
Berkat kerja keras Mikha yang menahan diri untuk tidak menghajar Brandon habis-habisan meski pria itu memprovokasinya berulangkali, Brandon bisa dihukum dan menjalani masa pertobatan di hotel Prodeo selama dua tahun.
Perjuangan Mikha selama satu bulan untuk mendapatkan kembali martabat dan kehormatan Aurora Zeto sebagai seorang wanita menghasilkan buah yang manis.
Begitu juga dengan Aurora Zeto. Berkat keberaniannya bersaksi, banyak wanita di luar sana bisa diselamatkan dari pria brengsek seperti Brandon.
Di dalam mobil, Marco yang cerdas tiba-tiba bertanya ke mamanya, "Ma, Papa berlibur ke hotel Prodeo berapa lama?"
Aurora yang tengah fokus menyetir mobil menoleh kaget ke Marco dan sambil mengarahkan pandangannya kembali ke depan, Aurora menjawab pertanyaannya Marco, "Dua tahun lebih, Sayang. Untuk itu kita juga akan berlibur. Mama akan ajak kamu ke Belanda. Kita akan tinggal di rumah kerabat dari Kakek Moses Elruno, dia Kakek buyut kamu. Kakek Erlangga adalah Putra dari sahabatnya Kakek buyut kamu"
"Baik, Ma. Asal ada Mama, aku akan betah tinggal di mana pun" Sahut Marco.
Aurora mengusap pucuk kepala putra tampannya sambil berkata, "Terima kasih, Sayang"
Mikha yang mengebut dan ingin bergegas melamar Aurora harus menelan pil kecewa saat ia menemukan wanita itu menghilang dengan cara yang sama seperti dulu yakni menghilang dan meninggalkan sepucuk kertas.
Mikha membaca dalam hati isi kertas itu, terima kasih untuk semua cinta kasihmu padaku selama ini. Terima kasih untuk kehadiranmu di saat aku terpuruk. Terima kasih kau setia menopang diriku untuk tidak jatuh tergeletak. Tapi, aku belum siap menerima kamu kembali, Mikha, maaf. Aku sudah ternoda dan kotor sekarang dan aku butuh waktu untuk memulihkan diriku. Aku akan bekerja dan melanjutkan S3 dengan merawat, mendidik, juga membesarkan Marco sendirian. Marco adalah napas hidupku dan aku bisa terus bernapas selama ini karena Marco. Kalau aku terlalu lama menghilang dan kau tidak kuat menjomblo, jangan setia pada cintamu untukku. Cari perempuan yang lebih baik dariku! Aku tidak akan menyalahkan kamu kalau kamu akhirnya bersanding dengan perempuan yang lebih baik dariku. Kau pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku dan kau pantas bahagia. Jangan fokus ke masa lalu kita terus! Aku mencintaimu, Mikha. Dulu, sekarang dan nanti, aku akan selalu mencintaimu.
__ADS_1
Mikha melipat kertas itu dan berusaha menenangkan dirinya dari rasa kecewa dan amarah. Lalu, ia memasukkan kertas itu ke dalam saku kemejanya. Dia marah kepada dirinya sendiri, kenapa kejadian di masa lalu bisa terulang kembali? Kenapa dia bisa kehilangan wanita yang sangat ia cintai. Mikha kemudian melangkah ke mobilnya dengan mata kosong dan langkah gontai.
Mikha tidak patah semangat dalam mencari keberadaanya Aurora kali ini. Dia mencari Aurora ke Amerika, lalu ke Jepang, Jerman, dan terakhir ke Belanda. Mikha menelusuri satu per satu kerabatnya Aurora Zeto dengan teliti dan mendatangi semuanya satu per satu mulai dari Amerika, Jepang, Jerman, dan akhirnya ia tiba di Belanda setelah satu tahun ia melakukan penyusuran.
"Aku harap aku bisa menemukanmu di sini, Bee" Mikha bergumam sambil melangkah masuk ke dalam rumah minimalis yang berhasil ia sewa.
