
"Aku nggak akan mogok rekaman kalau kau mau dengarkan aku sebentar saja. Lima menit saja" Penyanyi band baru besutannya Mikha berdiri di depan Mikha dengan sorot mata berkilat.
"Oke. Lima menit. Katakan apa mau kamu"
"Aku mencintaimu Mikha Mahesa. Terimalah cintaku"
Semua yang ada di dalam studio rekaman tersentak kaget.
Mikha tersenyum tipis dan berkata dengan wajah datar sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, "Kau gila. Kau masih sangat muda. Jarak umur kita sebelas tahun"
"Aku tidak peduli. Cinta tidak memandang umur"
Mikha berkata ke penyanyi band baru besutannya yang berani menyatakan cinta di depan semua orang secara terang-terangan, "Aku sudah memiliki tambatan hati. Dari dulu sampai sekarang dan bahkan sampai aku mati, aku hanya akan mencintai wanita itu. Aku tidak bisa menerima pernyataan cintamu itu"
Brandon melepaskan Aurora setelah ia mengerangkan kepuasan sebanyak dua kali. Lalu, ia merapikan celana dan kemejanya tanpa mempedulikan isak tangisnya Aurora. Istri yang katanya sangat ia cintai itu telah ia perkosa dengan keji dan telah ia injak-injak harga dirinya, lalu ia abaikan begitu saja.
Dengan seringai puas Brandon melangkah keluar dari ruang kerjanya dan pergi meninggalkan Aurora begitu saja. Bahkan pria tampan itu tega bersiul riang.
Selama ini dia sudah berusaha menjadi ibu yang baik untuk Marco dan menjadi Istri yang tidak pernah mengeluh. Tapi, kenapa nasibnya menjadi seperti ini. Suaminya tega berselingkuh dan kini suamiku tega memperkosa aku. Benak Aurora bertanya-tanya. Aurora merosot turun dan pingsan di atas lantai ruang kerja suaminya.
Prang! Tanpa sengaja Mikha menyenggol gelas dan gelas itu jatuh pecah di lantai studio rekaman yang tidak terkena karpet. Seketika Mikha bergumam, "Bee" Lalu, ia menelepon Aurora dan menjambak rambutnya dengan frustasi saat panggilan teleponnya tidak diangkat oleh Aurora.
Mikha kemudian menoleh ke grup band baru temuannya dan berkata, "Kalau kalian nggak mau aku asuh maka pergi saja! Aku ada urusan penting" Mikha lalu melesat keluar dan segera disusul oleh Dave.
Dave memasang sabuk pengaman dengan panik saat ia melihat Mikha mengebut. "Hei! Ada apa? Kenapa ngebut?"
"Feelingku dari tadi nggak enak banget. Aku takut Bee, emm, maksudku Rora kenapa-kenapa"
__ADS_1
"Memangnya Rora ke mana, eh, di mana sekarang"
"Menemui Brandon"
Dave sontak terkekeh dan berkata, "Dia menemui suaminya. Apanya yang bahaya dan kenapa-kenapa"
"Pokoknya hatiku belum tenang sebelum aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, Rora baik-baik saja"
Brandon memutuskan untuk pergi ke restoran cepat saji untuk membelikan Auroa dan Marco burger dan kentang goreng. Aurora dan Marco sangat menyukai burger dan kentang goreng olahan dari restoran cepat saji yang ada di seberang kantornya.
Saat memesan makanan ada seorang wanita cantik dan seksi menyapa Brandon, "Wah, kau tipe pria ideal. Kau sayang banget sama Istri dan anak kamu"
Brandon tersenyum lebar ke wanita itu dan berkata, "Ya. Aku menyayangi Istri dan anakku"
"Wah, paket lengkap dong kamu" Sahut wanita cantik dan seksi itu dengan senyum dan tatapan menggoda.
"Kau berwajah tampan, memiliki tubuh yang atletis dan bagus, kau pasti kekasih yang romantis dan penuh gairah"
Brandon langsung menarik lengan wanita cantik dan seksi yang belum ia ketahui namanya. Brandon kemudian mengajak wanita asing yang cantik dan seksi itu bercinta di dalam toilet wanita yang kebetulan sepi siang itu.
