
Mikha menunggu mengirim pesan text ke Aurora, aku menunggu kamu di mobil.
Ting! Pesan text masuk ke telepon genggamnya Mikha, kenapa kau tidak menghadiri acara penyambutan mahasiswa baru sore ini? Acara hampir dimulai. Cepatlah kemari!
Mikha mendengus kesal sambil mengetik, aku malas berada di tengah keramaian formal macam itu, cih!
Ting! Pesan text masuk kembali ke telepon genggamnya Mikha, tapi, kamu harus datang. Kamu mendapatkan predikat mahasiswa unggulan dan harus baik ke podium untuk menerima piagam penghargaan
Mikha menarik napas dan menghembuskannya dengan kelas, lalu ia membalas pesan text dari Aurora itu, kamu aja yang mewakili aku menerima piagam penghargaan itu.
Ting! Pesan text masuk ke telepon genggamnya Mikha, kamu gila, hah?! Kalau tiba-tiba aku maju dan menerima piagam penghargaan milikmu, maka semua dosen akan bertanya ke aku, apa hubunganku dengan kamu? Nggak! Kamu harus datang ke sini. Cepat! Aku udah bawakan baju ganti di bagasi. Ganti baju kamu!
Mikha menggeram kesal dan kembali mengering pesan text, apa yang akan aku dapatkan kalau aku menuruti semua perintah kamu?
Ting! Pesan text dari Aurora kembali terpampang nyata di layar telepon genggamnya Mikha, aku akan memuaskan kamu.
Mikha menyeringai senang dan langsung membalas pesan text dari istrinya itu dengan emoticon love.
Lalu, dengan wajah penuh semangat, ia membuka bagasi dan dengan santainya berganti baju di depan bagasi. Dia mengenakan kemeja berwarna cokelat terang dan celana kain berwarna cokelat tua plus sepatu yang berwarna senada dengan celana kainnya. Lalu, Mikha menyemprotkan parfum mahalnya ke seluruh baju dan menutup bagasi, mengunci mobil dengan remote, kemudian bocah tengil yang tampan itu melangkah santai menuju ke kampus
Banyak mata memandang Mikha Mahesa karena selama masuk kuliah, bocah tengil itu tidak pernah mengenakan kemeja dan celana kain.
Semua orang memuji penampilan Mikha Mahesa dan Aurora yang berjalan di belakang Mikha, berbisik cepat, "Pilihanku tepat, kan? Kemejanya oke banget untuk kamu pakai"
Mikha sontak menoleh ke belakang dan dia menghela napas kecewa karena Auroa sudah tidak ada di belakangnya. "Cepat sekali ia menghilang?"
"Siapa?" Tanya Dave dan teman-temannya Mikha.
Mikha tersentak kaget dan kembali menatap ke depan untuk berkata, "Lupakan saja!"
Seorang mahasiswi nekat menyeruak masuk di lingkaran teman-temannya Mikha, "Hai! Aku Celestia Dunn. Aku ingin berkenalan dengan kamu, boleh?" Gadis yang mengaku bernama Celestia Dunn itu menunjuk Mikha Mahesa.
Mikha Mahesa langsung berbalik badan dengan cepat dan pergi meninggalkan semuanya begitu saja tanpa mengucapkan kata apa pun.
__ADS_1
"Hei! Kenapa malah ngeloyor pergi! Siapa nama kamu, hei!" Teriak gadis yang bernama Celestia Dunn itu.
Dave langsung menoleh ke gadis cantik itu dan berkata, "Aku Dave"
Gadis yang bernama Celestia Dunn itu langsung mendengus kesal ke Dave dan berkata, "Nggak nanya!" Lalu, gadis itu pergi meninggalkan Dave begitu saja.
"Aku juga nggak nanya" Sahut Dave dengan kesal.
Teman-temannya Dave langsung tertawa melihat tingkah dan selorohannya Dave.
Sementara itu Mikha yang membenci kemeja berkali-kali berbalik badan dengan cepat dan mendengus kesal saat ada beberapa mahasiswi mencegatnya dan meminta nomer ponselnya.
"Sial! Udah bikin gerah nih kemeja, malah banyak yang menyukai aku pas pakai kemeja ini. Emang brengsek kemeja ini, cih!" Mikha menarik kesal kedua kerah kemeja yang ia pakai.
Aurora meminta beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang akan menerima piagam penghargaan untuk duduk di bangku nomer dua. Dan saat Aurora berkata ke Mikha Mahesa, "Ini kursi kamu. Duduklah di sini!" Mikha menunduk dan berbisik di telinga Aurora, "Karena kemeja ini, banyak cewek menggangguku. Kau harus benar-benar memuaskan aku nanti!"
Aurora tersentak kaget dan refleks ia mendorong Mikha sampai bocah itu terjatuh di kursi dan mengaduh pelan.
Aurora meringis kesal ke Mikha saat bocah tengil itu melotot. Wanita itu kemudian segera menatap ke semua muridnya dan berkata, "Kalian akan dipanggil satu per satu nanti"
"Kenapa kamu kesal? Kamu akan menerima piagam penghargaan. Aku juga akan menerima piagam penghargaan di bidang seni. Kalau kamu di bidang apa?" Tanya mahasiswa yang duduk di sebelahnya Mikha Mahesa.