Aurora Zeto tinggal di kediamannya Erlangga Hartawan. Erlangga tinggal seorang diri di rumahnya yang luas dan megah sebelum Aurora dan Marco datang. Dengan adanya Aurora dan Marco membuat hidup Erlangga lebih ramai dan bahagia.
Mikha membuka pintu dan terkejut melihat papanya berdiri di depan pintu rumah minimalis yang ia sewa. "Pa? Kenapa Papa bisa ada di sini?"
Bisma mendorong pintu dan melangkah masuk lalu duduk di sofa dengan santai.
"Papa kecewa sama kamu. Kenapa kamu tega menjebloskan Kakak kamu ke penjara dan membuat nama keluarga kita buruk di mata masyarakat. Kau telah membuat bisnis keluarga kita menurun. Dan sekarang kau meninggalkan tanggung jawab kamu, kau terobsesi pada wanita yang tega meninggalkan kamu. Wanita itu selalu membuatmu kecewa, tapi kau malah mencarinya dan meninggalkan tanggung jawab kamu sebagai seorang Mahesa"
Mikha menghela napas panjang lalu berkata, "Yang membuatku kecewa hanya satu, Pa"
"Ya, wanita itu" Sahut Bisma dengan wajah dingin.
__ADS_1
"Bukan. Aku kecewa dilahirkan menjadi anak Papa. Papa tidak pernah menyadari kesalahan Papa dan selalu menyalahkan orang lain"
"Kau........." Bisma melotot ke Mikha.
"Lebih baik Papa pergi dan jangan mencampuri urusanku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan"
Bisma mendengus kesal dan pergi meninggalkan Mikha dengan wajah memendam amarah.Bisma memilih pergi karena ia tahu ia tidak akan pernah bisa menang berdebat dengan Mikha.
Di suatu sore yang indah, Aurora memarkirkan mobilnya di halaman depan kediamannya Kakek Erlangga. Wanita itu menutup pintu mobilnya dan saat ia berbalik badan ia terkesiap kaget dan bergumam, "Mikha?"
Mikha yang berdiri bersandar di pohon besar yang ada di tengah halaman depan kediamannya Erlangga dengan bersedekap dan kakinya terangkat satu menempel di pohon besar itu. Pria tampan itu tersenyum lebar dan berkata, "Akhirnya ku menemukanmu, Bee"
Aurora menyadari inilah saatnya bagi dirinya untuk berbalik badan dan masuk ke dalam rumah. Sekarang juga. Sebelum sesuatu yang mungkin akan ia sesali terjadi. Namun, hatinya justru berkata, oh, betapa ia ingin tetap berdiri di depan Mikha. Ia ingin menatap wajah tampan itu lebih lama. ia ingin membagi rasa cinta yang sudah ia pendam selama bertahun-tahun.
Hari dan jiwa Aurora akan menjadi milik Mikha jika pria itu menginginkannya, bukan hanya untuk kesenangan sesaat seperti rintik hujan yang turun di siang bolong dan melesat lenyap dari pandangan seketika. Namun, jika ia membiarkan pria itu melakukannya, ia tidak akan mampu melepaskan Mikha. Mikha punya kehidupan dan tanggung jawab yang besar sebagai seorang Mahesa dan Aurora tidak ingin menjadi beban. Aurora juga memiliki kehidupannya sendiri dan dia merasa kehidupan Mikha dan kehidupannya tidak bisa disatukan saat ini.
Sementara itu, Mikha tidak berani bertindak impulsif. Dia menunggu Aurora yang mendekatinya. Mikha takut jika ia bertindak impulsif, dia justru akan kehilangan Aurora Zeto untuk selama-lamanya dan usahanya selama satu tahu menyusuri keberadaannya wanita itu akan menjadi sia-sia. Mikha akan bertindak pelan-pelan kali ini dengan harapan dia bisa masuk kembali ke dalam kehidupannya Aurora dan memberikan rasa nyaman dan aman bagi wanita itu. Karena saat ini yang paling penting bagi Mikha adalah kebahagiaan wanita itu.
__ADS_1
Kedua insan yang sama-sama memendam kerinduan dan cinta itu hanya bisa saling memandang dalam diam.