Setelah bercinta dengan wanita asing yang seksi dan cantik itu Brandon keluar dari toilet wanita dengan santai sambil bersiul.
Mikha berlari kencang menuju ke kantornya Brandon disusul Dave. Dave mengekor.laju larinya Mikha sambil berteriak, "Jangan berlari sekencang itu, Kha! Kau tidak lihat perutku mulai menggendut, nih. Aku nggak bisa berlari kencang seperti kamu! Hadeehhhh!"
Mikha t rus berlari kencang dan mengabaikan Dave.
Mikha mendobrak pintu ruang kerjanya Brandon saat ia menemukan pintu itu terkunci.
__ADS_1
Brak! Pintu terbuka lebar dan seketika Mikha berlari dan berteiak, "Bee!" Mikha berjongkok dan melepas jasnya untuk ia pakaian ke Aurora karena blus Aurora robek dan roknya Aurora sudah tidak berbentuk.
Mikha langsung membopong Aurora dan denhan melangkah gontai ia keluar dari ruang kerjanya Brandon dengan wajah meradang penuh amarah dan jantungnya mendidih penuh dendam. Mikha menggeram ketika ia menemukan Auroa pingsan dengan baju yang porak poranda. Ketika ia membopong Aurora, ia juga menemukan pipi kanan Aurora memar dan bengkak. Mikha sontak berteriak, "Siapa yang sudah melakukan ini padamu, Bee?! Siapa?!"
Dave mematung di depan pintu dan bergegas berlari kembali menyusul Mikha saat ia melihat Mikha kembali berlari. Dave menyusul.laju larinya Mikha sambil bergumam, "Apa yang telah terjadi? Kenapa Rora bisa pingsan dalam keadaan menyedihkan seperti itu?"
Lima belas menit kemudian, Brandon mematung di depan pintu ruang kerjanya saat ia menemukan pintunya terbuka lebar dan Aurora menghilang.
Satu jam kemudian, Mikha membopong Aurora ke ruang IGD sebuah rumah sakit swasta sambil berteriak, "Cepat tolong Bee! Selamatkan Bee!" Mikha meletakkan Aurora di atas bed rumah sakit.
Mikha menunggu di depan bilik periksa bernomer.lima belas dengan gelisah. Pria tampan itu menggigit kukunya dan berjalan mondar mandir dengan wajah kalut.
Setengah jam kemudian seorang wanita berseragam dokter menemui Mikha. Mikha menghentikan langkahnya dan langsung bertanya, "Bee kenapa? Emm, maksud saya pasien yang saya bawa tadi kenapa? Dia selamat, kan? Kenapa dia pingsan?"
"Saya sudah menyuruh perawat untuk melakukan tes lab dan visum karena emm, ada hubungan apa Anda dengan pasien tadi?"
"Saya adik iparnya" Sahut Mikha.
"Anda harus kuat. Kakak ipar Anda habis diperkosa. Ada luka robek yang cukup parah di tempat itu dan ada lebam juga memar di pipinya. Baju dan roknya pun sudah porak poranda tak berbentuk. Untuk itulah saya berinisiatif melakukan visum agar pelakunya bisa dituntut dan dijebloskan ke penjara"
Mikha mundur beberapa langkah ke belakang sampai membentur tembok cukup keras. Pria tampan itu terus menggelengkan kepalanya dan menatap nanar dokter wanita itu sambil terus menggumamkan kata, "Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak"
Dokter wanita itu kemudian mengayunkan tangannya ke salah satu perawat dan saat perawat itu mendekatnya, dokter wanita itu berkata, "Tolong tangani pria ini. Dia mengalami syok karena Kakak iparnya telah diperkosa. Tolong beri dia minum dan tenangkan dia! Aku akan tangani pasien berikutnya"
"Baik, Dok" Sahut perawat itu.
Brandon berteriak frustasi saat ia melihat rekaman CCTV. Dia mengepalkan kedua tangannya erat-erat sambil bergumam, "Aku tidak akan biarkan kau merebut Rora! Rora hanyalah milikku, Mikha!"
__ADS_1