
Mikha melepaskan pelukannya dan saat ia menunduk ingin memagut bibir Aurora, wanita itu langsung menutup mulut Mikha dengan telapak tangannya.
Mikha mengernyit kaget dan spontan ia menarik pelan tangan Aurora untuk bertanya, "Kenapa aku tidak boleh mengecup bibir kamu? Ah, nggak adil,nih. Kamu tadi mengecup bibirku dan aku tidak boleh mengecup bibirmu sekarang" Mikha melengos dan bersedekap kesal.
Aurora terkekeh geli, kemudian ia menangkup wajah Mikha dan mengarahkan wajah itu ke wajahnya, "Seorang janda harus bisa menjaga diri dari godaan laki-laki. Kita baru saja berpacaran saat ini, masak mau langsung cium-cium begini" Aurora mengecup bibir Mikha sebanyak tiga kali dan Mikha terkesiap kaget.
"Lalu, yang kau lakukan barusan apa? Kau mengecup bibirku lagi"Mikha berkata di antara dua telapak tangan Aurora yang masih menangkup wajah tampannya.
Aurora kembali terkekeh geli, "Janda memang begini,kan? Suka menggoda" Aurora mengerling nakal dan kembali berkata, "Kau masih mau memacari seorang janda? Kau yakin bisa menahan setiap godaannya?"
Mikha tersenyum dan mendengus kesal, lalu berkata, "Kau benar-benar menggemaskan saat ini, Bee. Aku akan memberimu hukuman" Mikha menarik tengkuk Aurora dan saat bibirnya hampir saja menyambar bibir ranum yang sangat ia rindukan, terdengar teriakan anak kecil, "Mama! Mama bersama siapa?!"
Mikha dan Aurora dengan cepat saling melepaskan diri. Aurora kemudian memutar badan dengan pelan dan tersenyum ke Marco yang tengah berlari kencang menghampirinya.
Mikha pun tersenyum lebar melihat Marco tubuh sehat dan ceria. Marco mengentikan laju larinya dan langsung melompat ke Mikha sambil berteriak kegirangan, "Om Mikha!"
Mikha refeleks mendekap erat tubuh Marco kemudian pira tampa. itu tergelak geli,menciumi wajah Marco sambil bertanya, "Apa kau merindukan Om Mikha"
Marco mencium kedua pipi Mikha dan berkata, "Rindu. Sangat rindu, Om"
__ADS_1
Aurora tersenyum lebar menatap Marco dan Mikha sambil bersedekap.
"Ayo masuk! Kita kenalkan Om Mikha sama Kakek Erlangga" Ucap Aurora sambil mengusap punggung Marco.
"Oke" Marco langsung merosot turun dari gendongannya Mikha.
Mikha kemudian berlari ke mobilnya sambil berkata, "Om pakai sandal dulu. Sebentar"
"Kenapa Om nggak pakai alas kaki?"
"Biar sehat" Sahut Mikha sambil meringis dan melirik Aurora.
Aurora mencebikkan bibirnya.
Mikha pamit pulang setelah Marco tidur karena Marco terus menahan Mikha untuk tidak pulang.
Aurora mengantarkan Mikha sampai di depan pintu mobilnya Mikha.
Mikha membuka pintu mobilnya dan tanpa Aurora duga, Mikha menariknya duduk di atas pangkuannya dan membiarkan pintu mobil terbuka lebar untuk menutupi mereka berdua.
__ADS_1
"Mikha!" Aurora menepuk dada Mikha dengan wajah kaget. "Kalau ada yang lihat bagaimana?" Aurora hendak bangkit berdiri dan Mikha menahannya sambil berkata, "Tidak ada yang bakalan melihat kita. Kita tertutup pintu mobil. Kakek Erlangga juga sudah masuk ke kamarnya saat ini" Mikha lalu menciumi wajah Arurora. Mikha akhirnya mendaratkan ciuman lembut di bibir Aurora. Ciuman lembut yang diberikan Mikha pada ujung bibir Aurora membuat wanita itu nyaris tidak bisa berpikir lagi.
Jantung keduanya berdegup kencang.
Mikha kemudian melepaskan ciumannya, lalu menempelkan keningnya di kening Aurora untuk berkata, "Aku selalu memikirkan ciuman-ciuman kita dulu, di setiap detik napas hidupku, Bee"
Aurora berbisik, "Aku juga"
Mikha kembali mencari bibir Aurora dan bibir Mikha bergerak dengan tegas pada bibir Aurora. Bibir Mikha menekan dan membuka bibir Aurora.
Yeeaahhhh, aku hampir lupa kalau Mikha memang sangat mahir dalam hal berciuman. Batin Aurora.
Ketika lidah Mikha diselipkan ke dalam mulut Aurora, wanita itu mengerang lirih dan Aurora sudah tidak sanggup lagi menghentikan ciuman yang mendalam itu.
Ketika Mikha akhirnya menghentikan ciumannya, pria itu memberi beberapa kecupan di bibir Aurora sebelum bertanya, "Apakah tidurmu nyenyak semalam?"
"Iya" Sahut Aurora dengan senyum ringan.
"Ah,kenapa kamu tidak adil padaku lagi,Bee? Aku semalam tidak bisa tidur sama sekali. Aku sangat merindukan kamu dan ingin segera bertemu denganmu"
__ADS_1
Aurora tersenyun geli dan berkata, "Makanya jangan merindukan seorang janda. Jadi, susah tidur, kan?"
Mikha langsung membungkam mulut Aurora dengan bibirnya dan kembali mengajak wanita itu berciuman dengan lebih dalam dan lebih menuntut.