Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Tergelak


__ADS_3

"Kita pulang aja! Kenapa kau bawa aku ke sini?" Aurora menoleh ke Mikha saat bocah tengil itu menghentikan. mobil di depan pelataran IGD sebuah rumah sakit swasta.


"Aku nggak mau ambil resiko atas kaki istriku. Kaki kamu itu sangat berharga, Andi harus diperiksa dengan baik-baik" Mikha langsung melompat turun dan langsung berlari mengitari mobil dia ingin segera membopong Aurora sebelum perempuan itu melarikan diri


Aurora benci pergi ke rumah sakit. perempuan itu tidak tahan dengan bau rumah sakit dan ia takut sama jarum suntik.


Mikha turunkan aku! Kakiku tidak apa-apa" Aurora menggerak-gerakkan kedua kakinya.


"Pokoknya harus diperiksa dulu secara menyeluruh oleh seorang dokter baru lah aku percaya kalau kaki kamu tidak apa-apa dan kalau kenapa-kenapa, besok nggak usah berangkat ke Lombok. Pamit sama rektor kamu!" Mikha berucap sembari terus membopong istrinya dan melangkah lebar masuk ke IGD rumah sakit swasta tersebut.


Aurora merengut saat Mikha mendudukkan dia di sebuah bilik kosong, lalu bocah tengil itu menutup tirai dan berteriak, "Tolong periksa Istri saya! Dia butuh pertolongan segera!"


Seorang dokter dan perawat berlari masuk ke bilik yang ditunjuk oleh Mikha. Mikha menarik lengan dokter cowok dan bertanya, "Jangan Anda yang memeriksanya!"


"Kenapa?" Dokter cowok itu menarik lengannya lalu bersedekap di depan Mikha.


"Karena saya pengennya yang memeriksa Istri saya adalah dokter cewek dan bukan dokter cowok" Mikha ikut bersedekap di depan dokter cowok itu.


Dokter cowok itu mendengus kesal dan berkata, "Hanya ada satu dokter di IGD dan itu aku. Kalau kamu ingin Istri kamu segera ditangani maka.........."


"Kalau gitu aku akan ikut masuk" Mikha langsung nyelonong masuk.


Dokter cowok itu meraup kasar wajahnya, lalu menutup gorden, dan langsung memeriksa wanita cantik yang masih duduk di tepi ranjang dengan memakai sandal jepit rumahan.


"Mana yang cidera?" Tanya dokter tersebut.

__ADS_1


"Kaki saya, Dok. Tapi, saya rasa nggak papa"


"Oh, yang merah ini ya?" Dokter tersebut menyentuh mata kaki sebelah kanannya Aurora dan Mikha langsung menyemburkan, "Jangan kelamaan memegang kaki cantik Istri saya!"


Aurora langsung mendelik ke Mikha. Mikha langsung menyipitkan mata, cemberut dan mengepalkan kedua tangannya untuk menahan kecemburuannua. Sedangkan dokter yang memeriksa kaki Aurora mengabaikan bocah tengil yang sedang cemburu nggak jelas itu.


Kemudian dokter tersebut menegakkan badan dan berkata ke Aurora, "Kaki Anda baik-baik saja. Hanya memar. Saya akan kasih salep anti memar dan........."


Mikha langsung merebut salep dari tangan dokter sambil berkata, "Saya yang akan oleskan salep ini ke mata kaki Istri saya. Bisa tolong Anda minggir sebentar, Dok?"


Dokter tersebut menghela napas panjang lalu melangkah mundur untuk memberikan tempat ke Mikha. Mikha kemudian berdiri di depan Aurora dan mengoleskan salep itu ke mata kaki Aurora dengan penuh kelembutan. Lalu, bocah tengil itu berbalik badan untuk menyerahkan salep ke dokter tersebut sambil berkata singkat, "Terima kasih"


Dokter tersebut menyerahkan salep ke perawat dan berkata ke Aurora, "Anda boleh pulang setelah Anda menerima resep dari saya. Saya akan tulis resep untuk Anda sebentar"


"Baik, Dok. Terima kasih" Sahut Aurora dengan tersenyum dan Mikha langsung mendelik ke Aurora, "Nggak usah pakai senyum!"


