
Keduanya berhadap-hadapan dengan sikap siaga. Nuzlan tidak mau main-main. Lawan dihadapannya bukanlah lawan sembarangan. Salah sedikit dalam bertindak, bisa-bisa nyawanya melayang.
Surya Hitam adalah satu dari sekian demihuman terkuat, eksoskeleton yang membungkus tubuhnya memang terlihat pipih, namun kerasnya menyamai baja. Ruas-ruas tubuhnya sendiri adalah senjata yang bisa digunakan untuk membunuh musuhnya.
Dengan satu teriakan keras, Nuzlan maju menusukkan tombaknya. Ia mengincar dada makhluk itu. Surya Hitam dengan tanggal mengelak menghantamkan lengan besinya ke senjata lawan.
TRANGGGG... TRANGGG... TRANGGG
Berkali-kali Nuzlan melancarkan serangan, Surya Hitam berhasil mengantisipasinya. Manusia belalang itu sesekali balas menyerang mengandalkan cakar-cakar beruas di sepasang jarinya.
Ketiga orang itu menonton pertandingan dan Havard tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Selena berkali-kali menjerit kecil dan menutup mulutnya setiap kali Surya Hitam berhasil menerobos pertahanan Nuzlan dan berhasil menghadiahkan tinju dan cakar yang membuat baju jirah lelaki itu hampir rusak.
"Kurasa aku harus membantu..." ujar Havard hendak beranjak turun dari punggung karkadan tunggangannya.
Tiba-tiba Nagini menghunus pedang dan menyilangkan senjata tersebut ditubuh Havard membuat lelaki itu kaget dan mengurungkan tindakannya.
"Jangan mengacaukan pertarungan." ujar Nagini dengan tenang.
"Tapi lihatlah..." tukas Havard dengan cemas. "Nuzlan kelihatannya kerepotan... dia bisa dibunuh!"
__ADS_1
"Berarti kau tak mempercayai sahabatmu sendiri..." balas Nagini tanpa menoleh. "Kau tidak meyakini keyakinan Nuzlan untuk menundukkan lawannya..."
Havard terdiam disindir seperti itu dan terpaksa membetahkan dirinya tetap duduk diatas punggung Bukefals. Sementara Selena hanya bisa berdoa agar saudara angkatnya memenangkan pertempuran itu.
Pertarungan sudah memasuki ratusan jurus dan Nuzlan belum dapat menembus pertahanan demihuman tersebut. Surya Hitam adalah satu dari sekian petarung yang pakar dalam gaya tangan kosong. Ia memiliki kepercayaan yang tinggi dengan kekebalan tubuhnya dan kemampuan beladirinya.
"Apa kau pikir aku selemah Tigris?!" seru Surya Hitam melancarkan tinju bertubi-tubi yang hanya bisa ditangkis oleh Nuzlan berkali-kali.
Surya Hitam memutar tubuh dan melancarkan lagi serangan dari samping. Tendangannya melayang mengincar kepala Nuzlan. Lelaki itu nekat pula mengayunkan tombaknya.
CRESSS... AAAKHHHH...
Nuzlan tersenyum. Titik lemah si manusia belalang ditemukan. Sementara Surya Hitam menggeram marah mengetahui dirinya terluka. Sungut dibagian mulutnya terlihat gemetaran.
Nuzlan kembali melancarkan serangan yang kali ini dipenuhi gerak tipu membuat Surya Hitam kelabakan. Meski bisa menangkis beberapa serangan namun sekali lagi ia memekik kesakitan lagi manakala Nuzlan berhasil melukai dagingnya.
Cukup tiga luka membuat Surya Hitam takluk. Manusia belalang itu jatuh tersimpuh dan tak mampu lagi melanjutkan pertarungan. Ia memang tak sekuat sangkaan Nuzlan. Bagian yang tak terlindungi eksoskeleton adalah titik paling lemah. Manusia belalang itu terpuruk dengan napas tak teratur.
"Kau menang...." ujar Surya Hitam kemudian menatap Nuzlan. "Bunuhlah lawanmu..."
__ADS_1
Nuzlan mendengus menyimpan tombaknya. "Aku boleh membunuhmu, jika kita bertarung dalam peperangan skala besar... tapi, dalam pertarungan ini... membunuhmu yang sudah lemah hanya akan menjatuhkan kehormatanku sebagai satria..."
Havard tersenyum mendengar kata-kata lelaki itu. Nuzlan mundur beberapa langkah.
"Pergilah Surya Hitam. Pulihkan kekuatanmu dan kita akan bertemu lagi dalam perang!" ujar Nuzlan kembali berbalik dan melangkah menuju kudanya.
"Ketahuilah Nuzlan." ujar Surya Hitam memaksa bangkit dan berdiri dengan sikap tegar yang dipaksakan. "Kerajaan Yahuda sebenarnya tidak memiliki ambisi untuk menganeksasi wilayah-wilayah utara... tapi semata-mata karena Lord Rotcshild menghasut Raja Saul..."
"Terserah... yang jelas, kalianlah yang pertama kali melanggar perdamaian yang terjalin lama diantara kerajaan-kerajaan dijazirah ini... kalian harus mempertanggung jawabkan semua yang kalian lakukan..." jawab Nuzlan.
"Baik, aku terima segala konsekuensinya. Aku akan mencarimu diarena pertempuran." ujar Surya Hitam lalu berbalik dan melangkah meninggalkan tempat itu.
Nuzlan menatap ketiganya. "Ayo kita lanjutkan perjalanan." ajaknya. "Setengah hari lagi kita akan sampai di Turan..."
"Bagaimana kalau kita balapan?" pancing Havard dengan senyum nakal.
"Kau menantangku, heh?!" balas Nuzlan yang kemudian segera menggebah kuda. Hewan itu melaju meninggalkan mereka.
"Hei tunggu!!! Dasar curang!" seru Havard kemudian tertawa dan menggebah tali kekang hewan tunggangannya. Karkadan itu melenguh dan menggerutu lalu mulai berlari menyusul meskipun akhirnya Bukefals berada dijajaran paling akhir karena kuda yang ditunggangi Nagini justru melambungnya menempatkan dirinya sebagai yang nomor dua setelah Havard dan Selena. []
__ADS_1