
Keesokan harinya setelah sarapan, Shasha mengajak Marco memetik buah di kebun belakang dan mendorong Aurora untuk mengejar Mikha.
Aurora langsung mengejar Mikha sambil menoleh ke belakang dan tersenyum lebar ke Shasha. Kemudian Aurora berteriak, "Mikha! Kau mau ke mana?!"
Mikha yang masih dibakar rasa cemburu berkata sambil terus melangkah lebar dan tanpa menoleh ke Aurora, "Mau berkuda dan mancing. Sekaligus mengambil buah blueberry"
"Ah! Buah blueberry? Aku belum pernah makan buah blueberry. Aku boleh ikut?" Aurora menghentikan laju larinya di samping kanan Mikha.
Mikha menoleh ke Aurora, Sambil merapikan rambut yang menutupi wajah Arora dan dengan wajah yang masih kesal, ia bertanya acuh tak acuh, "Kau bisa naik kuda?"
Aurora tersenyum manis dan menggelengkan kepala.
Mikha kemudian berkata, "Kamu siapkan bekal untuk kita dan susul aku di kandang kuda. Pakai jaket dan topi"
"Baik!" Sahut Aurora dengan wajah semringah.
Aurora kemudian muncul di depan Mikha dengan membawa keranjang piknik.
"keluarkan isi keranjang piknik itu dan masukkan semuanya ke tas punggungku. Kita naik kuda. Kau akan kesulitan membawa keranjang piknik kalau keranjang itu ada isinya"
Aurora langsung menuruti perintah Mikha.
"Tumben penurut hari ini" Ucap Mikha sambil menaikkan Aurora ke punggung kuda"
"Hehehehe. Biar bisa ikut dengan kamu dan tidak kamu tinggalkan di tengah hutan kalau aku tidak jadi gadis yang baik dan penurut"
Mikha naik ke belakang Aurora dan berkata, "Yeaahhh, terserah kamu saja" Lalu, Mikha menghentak kuda untuk berlari keluar dari kandang dan Aurora langsung memegang tangan Mikha yang ada di perutnya dengan tegang.
Mikha berbisik, "Jangan takut! Aku memegangimu"
Setelah berkuda selama satu jam, Mikha mengentikan kudanya di pinggir danau dan mengajak Aurora turun.
"Sudah sampai? Mana tanaman blueberry-nya?" Tanya Aurora saat ia melihat Mikha tengah mengikat kuda di batang pohon besar.
"Belum sampai. Kudaku haus. Biar dia minum dulu. Kita duduk di bawah pohon itu. Mikha menarik tangan Aurora ke bawah pohon besar yang rindang. Mikha melepas jaket kulitnya dan membentangkan jaket itu lalu berkata, "Duduklah!"
Aurora duduk di atas jaket kulitnya Mikha sambil mendekap keranjang buah yang masih kosong.
__ADS_1
"Mikha, kau marah padaku?"
Mikha menoleh ke Aurora dan berkata, "Menurutmu?" Mikha berkata sembari duduk di atas rumput.
"Iya. Kau marah. Kau mengacuhkan aku sejak kita pulang dari acara peluncuran buku baruku"
Mikha diam membisu.
"Kenapa? Kenapa kau marah padaku?"
Mikha menoleh tajam ke Aurora dan berkata, "Aku cemburu. Aku akui aku cemburu"
"Cemburu?"
"Yeeaahh. Aku cemburu sama Brandon dan sama pria culun berkacamata itu"
"Abi maksud kamu?"
"Jangan panggil si culun seakrab itu!" Mikha berteriak kencang dengan wajah mengerikan.
Aurora tersentak kaget dan wanita itu sontak bangkit berdiri lalu berlari ke danau sambil membawa keranjang buah yang masih kosong.
Aurora memutar badan dan mendorong dada Mikha sambil berkata, "Kenapa kau membentakku hanya untuk masalah sepele, Mikha?"
Mikha menghela napas panjang lalu merengkuh Aurora ke dalam pelukannya dan berkata, "Maafkan aku! Aku cemburu dan pikiranku kacau. Aku tidak tahan mendengar kau memanggil pria lain seakrab itu. Harusnya kau manggil dia Pak, kan, karena dia itu bos kamu. Dia yang mencetak buku kamu"
"Aku sudah kenal lama dengannya. Sejak SMA. Untuk itulah ia mau mencetak bukuku. Sejak SMA aku memanggilnya Abi"
Mikha terkesiap kaget dan dia langsung memeluk erat Aurora sambil berkata, "Maafkan aku! Aku dikuasai rasa cemburu dan aku marah nggak jelas sama kamu. Aku bahkan membentak kamu"
Aurora mendorong dada Mikha untuk berkata, "Nggak papa. Aku memahaminya. Terima kasih sudah menangkapku dan tidak membiarkan aku terjatuh ke dalam danau"
Mikha menyeringai tulus dengan hasrat yang tidak ditutup-tutupi. "Dengan caraku menangkap dan memelukmu tadi, kau tidak akan mungkin jatuh dan asal kau tahu, Bee, aku akan selalu menjaga kamu agar kamu tidak pernah terjatuh. Kalau pun terjatuh aku tidak akan biarkan kamu sampai tergeletak"
Aurora langung mengalihkan pandangannya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya dan seketika itu Aurora berteriak, "Keranjang buahnya hanyut, Mikha! Gimana dong?"