Mikha langsung membopong Aurora dan berkata di depan meja dokter jaga IGD itu, "Saya bawa Istri saya ke mobil dulu"


Dokter itu menganggukkan kepalanya sambil menyiapkan obat untuk Aurora.


Mikha membawa Aurora kembali ke mobil. Setelah memastikan Auroa aman dan nyaman di dalam mobil, bocah tengil itu bergegas kembali ke dalam ruang IGD untuk mengambil resep dan berkata, "Terima kasih" Lalu, pergi.


"Menyebalkan banget bocah tadi. Tapi, Istrinya memang sangat cantik. Pantas aja, sih, kalau dia cemburuan dan posesif" Gumam dokter jaga IGD itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mikha melajukan mobil jeepnya tanpa berkata-kata.

__ADS_1


Aurora menoleh ke Mikha, "Kamu marah?"


Mikha menggelengkan kepalanya tanpa berkata-kata dan tanpa menoleh sekilas pun ke Aurora.


"Baiklah. Kalau kamu mau diam seribu bahasa, maka aku juga akan diam seribu bahasa dan wanita itu lebih betah ngambek daripada pria, lho. Kamu harus ingat itu"


Mikha langsung meminggirkan mobilnya di jalan yang sepi. Melepas sabuk pengamannya dan langsung melompat di atas tubuhnya Aurora, lalu berkata, "Kalau kamu ngambek maka aku akan lakukan ini ke kamu" Mikha memagut bibir Aurora sambil melepas sabuk pengamannya Aurora.


Mikha kemudian mengajak Aurora pindah ke bangku belakang. Dia kemudian mencari posisi yang nyaman. Akhirnya dengan cepat Mikha mengajak Aurora bercinta di dalam mobil Anda dengan saling bertukar posisi. Mikha berada di atas di ronde pertama dan di ronde kedua Aurora yang berada di atas. Tapi, tetap dengan posisi salah satu melakukannya dengan duduk.


Kemudian Mikha mengajak Aurora pindah ke bangku depan. Dia mendorong kursi depan ke belakang hingga posisi maksimal. Kemudian pasangan dia menatap Aurora yang berada di atasnya. Dia meminta Aurora untuk menghadap kaca mobil bagian depan. Mereka bercinta kembali di ronde ketiga dan Aurora melakukannya sambil berpegangan pada dashboard mobil. Mikha memekik riuh, "Astaga! Kau sangat luar biasa, Istriku! Rora! Kau sangat luar biasa!"


Beberapa menit kemudian, Mikha membantu Aurora merapikan baju dan rambut setelah itu ia memakai sendiri semua bajunya dan segera melajukan kembali mobil Jeep mahalnya yang kokoh dan memiliki kaca reflektif, jadi aman dan nyaman untuk dipakai bercinta kapan saja asalkan bisa menemukan tempat yang sepi.


Aurora menoleh ke Mikha dan tersenyum lebar lalu berkata, "Tiga ronde yang sangat singkat, tapi sangat dalam. Aku sangat menyukainya Mikha" Aurora.mengelus rambut Mikha.


Mikha menoleh sekilas ke Arurora dan berkata, "Itu tadi aku yang memuaskan kamu. Nanti di rumah barulah aku akan menagih janji kamu untuk memuaskan aku"


"Apa?! Bisa remuk badanku" Aurora mendelik kaget.


Mikha sontak tertawa lalu sambil mengelus rambut Auroa ia berkata, "Apa hanya itu di otak kamu, hah?! Dasar mesum!"


"Hei! Siapa yang mesum di sini, hah?! Enak saja" Pekik Aurora kesal.


"Kamu lah. Memangnya kata memuaskan hanya identik dengan itu? Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk memuaskan aku. Seperti memasak makanan kesukaan aku, membuatkan atau menyiapkan sesuatu yang aku suka. Bisa juga dengan mengajak aku nonton konser musik, dan masih banyak lagi, kan?" Mikha menoleh sekilas ke istri cantiknya dengan mengulum bibir menahan geli.

__ADS_1


Aurora langsung memalingkan wajahnya karena malu dan Mikha langsung tergelak geli.


__ADS_2