
Di dalam langkah kecilnya menuju kamar tidur, Mikha terus membopong Aurora dan tidak berhenti mengajak Aurora berciuman. Ciuman Mikha tidak menuntut. Ciuman pria tampan itu sangat lembut dan membuat Aurora tersihir di dalamnya.
Mikha menurunkan Aurora di lantai kamar tidurnya dan saat Mikha menunduk ingin memagut bibir Aurora, wanita cantik itu melangkah mundur, menahan dada Mikha, dan berkata, "Aku harus. Aku ingin minum minuman soda. Kau punya?"
Mikha menegakkan wajahnya kembali dan menatap Aurora sejenak. Kemudian pria tampan dengan rambut keriting berombak yang sudah tampak sedikit gondrong itu menganggukkan kepala dan berkata, "Aku punya. Sebentar aku ambilkan"
__ADS_1
Aurora kemudian duduk di tepi ranjang dan menghela napas panjang setelah itu ia bergumam, "Apa aku sudah siap menyerahkan hati, jiwa, dan tubuhku, untuk Mikha sepenuhnya malam ini?"
Sementara itu Mikha yang tengah melangkah pelan ke lemari es besar yang tertanam di tembok rumah yang ia sewa dan tempati, bergumam di dalam hatinya, apakah Rora berharap aku tidak akan tidur dengannya sebelum Rora merasa siap? Atau apakah aku terlalu tergesa-gesa karena aku sudah menunggu terlalu lama saat seperti ini? Mikha menginginkan segalanya sempurna untuk Aurora.
Mikha berdiri di depan lemari es, yang biasanya menyimpan minuman soda, beberapa kaleng bir dengan kader alkohol rendah, dan makanan ringan. Mikha melihat bunga mawar yang ia beli tadi pagi memenuhi lemari es. Mikha kemudian mengambil beberapa kuntum mawar untuk ia masukkan ke dalam vas. Lalu, ia letakkan vas itu di atas nampan bersama satu dua botol minuman soda dan dua gelas kaca yang biasanya dipakai untuk Kibum sampanye. Mikha kemudian membawa nampan itu ke kamar tidur sambil berbisik ke dirinya sendiri, "Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk aku dan Rora, dan aku akan memastikan kami berdua akan menggelepar kehausan nanti"
__ADS_1
Mikha berhenti tiba-tiba di depan pintu. Kakinya yang tampak alas kaki bahkan ridak merasakan dinginnya lantai ubin keramik. Dinginnya lantai ubin keramik dikalahkan dengan debaran kencang yang terasa panas di dada Mikha. Ketidakpercayaan yang melanda Mikha membuat Mikha tidak bisa merasakan apa-apa kecuali debaran jantungnya sendiri.
Botol berisi minuman soda mulai mengalami kondensasi. Bunga mawar pun mulai tampak berembun. Dan Mikha tetap hanya berdiri menyaksikan debu-debu tipis mendarat ke lantai ubin keramik.
Aurora yang tengah asyik melamun di tepi ranjang, menoleh pelan ke arah pintu saat ia merasakan ada seseorang yang berdiri di sana. Aurora bersitatap dengan Mikha dan keduanya justru mematung.
__ADS_1
Aurora masih merasa takut kalau ternyata ia belum siap dan itu akan membuat Mikha kecewa. Tapi, Aurora juga tidak mampu meninggalkan Mikha malam ini. Aurora tidak mampu bangkit berdiri dan melangkah keluar dari kamar tidurnya Mikha. Aurora sangat merindukan Mikha, kasih sayang Mikha yang lembut dan penuh gairah, kebaikan Mikha, dan kehangatannya. Apakah Mikha akan tetap lembut, hangat, dan baik setelah malam ini? Aurora terus menatap Mikha dalam kebekuan begitu juga dengan Mikha.