Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Pernikahan


__ADS_3

Mikha membawa botol anggur dan setelah menenggaknya, Mikha menoleh ke Dave dengan sorot mata lelah, "Belum ketemu juga?"


"Belum. Istri kamu itu sangat pandai bersembunyi. Aku tidak menyangka kalau Istri kamu ternyata seorang pendendam" Sahut Dave dengan sorot mata putus asa.


Mikha menenggak kembali botol anggur yang masih dia pegang, kemudian ia berkata ke Dave, "Baiklah. Aku akan kabulkan permintaanya. Aku akan menceraikannya"


Mikha akhirnya resmi bercerai dengan Aurora Zeto dan dia langsung menemui papanya untuk membahas masa depannya. Bocah yang biasanya selalu menentang keinginan papanya, saat ini dia langsung menyetujui permintaan papanya untuk pergi ke Amerika melanjutkan studinya di jurusan bisnis. Mikha meninggalkan kampus yang penuh kenangan itu dan melanjutkan hidupnya dengan bidang pendidikan yang baru. Dia ingin menjadi orang sukses dan bisa berdiri di depan Aurora kembali sebagai orang yang bisa diandalkan. Untuk itulah ia menyetujui permintaan papanya untuk meneruskan studi di Amerika.


Aurora menerima surat perceraiannya saat ia tengah menikmati kopi di teras belakang apartemen yang dia sewa selama ia tinggal di Jerman untuk menenangkan diri. Dia nyaman berbincang dengan pria yang bernama Brandon, namun ia masih menjaga jarak. Dia hanya mengobrol biasa dan benar-benar memasang tembok. Dia tidak mempercayai laki-laki lagi. Cukup sudah dia dikecewakan oleh dua orang laki-laki, pikirnya.


Akan tetapi, Brandon yang sudah kadung jatuh cinta berat dengan Aurora Zeto, terus mencari cara dan waktu untuk bisa selalu bertemu dan mengobrol dengan wanita cantik itu. Seperti yang dia lakukan di sore hari nan cerah. Brandon berhasil menemukan alamat apartemennya yang ditempati oleh Aurora dan pria itu mengetuk pintu apartemen itu dengan wajah penuh senyum dan jantung berdetak kencang.


Kebaikan hati Brandon, kesabaran, dan kedewasaan cinta sejati dal tulus yang Brandon berikan ke Aurora Zero akhirnya berhasil menembus tembok pertahanannya wanita cantik itu. Aurora akhirnya bersedia dipersunting oleh Brandon Mahesa setelah ia menjalin hubungan teman tapi mesra selama satu tahun di Jerman bersama Brandon Mahesa.


Aurora Zeto merasa bisa mengirup udara segar kembali saat ia menemukan pria bermarga Mahesa yang lain. Mahesa yang lebih baik, lebih bijak, lebih dewasa, dan mencintainya dengan ketulusan yang dewasa, tidak egois juga tidak menuntut.


Enam tahun kemudian.................


Pernikahannya dengan Brandon Mahesa mendapatkan restu dari kedua orang tua. Bahkan saking bahagianya, Bisma Mahesa menghadiahkan vila besar dan mewah yang berada di pinggir kota yang menjadi tempat tinggal bagi Aurora dan Brandon.


Kehidupan rumah tangga yang stabil, memiliki satu putra berumur lima tahun yang sangat tampan dan memiliki suami yang setia juga sangat tampan, membuat Aurora seharusnya berkata, hidupnya sangat bahagia.

__ADS_1


Seharusnya begitu. Namun, sejak melahirkan, Brandon meminta Aurora untuk menjadi ibu rumah tangga dan itu membuat Aurora lama kelamaan merasa ada yang hilang di dirinya. Aurora merasa ada yang hampa di hidupnya.


Di sore hari yang cerah, Shasha main ke vilanya Aurora dan langsung disambut tawa riang Marco Mahesa, putra tampannya Aurora Zeto dan Brandon Mahesa


Shasha yang gemar sepak bola selalu diajak bermain sepak bola di halaman belakang dan Shasha selalu mengalah, ia selalu membiarkan Marco lebih banyak memasukkan bola ke gawangnya.


Brandon pulang dan langsung menggantikan Shasha bermain dengan Marco sedangkan Shasha masuk ke dalam vila dan langsung menuju ke dapur untuk membantu Aurora memasak.


"Kau tahu, Rora, Sayangku, kau selalu beruntung di dalam mendapatkan cowok. Cowok kamu selalu saj tampan dan keren" Ucap Shasha dengan senyum jahilnya.


"Iya. Tapi, Brandon adalah yang terbaik dari semuanya" Sahut Aurora sambil menatap suaminya yang tengah bermain sepak bola dengan putranya dari jendela dapur yang mengarah ke halaman belakang.


"Aku setuju. Brandon sangat keren. Dia pengusaha paling tampan tahun ini dan banyak digandrungi kaum hawa di luaran sana. Kau harus mewaspadai suami kamu. Brandon sangat tampan, sangat kaya, dan keren" Sahut Shasha sambil memasukkan Ingkung ayam ke dalam oven.


