Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Cincin Pernikahan


__ADS_3

Menikah secara diam-diam dengan bocah tengil yang liar dan belum mendapatkan restu dari kedua orang tua, membuat adrenalinku sering terpacu dan itu dirasakan oleh Aurora sangat indah. Penuh sensasi mengejutkan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan membuat sisi liarnya pun muncul dengan bebasnya dan wanita itu sangat menyukainya. Dia merasa menjadi Aurora yang baru, yang unik, Aurora yang seolah terlahir kembali.


Setelah bercinta dengan asal-asalan di lorong jalan yang sepi, Mikha menarik tangan Aurora ke sebuah rumah besar yang tampak sepi. Mikha mengajak Aurora masuk lewat halaman belakang yang hanya dipagari tanaman jenis paku-pakuan seperti pakis. Mikha menoleh ke Aurora dan berkata sambil menarik Aurora masuk ke halaman belakang rumah itu, "Ini adalah pakis boston"


Aurora menahan tangan dan langkahnya lalu menyemburkan tanya, "Mikha, kenapa kau menarikku masuk ke rumah ini dari halaman belakang? Kau mau apa? Ini rumah siapa?"


"Ini rumah Papaku"


"Kenapa kita tidak masuk saja dari depan dan menyapa semua anak buah Papa kamu yang menjaga rumah ini? Kenapa kamu justru memilih masuk lewat halaman belakang seperti ini?"


"Karena kalau lewat halaman depan tidak akan seru. Aku ingin mengajak kamu berenang di sini. Kolam renang di sini memakai air hangat"


Aurora sontak mendelik dan bersedekap di depan Mikha, "Kau gila, hah?!"


"Kenapa gila? Ini rumah Papaku. Apa salahnya? Lagian rumah ini kosong. Hanya ada satpam di depan" Sahut Mikha sambil memanggil Aurora dan berlari membawa istrinya ke kolam renang.


Aurora tidak berani berteriak dan saat Mikha menurunkan dirinya di tepi kolam renang, wanita itu langsung memukul bahu Mikha dan mendelik, "Kenapa kau tiba-tiba memanggulku, hah?! Bikin kaget saja"


Mikha tertawa tipis, lalu ia menarik istrinya ke dalam dekapannya. Mengajak istrinya berciuman dengan sangat dalam. Aurora enikmati ciuman mereka dan terhanyut dalam keintiman mereka.


Itu adalah ciuman pertama bagi Aurora yang ia rasakan sangat panas dan sangat menuntut. Tanpa Auroa sadari ia memeluk suami tampannya seraya mengelus punggung Mikha. Mikha membalas pelukan istri cantiknya dan terus mencium bibir ranum istrinya dengan lebih sensual. Saat Mikha menghentikan ciumannya, ia melihat istri cantiknya masih memejamkan mata. Lalu, Mikha mencoba menyentuh leher Aurora, pundak wanita itu, bahu ramping istri tercintanya dan Mikha menikmati momen saat ia melihat tubuh istrinya bergetar dengan sangat hebat.


Mikha kemudian melepas semua bajunya. Lalu, ia melompat ke kolam renang dengan tubuh polos tanpa sehelai kain pun.


Aurora sontak membuka mata saat ia mendengar ada suara orang tercebur ke dalam air. Wanita itu sontak membeliak dan memekik lirih, "Mikha! Kenapa kau masuk ke kolam renang tanpa sehelai kain pun?"


"Ke sini lah! Airnya hangat. Ayolah! Nggak usah takut! Nggak ada orang di sini" Mikha berenang ke tepi kolam renang dan menyeringai tengil ke Aurora.


Aurora melepas blus dan roknya. Tapi, dia masih menyisakan pakaian dalam dan tampak ragu untuk melepas semuanya.

__ADS_1


"Ayolah! Kita belum pernah melakukan ini, Rora! Bebaskan diri kamu! Bebaskan diri kita!" Pekik Mikha dengan seringai khasnya.


"Ta, tapi, Mikha........Kau yakin tidak ada orang di sini?"


"Hmm. Lagian kalau kamu tidak lepas semua baju kamu, kalau basah kamu akan ganti pakai apa, hah?!"


"Kita nggak akan mandi dan ........"


"Lepas dan masuk! Jangan banyak berpikir, Rora!" Pekik Mikha.


Aurora kemudian melepas semuanya dan menceburkan diri ke dalam kolam renang.


Aurora sontak tertawa renyah dan berkali-kali bergumam, "Aku sudah gila! Iya, aku sudah kehilangan akal sehatku"


Mikha tertawa lepas dan langsung menarik Aurora ke dalam pelukannya dan mengajak Aurora berciuman. Tiba-tiba terdengar suara Guntur menggelegar dan di saat itulah justru suami istri itu semakin tertantang untuk bercinta di kolam renang itu.


