Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Kecewa


__ADS_3

Saat masuk ke dalam halaman vila milik suaminya, Aurora menemukan suaminya menunggu di teras.


"Kau naik apa?"


"Taksi online. Sama Mikha


"Kenapa Mikha nggak masuk?"


"Entahlah"


Dia bahkan tidak cemburu aku pulang sama Mikha. Apa benar kalau dia mencintaiku selama ini? Batin Aurora perih.


"Kau darimana?" Brandon bertanya dengan nada santai.


"Dari taman"


"Oh" Sahut Brandon singkat masih dengan nada dan wajah santai.


Aurora diam dan berjalan melintasi Brandon.


Brandon menahan lengan Aurora dan kembali bertanya, "Apa kau tadi ke kantorku?"


Aurora menarik lengannya dan berkata, "Iya"


Brandon terkesiap kaget, "Kenapa kita tidak bertemu?"


Aurora memutar badan perlahan untuk menatap suaminya, "Karena aku tidak jadi masuk ke dalam ruang kerjamu"


"Apa kau ........." Wajah Brandon seketika pias.


"Iya. Aku melihat semuanya. Kau asyik bercinta dengan wanita lain dan sayangnya aku tidak melihat wajah wanita itu"


Brandon langsung memeluk tubuh istrinya dan berkata, "Itu hanya eksperimenku. Aku ingin mencoba menjadi bad boy. Aku belum pernah menjadi bad boy sebelumnya. Dan itu demi kamu. Demi kita" Brandon kemudian mencari bibir istrinya dan memagut bibir ranum itu.


Aurora meneteskan air mata. Setelah beberapa bulan Brandon menolak bercinta dengannya saat ini suaminya sangat menginginkannya, namun ironisnya suaminya menginginkannya setelah pria itu bercinta dengan wanita lain.


Teringat akan wanita lain, Aurora langsung mendorong dada Brandon dengan kasar dan berteriak kesal dengan derai air mata, "Jadi, aku hanya mendapatkan bekas di sini, hah?! Kamu habis bercinta dengan wanita lain dan sekarang menginginkan aku?"


Brandon melihat tangan Aurora mengancingkan kembali kancing blus yang terbuka.


Brandon menatap Aurora dengan tatapan penuh penyesalan, lalu pria itu berkata, "Aku sepertinya butuh sensasi sebelum menginginkan kamu, Sayang. Ayolah! Turuti keinginanku. Bukankah kau juga menginginkan bercinta denganku selama ini"


Aurora merasa jijik mendengar semua yang Brandon katakan. Lalu, entah apa yang merasukinya, wanita cantik itu berteriak, "Kau pikir aku hanya cadangan di sini, hah?! Kau pikir aku akan biarkan kau bercinta dengan wanita lain sebelum kamu mengingnkan aku, hah?! Kau sakit Brandon! Aku akan tidur di tempatnya Shasha dan aku butuh waktu untuk berpikir tentang pernikahan kita"


Aurora mendorong Brandon sampai pria itu jatuh terduduk di atas lantai dan dia berhasil mengambil kunci mobil dari saku kemejanya Brandon, alu ia berlari keluar rumah dan masuk ke mobilnya Brandon untuk tidur di rumah Shasha.

__ADS_1


Brandon bangkit berdiri sambil bergumam, "Tapi, aku hanya mencintaimu, Rora. Aku hanya mencintaimu"


Aurora sampai di rumah Shasha dan langsung memeluk Shasha dengan derai air mata. Setelah menceritakan semua keluh kesahnya tentang Brandon ke Shasha, Aurora akhirnya tertidur lelap.


"Sial! Aku salah mengenal Brandon. Ternyata dia lebih brengsek dan lebih egois daripada Mikha Mahesa" Gumam Shasha sambil menyelimuti Aurora.


Keesokan harinya, Aurora merasa pusing karena semalam ia terus menangis dan Marco menciumi wajah mamanya sambil berkata, "Mama istrirahat saja. Marco berangkat sekolahnya bareng Tante Shasha"


"Iya. Kamu istrirahat dulu biar nanti bisa datang ke acara peluncuran dan penandatanganan novel kedua kamu"


"Baiklah. Maaf merepotkan kamu lagi, Sha"


"Merepotkan apa. Nggak ada kata repot kalau itu untuk kamu dan Marco. Ayo Marco kita berangkat" Shasha menggandeng tangan Marco dan Marco melambaikan tangan ke mamanya


Aurora tersenyum dan berkata, "Mama cinta kamu"


Mikha menepati janjinya. Ia menjemput Marco.