Mikha menoleh tajam ke mahasiswa tersebut dan dengan wajah tengil ia berkata, "Jangan ceriwis dan jangan ganggu aku!"
Mahasiswa tersebut langsung menatap ke arah depan dan membatin, galak bener dia.
Acara pun dimulai. Mikha tersenyum tipis saat ia melihat istrinya naik ke podium sebagai Master of Ceremony acara penerimaan mahasiswa baru yang tertunda dan baru sempat diselenggarakan sore itu karena kesibukan para dosen dan rektor.
Eh! Ternyata aku dan dia pakai kemeja yang senada. Kita couple-an? Mikha membatin dan dengan seringai senang dia menunduk, mengelus kemejanya dan bergumam, "Aku tidak jadi mengutuk kamu wahai kemeja. Aku menyayangi kamu karena ternyata kita couple-an"
Mahasiswa yang duduk di sebelah Mikha menoleh ke Mikha dan refleks bertanya, "Kenapa kau bicara sama kemeja kamu? Kau sakit, ya?"
Mikha menggeram dan melotot ke mahasiswa itu sambil berkata, "Jangan be.....ri......sik! Urus saja urusanmu sendiri, cih! Ganggu aja!"
__ADS_1
Mahasiswa tersebut langsung menatap kembali ke depan dan membatin, hiks,hiks,hiks, kenapa aku harus duduk bersebelahan dengan orang aneh ini? Tampan sih, iyes. Keren, juga pas.Tapi, sepertinya, kok, nggak waras, ya.
Mikha teesu tersenyum senang melihat kemeja berwarna senada yang ada di balik blazer hitamnya Aura. Lalu, pemuda tengil itu membatin, wah! Istriku memang keren. Kapan dia beli kemeja couple ini? Dan dia bisa ngerti ukuranku? Wah! Dia benar-benar keren.
Mikha tersentak kaget saat ia merasakan bahunya ditepuk oleh mahasiswa yang duduk di sebelahnya.
Mikha menoleh tajam ke mahasiswa itu dan langsung menggeram, "Kau mau aku kasih bogem mentah, hah?! Kenap dari tadi terus menggangguku?!"
"Bukan begitu. Tapi, kamu dipanggil maju ke depan. Nama kamu Mikha Mahesa, kan?" Mahasiswa itu menatap Mikha dengan wajah ketakutan.
"Oh! Bilang, dong dari tadi" Mikha bangkit berdiri dan melangkah maju ke podium dengan santainya.
Setelah Mikha berdiri di podium, giliran mahasiswa yang duduk di sebelahnya Mikha yang dipanggil untuk naik ke podium dan seterusnya sampai deret dua bangku tersebut kosong dan semua mahasiswa pun mahasiswi berprestasi di minat dan bakat mereka masing-masing naik semua ke podium untung menerima piagam. penghargaan.
Mikha menerima penghargaan tertinggi. Dia menduduki peringkat pertama sebagai mahasiswa paling berprestasi.
Setelah semua mahasiswa dan mahasiswi berprestasi kembali duduk di tempat duduk mereka masing-masing, acara berlanjut ke ramah tamah.
Mahasiswa yang duduk di sebelahnya Mikha menoleh ke Mikha dan berkata, "Selamat, ya"
Mikha menyambut ukuran tangan mahasiswa itu dan hanya mengulas senyum tipis tanpa mengucapkan terima kasih dan tanpa mengucapkan selamat untuk penghargaan yang sudah diraih oleh mahasiswa tersebut.
Tiba-tiba saja, terdengar bunyi gubrak! Mikha sontak menatap ke depan.
Mikha berlari dengan kencang dan langsung mendorong pak Bagas yang ingin membopong Aurora dan bocah tengil itu langsung menoleh tajam ke pak Bagas untuk berkata, "Saya yang akan membawa Bu Rora ke rumah sakit. Anda pria dan Bu Rora wanita, pria dan wanita tidak baik saling bersentuhan, cih!" Lalu, Mikha melengos, membopong Aurora dengan santainya, dan melangkah lebar melintasi Pak Bagas dan semua dosen yang berdiri di samping panggung sambil terus membopong Aurora.
Aurora mendelik ke Mikha, "Kenapa kau membopongku? Kalau ada yang nanya kenapa kau membopongku?"
"Jawab saja karena rasa kemanusiaan kalau kamu masih belum mau mengumumkan hubungan kita. Lagian, kenapa kau bisa jatuh dari atas podium? Kenapa kau cerbih banget sampai membuat kaki kamu yang sangat berharga terkilir?" Mikha menunduk menatap Aurora dengan menyipitkan mata dan cemberut.
"Hei! Jangan salahkan aku! Salahkan sepatunya! Sepatu ini aku beli dengan sangat mahal, tapi kenapa kualitasnya jelek banget. Heelsnya bisa lepas dan membuatku jatuh terkilir tadi"
"Makanya jangan berdandan berlebihan! Pakai sneakers aja lain kali. Lagian kamu berdandan berlebihan untuk siapa, hah?! Untuk Pak Bagas?"
__ADS_1
Aurora hanya bisa menghela napas panjang.