.

__ADS_1


Sesampainya di halaman parkir sebuah restoran yang sangat mewah, Mikha melepas sabuk pengaman dan berkata ke Aurora, "Kamu tunggu di sini sebentar! Aku akan menemui manajer tempat ini, sebentar saja!"


"Hmm" Aurora menganggukkan kepalanya dengan senyum manis.


Melihat senyum manis di wajah kekasihnya, Mikha menjadi tidak tahu untuk tidak menunduk dan mengecup bibir kekasihnya itu kemudian ia berkata kembali, "Aku cuma sebentar! Tunggu di sini dan jangan ke mana-mana!"


"Iya" Sahut Aurora dengan senyum geli.


Mikha berlari masuk ke dalam restoran itu dan ia segera menemui menaker hotel itu untuk menentukan konsep makan malam romantis dengan Aureoa kemudian pemuda tampan yang sangat tajir itu melanjutkan memilih menu makanan.


Karena Aureoa ingin makan Bakmi goreng dan Capcay, maka Mikha memilih menu asian food Bocah Tengil berkabut cokelat berombak itu memilih menu bebek peking, Bakmi goreng, capcay, roti canai, bulgogi, dan nasi goreng seafood. Untuk minumannya ia memesan jus strawberry. Lalu, ia meminta manajer hotel menyiapkan meja di dekat danau buatan yang ada di restoran mewah itu. Setelah semuanya ia rasa oke, pemuda itu berlari kencang ke parkiran mobil dan membuka pintu mobil dan sambil membantu kekasihnya turun dari mobil, Mikha berkata, "Semuanya sudah aku siapkan spesial untuk kamu"


"Benarkah?" Aurora menatap Mikha dengan senyum bahagia dan tatapan penuh cinta.


Mikha merangkul pinggang Aureoa dan berkata, "Iya. Aku siapkan spesial khusus untuk kamu"


Di depan meja yang berada di dekat danau buatan, Aurora membeliak kaget dan bertanya, "Kau menyiapkan semua ini hanya dalam hitungan menit?"


"Aku,kan, cerdas dan selalu berpikir cepat" Mikha berkata sambil membantu Aurora duduk.


Setelah Mikha duduk di depan Aurora, perempuan itu berkata, "Terima kasih. Kenapa harus ada lilin dan mawar putih segala"


"Karena kamu menyukainya" Ucap Mikha sambil menggenggam tangan Aurora yang ada di atas meja.


Aurora tersenyum dan berkata, "Aku tidak menyangka di balik sikap tengil kamu ternyata kamu bisa bersikap romantis dan peduli"


"Karena aku sangat mencintaimu dan aku belum pernah mencintai wanita manapun sedalam aku mencintai dirimu, Rora"


Aureoa sontak menunduk malu dan dirinya Sera terbang ke awang-awang diperhatikan dan dicintai dengan sangat dalam oleh berondong tengil.


Aurora membeliak kaget saat makanan dan minuman pesanannya Mikha tersaji di meja.


"Kenapa banyak banget?"


"Katanya perut wanita ada banyak bilik, jadi aku pesan banyak makanan" Sahut Mikha dan Aurora tersenyum penuh cinta lalu berkata, "Terima kasih sudah mencintaiku, Mikha"


"Terima kasih juga kamu bersedia menerima cintaku, Rora" Ucap Mikha dengan tatapan penuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2