Marco berlari girang saat ia tahu siapa yang menunggunya di halaman sekolah. Pria berumur lima tahun itu langsung melompat masuk ke dalam gendongan Mikha sambil berkata, "Marco senang ada Om Mikha di sini. Makasih udah jemput Marco, Om"


"Om juga senang bisa jemput kamu" Setelah mencium pipi Marco, Mikha menurunkan Marco dan berkata, "Om beli baju santai untuk kamu. Kita akan pergi ke acara peluncuran buku Mama kamu. Kamu ganti baju dulu pakai kaos dan celana santai biar nggak kegerahan nanti"


"Baiklah" Marco masuk ke jok belakang dan berganti baju di sana. Setelah selesai berganti baju, Marco keluar dan pindah ke jok depan sambil berkata, "Makasih, Om" Ucap Marco sambil memasang sendiri sabuk pengamannya.


Mikha tersenyum dan mengusap kepala Marco sambil berkata, "Sama-sama anak pinter. Om sayang banget sama kamu"


Mikha tersenyum lebar, lalu berkata, "Oke, kita ke acaranya Mana kamu"


"Iya. Semoga Mama bisa bertahan sampai acara selesai" Sahut Marco.


Mikha menoleh kaget ke Marco, "Memangnya Mama kamu kenapa?"


"Mama tadi pagi demam"


"Kok, kamu tahu Mama kamu demam? Kamu tidur di rumah Tante Shasha, kan?" Mikha menoleh sekilas ke Marco.


"Mama tidur di rumah Tante Shasha juga, Om"


"Oh" Mikha hanya bisa menyahut singkat.


Berarti benar. Rora ada masalah dengan Brandon. Batin Mikha.


"Besok tanggal merah, kan? Kamu libur sekolah, kan?"


"Iya"

__ADS_1


"Bagaimana kalau setelah acara Mama kamu ini kita pergi piknik"


"Hore! Iya, Marco mau, Om"


"Kamu suka pergi ke mana? Ke pegunungan atau ke pantai?"


"Pegunungan, Om. Yang ada kuda dan buah"


"Oke. Kalau begitu, Om akan ajak kamu dan Mama kamu ke perkebunan milik Om. Om punya dua ekor kuda dan seekor sapi juga lima ekor domba di sana. Ada anak anjing dan kuda poni juga. Terus ada buah strawberry dan jambu biji di perkebunan teh miliknya Om"


"Hore! Aku mau diajak ke sana Om. Marco suka hewan dan suka memetik buah"


"Kok kita bisa samaan lagi, nih" Mikha menoleh ke Marco dengan lebar dan langsung disambut tawa cerianya Marco.


Beberapa jam kemudian, Mikha sampai di depan Aurora sebelum acaranya dimulai.


Aurora menggendong Marco yang langsung nyerocos, "Ma! Aku mau ke perkebunannya Om Mikha setelah ini. Besok libur dan besoknya lagi juga libur. Kita menginap di perkebunannya Om Mikha sampai hari Minggu dan.........."


"Lho, lho, lho. Sebentar, Sayang. Siapa yang akan........"


Mikha terkekeh geli melihat kepolosan dan semangatnya Mikha.


Aurora menoleh ke Mikha dan berkata, "Terima kasih sudah menjemput Marco dan memberikan baju ganti untuk Marco. Lalu, apa maksudnya dengan pergi ke perkebunan kamu?"


Mikha meringis dan berkata, "Kata Marco kamu tadi demam. Pasti kamu kelelahan dan aku pikir kamu butuh piknik. Marco suka memetik buah dan suka sama binatang. Maka setelah ini aku akan ajak kalian ke perkebunan milikku"


Marco lansyung menangkup wajah cantik mamanya sebelum mamanya berkata tidak, ia berkata, "Jangan bilang, tidak, Ma. Please?!"


Aurora yang tidak tega melihat wajah putra tampannya kecewa langsung menghela napas panjang dan berkata, "Baiklah, Sayang"


Marco langsung berteriak girang dan menciumi wajah cantik mamanya sambil berkata, "Makasih, Ma!"


"Makasih, Bee" Mikha tersenyum lebar.


Aurora terpaksa mengulas senyum ke Mikha dan berbsisik ke Mikha, "Kau harus bertanggung jawab soal ini, nanti"


Mikha meringis dan berkata, "Siap"


Shasha yang tiba-tiba muncul dari belakangnya Aurora langsung menyahut, "Aku ikut, boleh? Aku bisa jaga Marco selama kalian menyelesaikan urusan kalian nanti"


Aurora menoleh kaget ke Shasha lalu ia menurunkan Marco ke lantai sambil berkata ke Shasha, "Urusan apa?"


"Entahlah" Shasha meringis ke Aurora dan Mikha langsung berkata, "Boleh. Vila milikku punya banyak kamar"


"Yes! Akhirnya aku bisa liburan gratis" Pekik Shasha dengan wajah konyol.

__ADS_1


Marco, Aurora , dan Mikha, spontan tertawa lepas melihat tingkah konyolnya Shasha.


__ADS_2