Mikha bergegas memetik ranting dan dia berhasil menggaet keranjang buah dengan ranting pohon yang panjang, lalu pria itu menyerahkan keranjang buah yang masih kosong ke Aurora, "Kau pegang baik-baik biar keranjang buah itu tidak terjatuh lagi dan tanganku akan sibuk......."
__ADS_1
"Menjagaku agar tidak terjatuh" Sahut Aurora dengan senyum lebar.
Mikha terkekeh geli dan berkata, "Yeeeaahhh, aku akan menjagamu agar tidak terjatuh"
Beberapa menit Kemudian mereka kembali berkuda melewati pohon-pohon besar yang rimbun menuju ke tujuan yang belum jelas. Aurora tidak peduli Mikha akan membawanya ke mana. Aurora yang duduk di depan Mikha membiarkan Mikha mengarahkan kuda yang sudah terlatih itu dengan menekan lututnya di saat tangannya sibuk dan bebas melakukan yang ia suka.
Aurora mencoba menepis tangan Mikha dari dada dan memprotesnya, tapi Aurora gagal melakukannya. Kuda melaju dengan cepat dan ia takut terjatuh jika tangannya terus sibuk menepis tangan Mikha. Aurora juga takut keranjang buahnya jatuh. Wanita cantik itu hanya bisa menghela napas panjang di setiap belaian Mikha yang berani dan wanita itu memejamkan mata rapat dan mengigit bibir bawah di saat Mikha berkata, "Aku suruh kau pegang erat keranjang buah karena tanganku sibuk melakukan ini" Tangan Mikha terus membelai lembut dada Aurora.
Karena Aurora belum pernah makan blueberry , Mikha membawa Aurora ke Padang rumput yang dikelilingi pohon-pohon cemara yang menjulang tinggi. Di tengah-tengah Padang rumput itu ada segerombolan tanaman blueberry yang areanya tidak begitu luas.
Aurora turun dari kuda dengan bantuan Mikha dan wanita itu langsung berlari membawa keranjang buahnya ke tanaman blueberry. Saking takjubnya melihat blueberry, Aurora lupa mendamprat Mikha karena pria itu telah lancang membelai dirinya secara bebas di menit yang lalu.
Sementara Mikha menggelar selimut yang ia ambil dari kantong besar yang ia pasangkan di punggung kuda, di bawah pohon besar itu. Mikha duduk di sana sambil menunggu wanita yang selalu ia cintai itu mengumpulkan buah blueberry.
Mikha membuka tas punggungnya, mengeluarkan dua Tumbler berisi air mineral dan susu rasa strawberry kesukaannya Aurora. Tak lupa, Mikha juga mengeluarkan satu wadah makanan berisi empat potong sandwich dan satu plastik keripik kentang berukuran sedang kesukaannya Aurora.
Setelah menatap Tumbler, keripik kentang, dan wadah makanan di atas selimut yang ia bentangkan di bawah pohon besar dengan ranting yang sangat banyak, Mikha kemudian membuat api unggun dari ranting pohon besar yang menaunginya dari terik matahari. Lalu, pria tampan itu berlari ke danau. Dia mengeluarkan alat pancing yang ada di dalam tas punggungnya.
Mikha berhasil menangkap empat ekor ikan depik, ikan yang hidup di danau laut tawar. Setelah membersihkan ikan dengan pisau lipat yang selalu ia bawa ke mana-mana pas dia ada di perkebunan miliknya itu, Mikha menusuk ikan satu persatu ikan hasil tangkapannya dengan ranting yang kuat dan membumbui ikan itu dengan bumbu seadanya yang bisa ia masukkan ke dalam tas punggungnya. Lalu, Mikha membakar satu per satu ikan itu sambil menunggu Aurora yang masih asyik berswafoto dan memetik buah blueberry.
Setelah dirasa cukup dan sudah puas berswafoto, Aurora berlari ke danau untuk mencuci semua buah blueberry hasil petikannya dengan wajah semringah. Masalahnya dengan Brandon menguap begitu saja saat ini.
Setelah mencuci bersih semua buah blueberry hasil petikannya, Aurora berlari di bawah pohon dan duduk di atas selimut untuk bisa segera mencicipi buah blueberry.
"Rasanya asam dan sedikit manis. Emm, rasanya hampir mirip dengan anggur merah dan hijau, hanya sedikit lebih manis. Kau mau Mikha?"
Mikha menoleh ke belakang dan tersenyum ke Aurora sambil menggelengkan kepalanya.
"Baunya enak banget. Kamu masak apa?"
Mikha memperlebar senyumannya dan berkata, "Ikan bakar dengan bumbu apa kadarnya"
"Baunya sedap pasti lezat rasanya. Apa sudah matang?" Aurora bangkit berdiri lalu berjongkok di depan Mikha.
"Kau mirip Marco pas Marco antusias menunggu es krim" Mikha tersenyum geli saat ia melihat wanita pujaan hatinya mengerucutkan bibir.
...Promo Novel Baru❤️ Fresh from the oven❤️...
__ADS_1