Mikha mengangkat Aurora di bibir kolam renang dan dia kemudian bermain asyik di lembah kenikmatan hingga membuat istrinya mendongakkan kepalanya ke langit pekat yang penuh guntur dan erangan Aurora yang sangat keras dikalahkan oleh suara guntur. Debaran jantungnya yang sangat kencang pun ditelan suara gelegar petir yang sambung menyambung.


Setelah memekikkan kepuasan mereka secara bersamaan, Mikha mengangkat Aurora ke tepi kolam renang dan berkata, ""Bawa semua bajunya kita dan tas kamu ke tempat yang teduh. Sebentar lagi akan turun hujan"


Aurora.langsung memunguti semua baju yang berserakan di atas rumput dan mengambil tasnya lalu mendekap semuanya dan berlari ke tempat yang teduh. Mikha melompat dari dalam air dan berlari menyusul istrinya. Ia membantu istrinya memakai kembali semua bajunya dan setelah ia sendiri memakai semua bajunya ia berkata, "Sekarang aku akan pesan taksi online"


Beberapa jam kemudian, Mikha dan Aurroa merebahkan diri di atas kasur kamar hotel dengan tawa bahagia. Aurora melirik jam di dinding dan berkata di dalam dekapan suaminya, "Sudah jam dua belas malam. Aku harus segera tidur. Besok bangunkan aku jam lima pagi, ya"


"Hmm! Tidurlah!" Mikha mencium kening Aurroa sembari menarik selimut dan tidak begitu lama kemudian Mikha menyusul Aurora ke alam mimpi.


Keesokan harinya, Mikha membangunkan Auroa tepat di jam lima pagi dan berkata dengan senyuman penuh cinta, "Aku belikan kamu cakue dan bubur ayam kesukaan kamu"


Aurora langsung bangun dan memeluk Mikha, "Ah, Mikha, suami tampanku, kamu memang yang terbaik. Tapi, sebentar aku mandi dulu" Aurora mencium pipi suaminya dan dia segera melompat dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi. Aurora berendam di bathtub dengan senyum cerah saat ia membayangkan hal gila yang ia lakukan semalam dengan Mikha Mahesa. Ia bercinta di kolam renang milik asing di tengah gemuruh petir dan itu sungguh luar biasa. "Kau memang penuh kejutan, Suamiku dan aku semakin mencintaimu"

__ADS_1


Aurora keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan jubah mandi. Lalu, ia duduk di sofa untuk menikmati bibir ayam dan cakue bersama dengan suami tercintanya. Mereka sarapan dengan. penuh canda tawa dan saling menyuapi. Aurora menoleh ke Mikha, "Kamu nggak mandi?"


"Sudah, dong. Pantang bagi Mikha Mahesa keluar kamar, beli sarapan, tanpa mandi dulu, cih!"


"Iya, suamiku memang top dan selalu wangi" Aurora merangkul leher Mikha dan mengecup bibir Mikha.


"Kau suka?" Tanya Mikha dengan seringai khasnya"


"Iya, aku sangat suka. Aku suka cowok rapi dan wangi"


"Kalau begitu aku tanya sama kamu. Kamu suka aku pakai jaket kulit dan jins belel atau aku pakai kemeja dan celana kain?"


"Boleh aku jujur?"


"Hmm" Mikha menganggukkan kepala dengan wajah sangat serius.


"Aku lebih suka kamu pakai kemeja dan celana kain. Walaupun pakai kaos oblong, jaket kulit hitam, dan jins belel keren juga. Tapi, aku lebih suka lihat kamu pakai kemeja dan celana kain"


"Oke. Kalau begitu nanti setelah pulang dari acara kamu, temani aku belanja kemeja dan celana kain" Mikha tersenyum ke Aurroa tatapan penuh cinta.


"Setuju, dong" Aurora kembali mengecup bibir Mikha.


Aurora kemudian bangkit berdiri untuk memakai baju. Aurora memakai celana kain berwarna cokelat Khaki dan dipadukan dengan blus berwarna abu-abu dan saat Aurora ingin mengucir kuda rambutnya, Mikha langung bangkit berdiri dan menyemburkan, "Big no! Jangan kamu kucir kuda rambut kamu. Biarkan tergerai" Lalu, Mikha memeluk Aurora dari arah belakang.


Pemuda tengil itu mencium pipi Aurora, berbisik, "Kamu cantik banget pagi ini" Kemudian, ia menyematkan cincin berlian di jari manis tangan kanannya Aurora.


Aurroa tersentak kaget saat ia menatap jarinya yang sudah dihiasi cincin berlian.


Mikha berbsisik di telinga Aurora, "Itu cincin pernikahan kita. Aku membelinya dengan penuh perasaan dan merogoh kocek sangat dalam. Kamu harus memakainya terus! Jangan dilepas!"

__ADS_1


Aurroa masih bergeming.


__ADS_2