Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Peluk


__ADS_3

"Kamu cemburu" Mikha menarik Auora ke pangkuannya dan menciumi wajah Aurora dengan gemasnya.


Aurora menepuk dada Mikha dan menarik wajahnya lalu bangkit berdiri sambil berkata, "Jaga sikap kamu! Ini tempat umum, Mikha. Kenapa kau ciumi ku terus?"


Mikha tersenyum sambil mengusap pipi Aurora. Lalu, pria tampan itu berkata, "Salah sendiri kenapa kau imut banget kalau cemburu"


"Dasar menyebalkan. Makanannya sudah datang. Diam dan makan. Jangan cium-cium lagi!" Aurora mendelik ke Mikha dan Mikha sontak terkekeh geli lalu berkata, "Cium-cium nggak boleh, tapi cium aja boleh, kan?"


"Mikha!" Aurora menggeram dengan rona malu di wajah saat ia melirik mbak-mbak pramusaji tersenyum geli mendengar ucapannya Mikha.


Mikha menghela napas panjang dan berkata, "Oke, aku makan, nih! Aku akan diam dan makan"


Mbak-mbak pramusaji Kemabli tersenyum geli.


Beberapa menit makan dalam diam, Mikha tiba-tiba bertanya, "Apa rencana kita ke depannya? Kita menetap di sini atau balik ke Indonesia?"


Aurora menoleh ke Mikha dan sambil mengunyah sup tomatnya, ia berkata, "Aku terlanjur ambil S3. Tahun depan baru selesai"


Mikha mengusap pipi Aurora dan berkata, "Kalau begitu aku akan tinggal di sini sampai tahun depan"


"Lalu, tanggung jawab kamu di Mahesa Grup dan pekerjaan kamu di label rekaman gimana?" Aurora mulai menautkan kedua alisnya.


"Aku bisa mengerjakannya di sini. Kalau diperlukan ada di Indonesia, aku bisa sesekali pulang dan balik lagi ke sini" Mikha masih mengusap lembut pipi Aurora.

__ADS_1


"Tapi, Mikha?" Aurora menatap Mikha dengan sorot mata tidak setuju. Dia tidak ingin menjadi penghalang di pekerjaan dan tanggung jawab Mikha sebagai seorang Mahesa.


Mikha mengecup bibir Aurora lalu berkata, "Aku nggak bisa dibujuk. Kau tahu sendiri, kan betapa keras kepalanya diriku"


"Dan aku sama"


"Nah, daripada kita saling menyakiti seperti dulu, salah satu harus mengalah. Aku memutuskan mengalah kali ini dan mulai kemarin saat kita jadian lagi aku sudah bertekad akan selalu mengalah dan mengikuti kemauan kamu. Aku nggak ingin kita terpisah lagi" Mikha menarik Aurora ke dalam pelukannya.


Aurora spontan berkata, "Aku mencintaimu"


Mikha menyuapi Aurora sambil berkata, "Aku sangat mencintaimu" Mikha kemudian mengecup belahan rambutnya Aurora dengan penuh perasaan cinta.


Sambil terus memeluk dan menyuapi Aurora, Mikha bertanya, "Marco suka makan apa? Biar aku pesankan untuk dibungkus"


Aurora sontak menarik diri dari pelukan kekasihnya untuk berkata dengan senyuman manis, "Marco tidak suka makanan eropa. Kalau makan makanan eropa, perutnya selalu kembung. Dia selalu minta aku memasak makanan Indonesia. Jadi, nggak usah dibungkuskan"


"Nggak usah. Kamu pasti capek"


"Kalau untuk kamu dan Marco aku tidak akan pernah merasa capek. Yuk, kita ke supermarket dulu"


Aurora tersenyum, menganggukkan kepala, dan berkata, "Terima kasih"


Mikha mencium punggung tangan Aurora yang ia genggam lalu tersenyum dan berkata, "Tidak perlu berterima kasih"

__ADS_1


Setelah berbelanja daging sapi, daging ayam, telur, beberapa bumbu dan sayur mayur, Mikha dan Aurora menjemput Marco di tempat les piano.


Setelah dari les piano, Mikha mengajak Marco dan Aurora ke rumah yang ia sewa untuk dia tahun ke depan.


"Kalian duduk dulu di sini menonton TV. Aku akan masak dulu sebentar"


"Makasih Om Mikha" Ucap Marco dengan senyum tampannya.


Mikha mencium pipi Marco dan berkata, "Sama-sama"


Mikha memasak rawon dan ayam tepung untuk Marco dan Marco dengan lahapnya. Setelah makan Marco menyusul mamanya menonton TV dan beberapa menit kemudian Marco merebahkan kepalanya di paha mamanya dan memejamkan mata sambil berkata, "Aku capek dan ngantuk, Ma"


Mikha menepuk pelan pantat Marco dan berkata, "Tidurlah!"


Aurora mendelik ke Mikha dan berkata, "Ini sudah malam. Aku dan Marco harus segera pulang. Kakek Erlangga ........"


"Aku sudah menelepon Kakek Erlangga dan Kakek Erlangga sudah mengizinkan kalian berdua menginap di sini malam ini. Lagian besok, kan, sekolah libur"


Aurora hanya bisa menghela napas panjang.


Setengah jam kemudian, setelah membaringkan Marco di kamar tamu, Mikha berbalik badan dan langsung memeluk Aurora sambil berkata, "Kau tidak aku ijinkan tidur di kamar ini"


"Lalu, aku tidur di mana? Marco tidur sendirian kasihan, kan?"

__ADS_1


Mikha langsung membopong Aurora dan berkata, "Marco udah gede dan udah sering kamu peluk. Sekarang gantian aku yang kamu peluk"


Aurora terkekeh geli dan menepuk dada bidang Mikha dengan rona merah malu di wajah. Mikha tersenyum penuh arti lalu mengajak Aurora berciuman.


__ADS_2