"Yeeeeaahhh, itulah kenapa aku mengatakan kalau kamu beruntung, Sayang. Tapi, kenapa akhir-akhir ini aku lihat kamu lesu dan kurang bahagia. Senyum kamu bisa berbohong, tapi aku sangat mengenali sorot mata kamu, Rora, Sayangku" Ucap Shasha sambil menumis sayur brokoli segar di atas wajan anti lengket.


"Aku memang memiliki suami yang sempurna. Tampan, gagah, kaya raya, setia. Tapi, dia, emm............" Aurora mematikan kompor dan tertegun di depan kompor.


"Dia, emm, apa, Rora?" Shasha ikutan mematikan kompor dan menoleh ke Aurora dengan wajah penuh tanda tanya.


"Dia tipe pria yang gampang puas dan merasa sudah nyaman dengan kehidupannya di umurnya yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun dan dia tidak menyukai tantangan. Dia bukan bad boy. Dia tidak ada pengalaman sedikit pun tentang apa itu liar dalam tanda kutip. Dia juga belum pernah berpacaran sebelumnya. Aku adalah yang pertama baginya dan itulah kenapa dia, emm..........."

__ADS_1


"Rora! Jangan membuatku mati penasaran! Katakan cepat ada apa?!" Shasha mulai berkacak pinggang dan mendelik kesal.


"Dia tidak hangat di ranjang. Emm, kami melakukannya secara rutin satu Minggu dua kali dan itu di hari Kamis dan Sabtu malam. Itu semacam kewajiban saja dan aku tidak merasakan apa-apa saat kau bercinta dengan Brandon. Aku hanya merasa itu rutinitas dan kewajiban saja. Selain di hari Kamis dan Sabtu, dia capek karena pulang larut malam. Aku lama kelamaan merasa bosan. Dan aku tiba-tiba merindukan masa laluku saat bersama dengan Mikha. Bukan merindukan Mikha, tapi aku merindukan liar dalam tanda kutip yang pernah aku alami saat bersama dengan Mikha dan aku ingin mengalaminya dengan Brandon bukan dengan Mikha" Aurora berkata sambil.menuangkan saos sambal buatannya ke dalam mangkuk saji.


"Kalian hanya melakukannya di ranjang? Tidak pernah melakukannya di tempat lain?" Shasha melongo kaget.


Aurora menganggukkan kepala dengan wajah sedih, lalu berkata, "Dan itu hanya kami lakukan di hari Kamis dan Sabtu"


"Kamu tidak meminta Brandon untuk melakukannya di tempat lain? Atau kamu bisa menyerangnya kapan saja kamu mau. Kamu bikin kejutan untuk dia selain di hari Kamis dan Sabtu dan ajak dia bercinta di dapur misalnya atau di kolam renang pas Marco tidur"


"Dia pria kolot. Dia merasa bahwa bercinta hanya boleh dilakukan di dalam kamar dan di atas ranjang dan kalau aku menyerang dia di suatu tempat secara dadakan dan


selain di hari Kamis dan Sabtu, maka dia akan menolakku dengan halus dan berkata kalau jangan di sini, nanti saja di kamar, tapi kemudian ia lupa atau kalau tidak dia akan bilang kalau ia sibuk, harus segera rapat, dan capek. Seharusnya itu bukan suatu masalah besar. Seharusnya aku syukuri saja semuanya. Tapi, entahlah Shasha. Aku merasa ada yang hilang di diriku. Aku juga bosan berada di rumah terus mengerjakan hal yang sama setiap hari. Aku butuh tantangan, Shasha"


"Kamu minta saja sama Brandon untuk melanjutkan kuliah S3 kamu atau kamu mengajar lagi. Dengan begitu kamu bisa mengurangi kebosanan kamu"


"Sudah. Tapi, Brandon berkata bahwa aku sudah setuju menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak, memasak, dan menunggu suami pulang dari kantor. Dan benar kata Brandon, kalau aku bekerja siapa yang akan mengurus Marco"


Sementara itu, Mikha Mahesa yang akhirnya pulang ke tanah air bersama dengan tunangannya mulai kesal saat ia mendengar ocehan ruangannya di dalam private jetnya, "Kita sudah bertunangan selama lima tahun. Tapi, kenapa kamu tidak pernah mau aku ajak berciuman"


"Aku mau bertunangan dengan kamu karena aku ingin membalas Kakakku dan memuaskan keinginan kedua orangtua kita. Pertunangan kita ini hanya pertunangan bisnis" Sahut Mikha dengan sikap acuh tak acuh.

__ADS_1


Lalu Mikha melihat ke jendela, mengabaikan tunangannya yang cemberut dan pemuda yang tampak semakin tampan di umurnya yang sudah menginjak dua puluh enam tahun itu, bergumam di dalam hatinya, kalau aku tidak mengetahui Brandon menikah dengan Rora, aku juga nggak akan mau bertunangan dengan cewek manja dan ceriwis kayak kamu, cih!


__ADS_2