Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Degup jantung


__ADS_3

Shasha dan Marco bersenang-senang di kebun buah milik Mikha. Setelah memetik banyak buah, Shasha mengajak Marco masuk ke dalam rumah untuk membuat jus.


"Lho, Mama dan Om Marco ke mana Tante?" Tanya Marco sambil membantu Shasha mencuci buah-buahan yang sudah mereka petik.


"Mama kamu dan Om Mikha sedang mencari buah yang nggak ada di kebun sini"


"Kok, Marco nggak diajak?"


"Tempatnya jauh dan naik kuda. Berbahaya untuk kamu. Nanti sore Om Mikha bilang sama Tante kalau dia akan mengajari kamu naik kuda poni. Om Mikha punya kuda poni"


"Benarkah? Aku mau belajar naik kuda poni"


"Oke. Kita bikin jus dulu terus nanti sore kamu bisa belajar naik kuda poni"


"Baik, Tante"


Brandon mendengus kesal dan mendorong Angela sambil menggeram, "Jangan dekati aku lagi!"


"Kenapa? Apa.kamu tidak merindukan aku?"


"Menjauh lah dariku! Rora sudah tahu soal kemarin. Saat ini Rora butuh waktu untuk menenangkan diri. Aku tidak mau membuat kesalahan lagi"


"Kenapa kau tidak ceraikan saja dia, hah?! Aku saja berani memutuskan pertunanganku dengan Mikha. Kenapa kamu tidak berani bercerai dengan Istri kamu. Kita saling mencintai, kan? Penyatuan raga kita kemarin adalah bukti kalau kita saling mencintai"

__ADS_1


"Hentikan! Aku mencintai Rora. Pergilah!" Brandon mendorong Angela sampai gadis itu keluar dari kantornya, lalu dengan cepat Brandon menutup pintu dan menguncinya.


Angela menendang pintu dan berteriak, "Aku akan nekat merebut kamu, Brandon! Karena aku mencintaimu!"


Brandon yang bersandar di daun pintu menghela napas panjang dan bergumam, "Kau ke mana Rora? Kenapa kau bawa Marco pergi? kau akan kembali bersama Marco, kan?"


Makanan yang dipersiapkan Mikha bukanlah makanan biasa. Ikan bakar itu dibakar dengan bumbu ala kadarnya, tapi rasanya melebihi rasa ikan bakar yang ada di restoran-restoran mewah.


"Kamu tadi udah buat sandwich ayam dengan wijen dan salad kentang yang lezat. Sekarang kau bikin ikan panggang seenak ini. Tangan kamu memang ajaib Mikha bisa melakukan segala hal"


"Iya. Tanganku bisa melakukan segala hal" Mikha berkata sembari menatap dada Aurora.


Aurora mendelik dan memekik, "Dasar mesum!"


Mikha terkekeh geli lalu berkata, "Mesum hanya sama kamu nggak papa, to. Lagian aku juga pernah melakukan lebih dari tatapan ini"


Mikha tersenyum geli melihat tingkah Aurora. Lalu, pria tampan itu memakan ikan bakar yang ada di depannya sambil berkata, "Apa keputusan kamu dengan Brandon. Kak Shasha sudah cerita semuanya ke aku. Dia memang brengsek. Dari dulu ia brengsek, Bee. Dia hanya memiliki sikap sopan dan wajah sendu. Semua orang mengira dia lebih baik dariku karena dia punya sikap sopan dan wajah sendu"


Aurora menoleh kaget ke Mikha dan langsung menggeram, "Dasar Shasha pengkhianat. Kenapa Shasha ceritakan semuanya ke kamu?"


Mikha terkekeh geli dan berkata, "Jangan salahkan Kak Shasha Iia berpihak padaku setelah tahu kalau aku lebih tulus sama kamu dibandingkan Brandon. Aku menyukai dukungannya Kak Shasha dan aku tidak menyia-nyiakan dukungan itu"


"Entahlah. Aku merasa jijik dengan Brandon karena dia sudah tidur dengan wanita lain. Tapi, aku juga tidak bisa memisahkan Marco dari Brandon"

__ADS_1


"Dan kau akan mengorbankan perasaan kamu?" Mikha berkata sembari membukakan tumbler berisi air mineral untuk Aurora.


"Terima kasih" Ucap Aurora sembari menerima Tumbler itu lalu menyesapnya sebentar dan memberikannya kembali ke Mikha.


Mikha menerima Tumbler itu dan menyesapnya tepat di bekas bibir Aurora. Seketika Aurora memekik, "Mikha! Itu bekas bibirku"


"Kenapa? Kita bahkan dulu sering berciuman dengan sangat liar"


"Mikha!" Aurora terkesiap kaget, lalu berkata, "Sekarang, kan, beda. Aku adalah Istri orang, Mikha"


"Bagiku kau tetap sama. Nggak ada yang berbeda. Nggak ada satu pun yang tampak berbeda darimu"


Saat Mikha menggeser pantatnya untuk bisa duduk berdekatan dengan Aurora, wanita itu refleks bangkit berdiri dan bersandar di pohon.


Aurora memasukkan buah blueberry ke dalam mulutnya dan mengunyah dengan malas sambil mengamati Mikha yang menghela napas panjang lalu merentangkan tubuh di atas selimut. Aurora merasa lemas, tetapi semua indranya tetap terjaga dengan baik. Dia merasa sedikit mengantuk karena kekenyangan dan juga sinar matahari yang cerah dan hangat yang menerpanya.


Mikha tiba-tiba menepuk perutnya yang rata, "Menurutmu bentuk tubuhku cukup bagus tidak?"


Karena jengkel terus menerus mendapat godaan sensual dari Mikha, Aurora beringsut mendekati Mikha dan dengan nakal ia menarik ujung kaosnya Mikha hingga keluar dari pinggang celana jinsnya. Lalu Aurora mengangkat ujung kaos itu dan mengintip ke dalam sambil berkata, "Aku rasa kau cukup atletis. Puas kau sekarang?!" Aurora merapikan kembali kaosnya Mikha dan saat ia mengangkat wajahnya dan bersitatap dengan Mikha, wanita itu seketika menyesali tindakannya.


Aurora mematung saat Mikha menatapnya dengan intens dan tatapan itu penuh dengan gairah. Aurora terkesiap saat Mikha menggenggam tangannya dan berkata, "Sentuhlah aku, Bee!" Suara Mikha yang lembut menghipnotis Aurora dan membuat Aurora melakukannya.


"Lepaskan ikatan rambutmu! Kau lebih cantik dengan rambut tergerai liar. Bebaskan dirimu saat ini, Bee. Bebaskan semua ikatan yang ada di diri kamu!"

__ADS_1


Aurora merasakan sinar matahari terjebak di dalam rambutnya dan dia merasakan punggungnya terasa panas. Itu karena sinar matahari atau karena gairahnya sendiri? Mata Aurora tidak mampu beralih dari tatapan Mikha dan hal itu membuat Aurora takut pada gairahnya sendiri.


Degup jantungnya beradu kencang dengan degup jantung Mikha.


__ADS_2