MASSHIAHSAGA-KEKUASAAN DUA RAJA

MASSHIAHSAGA-KEKUASAAN DUA RAJA
EKSPEDISI KE RUNEHALL


__ADS_3

Nuzlan memimpin satu resimen pasukan tempur. Mereka mengendarai puluhan kendaraan taktis. Uniknya, satu batalion dari resimen tersebut dilengkapi peralatan terbang yang disebut Icarus, yaitu sebuah sayap sibernetis yang dipasangkan pada punggung dengan kontrol elektronik sebagai pengendalinya.


Havard sendiri mengendarai Bukefals. Adapun Selena, berada dalam sebuah panser bersama Nuzlan yang dikawal oleh satu peleton korps khusus.


Nuzlan mengenakan pakaian perangnya, sebuah jirah ringan terbuat dari baja mythril yang diukir indah, dibalut mantel. Ia nampak gagah, menggenggam Pasak Bianglala yang berkilauan bagaikan seorang dewa perang yang menuju arena pertempuran.


Selena sendiri mengenakan pakaian ringkas, menyandang busur modifikasi yang bisa dilipat, berubah menjadi senjata gada. Havard mengenakan jubah bertudung, untuk menghindari teriknya sinar mentari juga menyamarkan baju jirah tipis yang dibuat dari kulit keras armadillo. Belati panjang disampirkan disisi kanan sedangkan kopesh disandangnya dipunggung.


"Sampaikan salamku kepada Raja Sores... dan berhati-hatilah dalam perjalanan." pesan Sultan Yazid al-Bustami. "Bisa jadi musuh akan melakukan pencegatan diluar benteng dan menggagalkan ekspedisi kalian, atau mungkin ia menunggu hingga akhirnya melancarkan serangan sejenis seperti yang mereka lakukan di Las Mecca..."

__ADS_1


"Aku akan mengupayakan, apa yang mereka inginkan tidak akan tercapai. Wilayah utara adalah milik kita. Mereka dari selatan tidak akan segampang itu mengekspansi wilayah-wilayah dalam kekuasaan kerajaan-kerajaan utara..." tandas Nuzlan.


Nuzlan menghela napas lalu memejamkan mata menikmati udara yang menyapu permukaan wajahnya. Ekspedisi itu terus melanjutkan perjalanan ke utara dan hanya berhenti sekali saja dalam rangka istirahat.


Mereka tiba di wilayah-wilayah paling ujung dari kawasan utara. Dari barisan pegunungan, nampak terlihat kota-benteng Norchburg. Kesanalah mereka menuju.


Norchburg adalah kerajaan yang menguasai wilayah Runehall bagian timur, di pimpin oleh Raja Sores Mac Donald yang mengklaim keluarganya merupakan keturunan dewa-dewa kuno Celtik. Penampilannya gagah benar dengan pakaian sejenis kilt dengan motif kotak-kotak unik yang merupakan khas buatan keluarganya.


Raja Sores kemudian mengirimkan utusan perdamaian dan memperbaharui hubungan bilateral diantara kedua kerajaan ini dan hingga kini, persahabatan antara Raja Sores dan Sultan Yazid al-Bustami terjalin dengan baik. Untuk melanggengkan hubungan politik itu, Sultan Yazid al-Bustami menikahi adik tiri dari Raja Sores, Jennifer.

__ADS_1


Pasukan ekspedisi tiba di depan gerbang benteng Norchburg. Nuzlan turun dari panser, menyandang Pasak Bianglala dan melangkah dengan anggun mendekati pintu utama benteng. Havard ikut turun untuk melakukan penjagaan terhadap sahabatnya.


"Sampaikan kepada Yang Mulia Raja Sores... utusan dari Tel-Qahira telah tiba." seru Nuzlan dengan keras.


Tak lama kemudian, pintu besar itu membuka dan keluarlah panglima besar kerajaan Norchburg, Connor Mac Lean. Lelaki itu mengenakan katun tipis yang dibalut jas besar sedang bawahannya adalah kilt dengan garis kotak-kotak khas. Sebilah claymore tersandang gagah dipunggungnya.


"Jenderal Nuzlan... senang dapat berjumpa denganmu." seru Connor maju mengembangkan tangannya dan keduanya berpelukan.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Nuzlan.

__ADS_1


"Aku baik dan bahagia..." jawab Connor kemudian memerintahkan pintu utama agar segera dibuka.


Iring-iringan kendaraan yang mengangkut satu brigade ekspedisi itu memasuki benteng utama.[]


__ADS_2