
Dave sahabatnya Mikha mulai berpikir, "Kenapa Mikha membohongi dosen dan memberikan alasan palsu. Padahal jelas-jelas Papanya aku tanya tidak pergi ke mana-mana. Lalu, di mana bocah tengil itu berada saat ini? Apa dia sudah punya pacar baru dan sekarang tengah asyik berpacaran di suatu tempat? Tapi, kenapa kali ini dia tidak mengatakan ke aku siapa pacarnya? Dasar bocah tengil menyebalkan. Bikin orang penasaran aja"
"Kamu harus memakainya mulai detik ini dan jangan pernah melepasnya!" Mikha mencium leher istrinya.
Aurora berbalik badan dan dengan derai air mata haru, ia berkata, "Mikha kenapa kamu tercipta sesempurna ini? Yeeaahhhh, kecuali sikap tengil dan wajah dingin kamu yang tampan ini" Aurora terkejut geli dan mengusap kedua pipi suami tampannya.
Mikha sontak cemberut dan berkata, "Bisa nggak kamu tidak merusak suasana romantis ini dengan mengataiku tengil, hah?!"
Aurora tersenyum dan langsung mengajak suami tampannya untuk berciuman.
Lalu, dengan sangat terpaksa Aurora menari diri dari dekapan hangat suami tampannya dan berkata, "Aku harus segera berangkat. Malam ini kita akan pulang, jadi bersiaplah!"
Mikha mencium kening Aurroa dan setelah mengantarkan Aurora sampai di depan pintu, bocah tengil itu kembali menutup pintu dan berlari ke ranjang,lalu melompat ke ranjang dan mencium cincin di jari manisnya dengan senyum penuh cinta dan berkata, "Aku akan menjaga pernikahanku dengan baik. Aku aak. menjaga istri cantikku dengan baik"
Aurora menerima telepon dari Shasha sahabatnya di dala. taksi online dan setelah bercerita panjang lebar mengenai pernikahannya dengan Mikha dan beberapa hal gila yang pernah ia lakukan dengan Mikha, wanita cantik itu berkata kepada Shasha, "Tapi, aku merasa sedikit taku, Sha"
"Kenapa takut? Kamu menikah dengan berondong hits tahun ini. Pewaris tunggal grup Mahesa yang sangat keren dan tampan. Dia juga visa memuaskan kamu di ranjang dan memberikan kamu pengalaman baru yang liar dan luar biasa. Maka nikmatilah sepuasnya! Jangan biarkan ada rasa takut menghantui kamu. Lagipula apa yang kamu takutkan, hah?!" Shasha berkata dengan nada riang gembira dan penuh semangat karena ia sangat mendukung hubungan Mikha Mahesa dan Aurroa Zeto.
__ADS_1
"Kami menikah secara diam-diam dan segala sesuatu yang dimulai dengan hal yang menggebu-gebu dan penuh sensasi, bukankah ha itu akan cepat dingin dan lenyap?" Aurora berkata dengan nada penuh kekhawatiran.
"Jangan takut! Singkirkan semua perasaan dan pikiran negatif kamu itu! kalau sudah menggebu-nggebu maka buatlah terus menggebu-nggebu. Bahagia lah, Rora Soal restu orangtua, kalau kalian sudah punya anak maka restu orangtua otomatis akan kalian kantongi. Maka cepatlah hamil!" Sahut Shasha dengan nada ringan, santai, dan penuh keceriaan.
"Amin. Semoga kau benar. Aku juga ingin cepat punya anak dengan Mikha"
"Tentu saja aku selalu benar. Iya, kan? Besok aku pulang. Kalian harus traktir aku makan di restoran mahal karena berkat aku, kalian bisa bertemu kembali, berpacaran, lalu menikah. Aku tinggal menunggu kabar soal kehamilan kamu, oke? Jangan takut lagi dan jangan berpikiran macam-macam!"
"Oke" Sahut Aurora.
Sesampainya di kamar hotel, Aurora langsung disambut pelukan dan senyum cerianya Mikha Mahesa. Pemuda tengil itu kemudian bertanya, "Kita pulang sekarang?"
"Oke" Sahut Mikha Mahesa.
Pak Bagas duduk di dalam pesawat yang sudah lepas landas sambil terus membayangkan. ingin yang melingkar di jari manis tangan kanan Aurora dan pria tampan berkacamata itu membetulkan letak kacamatanya sambil bergumam, "Kenapa tadi Bu Rora pakai cincin? Apa itu cincin pernikahan? Apa Bu Rora sudah menikah? Kalau sudah menikah kenapa tidak kasih kabar? Kenapa dia harus menyembunyikan pernikahannya? Aku akan coba tanya sama Bu Rora nanti pas ada waktu yang tepat"
Mikha dan Aurora melakukan penerbangan satu jam setelah pesawat yang ditumpangi Pak Bagas lepas landas. Kedua suami istri itu kembali melakukan kegilaan di sana. Mikha menurunkan jaketnya di atas pangkuannya Aurroa dan bermain asyik di lembah kenikmatan sambil berbisik, "Jangan berteriak atau kita akan diusir dari pesawat ini"
__ADS_1
Aurroa mencium bibir Mikha dengan terkekeh geli.
Sesampainya di rumah, Mikha langsung mengajak Aurora untuk bercinta di ruang tamu dan berlanjut di atas anak tangga. Mikha memang sangat jago dalam hal bercinta dan hal itu membuat Auroa merasa sangat bahagia.
Di petang hari, Mikha membangunkan Aurora dan berkata, "Aku ditawari temanku ikut balap mobil"
Aurora mencoba mencerna ucapan Mikha dan dia langsung duduk bersandar di ranjang untuk bertanya, "Balap mobil apa maksud kamu?"
"Aku pernah iseng ikut balap mobil dan menang. Tiga bulan lagi ada event balap mobil lagi dan temanku menawariku. Hadiahnya lumayan. Dulu aku dapat juara dua hadiahnya lima ratus juta rupiah" Ucap Mikha.
"Nggak! Itu berbahaya Mikha. Mana bisa aku mengijinkan kamu ikut balap mobil. Nggak!" Aurora langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak minta ijin sama kamu. Aku kasih info ke kamu dan aku sudah daftar. Tiga bulan lagi aku terbang ke Swiss untuk ikut lomba itu. Hanya dua Minggu aku ada di Swiss" Sahut Mikha dengan wajah datar dan dingin.
"Mikha, kita ini suami istri. Kenapa kamu ambil keputusan baru kasih tahu ke istri kamu"
"Aku sudah masak makanan kesukaan kamu. Mandi dan turunlah! Aku menunggu kamu di ruang makan" Mikha bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Aurora dengan santainya.
__ADS_1
Aurora sontak mengejar Mikha dan berteiak, "Mikha, tunggu! Kenapa kamu pergi begitu saja, hah?! Pembicaraan kita belum selesai. Hei! Mikha, tunggu!"