MASSHIAHSAGA-KEKUASAAN DUA RAJA

MASSHIAHSAGA-KEKUASAAN DUA RAJA
TUGAS DARI SEBUAH HUKUMAN


__ADS_3

Nuzlan melangkah dengan tegap. Penampilannya terlihat begitu gagah dengan baju jirah yang terukir dengan apik. Sebagai ganti tombak, Nuzlan menyandang sebatang tongkat unik yang bagian ujungnya ditempeli kapak mini bermata dua dan ujungnya ditenggeri seekor rajawali yang merentangkan sayapnya. Rupanya kapak bermata dua dengan seekor rajawali yang merentangkan sayap adalah ikon keluarga, semacam lambang heraldik dari sebuah klan.


Dibelakangnya, Havard mengenakan pakaian ketat hitam yang dipadu dengan jubah toga longgar warna biru gelap. Ada aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh setiap warga negara, tak terkecuali golongan militer sekalipun. Dilarang keras membawa senjata besar. Sebagai gantinya, mereka boleh menyandang sebilah belati sebagai alat beladiri. Yang boleh menyandang senjata besar hanyalah korps pengawal istana, termasuk divisi Hijabah yang berperan sebagai pengawal pribadi keluarga kesultanan.


Keduanya masuk kedalam istana dikawal oleh dua orang pengawalan istana hingga tiba di aula utama. Disana telah banyak berkerumun pejabat-pejabat istana dari yang terendah hingga yang tertinggi. Satu-satunya yang bukan pejabat, hadir disana hanyalah Havard.


"Yang Mulia, Sultan Yazid al-Bustami tibaaaa..." seru seorang protokoler istana yang berdiri didepan pintu.


Para pejabat segera mengatur diri menjadi dua barisan yang saling berhadapan. Pintu samping dari panggung membuka dan keluarlah seorang lelaki yang mengenakan pakaian pantas melangkah menuju panggung dan duduk di kursi kebesaran.


"Kepada seluruh anggota dewan kementerian dipersilahkan untuk duduk." ujar Sultan Yazid.


Seluruh pejabat termasuk Havard kemudian duduk pada tempat yang ditentukan. Sultan Yazid kemudian menatap Nuzlan sejenak lalu mengedarkan tatapannya kepada seluruh anggota dewan.

__ADS_1


"Aku mau mengumumkan sesuatu, berkenaan dengan salah satu anggota kita didewan ini..." ujarnya dengan datar.


Semua anggota dewan kementerian menunggu Sultan Yazid al-Bustami melanjutkan ucapannya.


"Pimpinan Umum Divisi al-Hijabah, Brigadir Utama Nuzlan Ishak ad-Dakhil silahkan berdiri didepan." panggil Sultan Yazid al-Bustami.


Nuzlan dengan sigap bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke depan, berdiri tegap menghadap ke arah Sultan Yazid al-Bustami.


"Anda telah melakukan kesalahan dengan meninggalkan kesatuan anda... melakukan penyelidikan mandiri tanpa restu... dengan ini, aku mencopot jabatanmu sebagai pimpinan pasukan Hijabah!" titah Sultan Yazid al-Bustami.


"Sebagai hukumannya, Saya memerintahkan kamu memimpin satu pasukan ke utara, menuju kawasan Runehall." sambung Sultan Yazid al-Bustami.


Nuzlan kemudian membungkuk dan berbalik melangkah meninggalkan aula utama. Sejenak dalam langkahnya, ia mengarahkan tatapannya kepada Lord Rotcshild yang duduk tenang ditempatnya. Kedua bertatapan sejenak dan Nuzlan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Havard bergegas menyusul Nuzlan yang melangkah dikawal oleh dua orang pengawal.


"Nuzlan, tunggu sebentar..." panggil Havard.


Nuzlan sejenak berhenti membiarkan Havard menjajarinya. Lelaki itu menatapi Nuzlan dengan bingung.


"Aku tak mengerti..." ujar Havard.


"Nanti kita bicara di ruang kerja Yang Mulia saja." jawab Nuzlan menutup pembicaraan. Kelihatannya sikap sang prajurit menyembunyikan sebuah ganjalan.


Langkah mereka berhenti di depan ruang kerja sang sultan. Nuzlan menatap kedua pengawal itu.


"Kurasa kalian cukup mengantar kami sampai disini." ujar Nuzlan dan kedua pengawal itu mengangguk lalu pamit meninggalkan keduanya berdiri didepan pintu.

__ADS_1


Sepeninggal dua pengawal itu, Nuzlan mengamati sekitarnya setelah itu menatapi Havard.


"Maukah kau menemani perjalananku ke utara?" tanya Nuzlan dengan datar membuat Havard semakin bingung dibuatnya.[]


__ADS_2