Mantanku Bocah Tengil

Mantanku Bocah Tengil
Istri


__ADS_3

"Semoga aku bisa bertemu kembali denganmu Aurora" Gumam Brandon sembari meneruskan langkahnya menuju ke parkiran mobil.


Mikha berdiam diri di mobil jeepnya sambil terus melempar dan menangkap telepon genggamnya. Akhirnya pemuda tengil itu mengirim pesan text ke Aurora, aku pergi ke rumah sakit sebentar. Papaku sakit. Hanya sebentar dan tunggu aku! Jangan pulang sebelum aku datang.


Ting! Pesan text balasan dari Arurora masuk ke telepon genggamnya Mikha, baiklah. Aku akan menunggumu. Semoga Papa kamu cepat pulih dan lain kali ajak aku menengok Papa kamu.


Mikha hanya membalas, ok, pesan text dari Aurora itu. Kemudian, pemuda tengil itu melajukan mobil jeepnya ke rumah sakit. Bagaimana pun juga ia memiliki ikatan darah dengan Bisma Mahesa dan mau tidak mau ada keinginan di hati nuraninya Mikha Mahesa untuk melihat kondisi kesehatan papa kandungnya secara langsung walaupun hanya sekali.


Aurora melanjutkan pekerjaannya dan hanyut di dalam pekerjaannya. Shasha menemani Aurora dan berkata, "Aku akan menemani kamu sampai Suami kamu datang"


Aurora menoleh dan tersenyum ke Shasha lalu menyahut, "Oke. Terima kasih, Sha. Nanti kita mampir ke restoran kesukaan kamu. Aku dan suamiku akan traktir kamu makan besar-besaran"


"Ah, siap dong!" Pekik Shasha dengan senyum lebar khasnya.


Mikha berjalan di tengah selasar gedung super VVIP di salah satu rumah swasta tempat papanya dirawat inap. Saat Mikha berdiri di depan pintu kamar rawat inap papanya, semua anak buahnya Bisma Mahesa menundukkan kepala dan berkata, "Selamat datang, Tuan muda"


Mikha hanya menyahut, "Hmm" Lalu, ia membuka pintu dan seketika menyesal lah ia datang mengunjungi papanya.


Dia melihat papanya tampak cerah dan duduk bersandar di bed sambil menikmati makanan yang disuapkan oleh seorang gadis muda belia yang sangat cantik.


"Papa nggak apa-apa ternyata. Dasar Brandon brengsek! Kenapa dia bilang seolah Papa kritis dan parah kondisinya" Mikha berucap di depan bed papanya dengan wajah datar dan dingin.


Bisma Mahesa langsung tersenyum lebar dan berkata, "Ke sini lah, Mikha! Papa merindukanmu. Papa ingin peluk kamu, Sayang. Udah lama kita tidak bertemu"

__ADS_1


"Aku di sini saja. Siapa dia, Pa? Istri barunya Papa atau wanita simpanannya Papa?"


Gadis muda belia yang sangat cantik itu sontak menyemburkan, "Jaga bicara kamu! Aku putri Pak Broto. Sahabatnya Om Bisma. Sejak kecil kita pernah bertemu dan main bersama. Masak kamu lupa sama aku, Mikha? Aku Angela Hartawan"


Mikha masih memasang wajah datar dan dingin lalu berkata ke gadis cantik jelita yang bernama Angela itu, "Kamu menyuapi Papaku makan di saat tidak ada satu pun anaknya di sini. Apa yang kau inginkan dari Papaku?"


Angela menjejakkan kaki kanannya ke lantai dan menggeram kesal, "Kau........"


"Mikha! Jaga bicara kamu. Angela tadi datang ke sini dengan Papa dan mamanya. Mereka sedang ke ruang dokter untuk berkonsultasi soal kesehatanku. Makanya Angela menyuapiku. Angela anak yang baik dia juga cantik, kan? Papa memilihkan bibit,bebet, dan bobot yang baik untuk kamu"


Mikha menoleh ke papanya dan berkata, "Apa yang Papa rencanakan dengan cewek nggak jelas ini, hah?! Nggak usah basa-basi lagi!"


"Ah, hahahahaha. Kau memang Putra Papa. Kau sangat mengenali Papa. Iya, benar. Papa menjodohkan kamu dengan Angela. Kalian akan menikah tiga bulan lagi dan berhentilah main-main dengan anak gadis orang di luar sana! Sudah cukup petualang kamu, Mikha. Pulanglah dan menikahlah dengan Angela!"


Mikha mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan cincin pernikahannya sambil berkata, "Sayangnya aku sudah menikah. Aku mencintai Istriku, Pa. Sangat mencintai Istriku dan bersama Istriku aku tidak akan main-main lagi"


"Apa?! Kenapa kau menikah secara diam-diam, hah?! Kau menikah dengan siapa? Wanita nggak jelas pastinya dan......."


"Diam! Jangan hina Istriku! Aku menyesal datang ke sini. Semoga Papa sehat selalu dan aku pamit" Mikha berbalik badan dengan cepat dan pergi meninggalkan papanya.


Angela berteriak, "Mikha, tunggu!" Dan Mikha mengabaikannya.


Mikha mengebut saat ia melajukan mobil jeepnya ke kampus untuk menjemput istrinya. Dia benar-benar marah dan kecewa dengan sikap papanya. Dia juga marah dan kecewa dengan Brandon Mahesa. "Semuanya brengsek! Dasar sial!" Teriak Mikha sambil memukul kemudi mobilnya.

__ADS_1


Aurora langsung mengajak Shasha berjalan ke parkiran mobil yang paling ujung setelah ia menerima pesan text dari Mikha. Aurora langsung melompat masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya sambil bertanya, "Gimana Papa kamu?"


Mikha menjawab, "Nggak usah bahas Papaku. Kita ke mana, nih? Aku lihat mobil Kak Shasha mengikuti kita"


"Kita ke restoran X. Kita janji akan traktir Shasha makan besar setelah Shasha balik dari perjalanan dinasnya, kan?"


"Hmm" Sahut Mikha singkat.


"Kau baik-baik saja, kan, Sayang?" Tanya Aurora sambil terus menatap Mikha dari arah samping.


Mikha menoleh ke Aurora sekilas dan menyahut, "Aku? Aku baik-baik saja"


"Apakah ada masalah? Kau tidak ingin cerita ke aku?"


Mikha kembali menoleh sekilas ke Auroa dan sambil menggelengkan kepalanya ia berkata, "Nggak ada masalah. Semua baik-baik saja. Penyakit Papaku juga nggak parah, kok"


"Syukurlah kalau begitu. Besok ajak kau menengok Papa kamu, ya?"


"Nggak usah! Papaku baik-baik saja hanya butuh perhatian. Nggak usah ditengok. Aku juga malas menemuinya lagi" Sahut Mikha.


Aurora lalu diam membisu. Dia ingin merukunkan Mikha dengan Papanya, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.


Bisma memanggil asisten pribadinya dan berkata, "Cari tahu siapa Istri Mikha Mahesa dan kasih kabar ke aku secepatnya"

__ADS_1


"Baik, Tuan" Sahut asisten pribadinya Bisma Mahesa.


__ADS_2