Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
11.Mos III


__ADS_3

Mereka sudah siap dengan posisinya banyak yang memberikan posisi berhadapan dengan lawan jenis tapi itu bukan menjadi patokan kelompok 16 karna patokan kelompok mereka hanya ingin menguasai waktu,ya hanya waktu yang mereka harus kejar.


"Bismillah La,harus yakin lillahita'ala". ucap Asma membuat Aqila semakin semangat.


"Bismillah." Ucap Aqila tanpa rasa gugup.


"Jika para wanita saja bersemangat kenapa kita tidak man,insyaalloh kita bisa melewatinya dengan mudah." ucap Amran yang menatap Lukman gugup.


"Sepertinya kau jarang berinteraksi diluaran ya man?" tanya Amran yang menatap jika temannya gugup.


"Ya,aku lebih suka ketenangan dari pada keributan seperti ini,rasanya aku dikejar kematian." ucap Lukman sontak Amran terkekeh.


"Memang kita tidak boleh terlalu senang sampai lupa kematian tapi jalani saja karna kematian hanya ada pada kehendak Alloh." ucapan Amran langsung dibalas dengan anggukan mantap dari Lukman.


"Hmm,kau benar aku jangan terlalu takut harusnya bisa berusaha untuk menjadi lebih baik." ucap Lukman.


"Baru temanku." tepuk Amran pada bahu Lukman.


.


.


.


Semua nampak konsentrasi dalam berjalan hingga pada pertengahan ternyata Asma dan Amran saling membelakangi agar balon cepat habis karna semuanya 1 tim dibagi dengan jalan kanan dan kiri dibatasi tali rafya,namun tak disangka lengan digelang Amran terkait di jilbab Asma membuat Asma sulit maju dengan posisi miring karna jika maju pasti ia akan tertarik ke belakang.


"Ada apa As?" Tanya Aqila yang sadar jika Asma dalam masalah sedari tadi tidak ada pergerakan.


"Gelang seseorang menyangkut dijilbabku." ucap Asma yang hanya diam mematung.


"Itu Amran" ucap Aqila yang mencoba melirik kesebelah Asma.


semua dipinggir yaitu kelompok 16 bersorak meneriaki kelompok mereka agar mereka semangat berlombanya,mereka sadar ada hambatan membuat mereka terdiam seketika.


Amran menyadari sesuatu membuatnya sulit bergerak dengan idenya akhirnya dia secepat kilat melepas gelangnya sehingga menyangkut di jilbab Seseorang entah siapa tapi ia yakin itu antara Asma dan Aqila.


"Apa?!" ucap Asma kaget yang mendengar jawaban Aqila.


ia merasa tidak ada kesulitan lagi akhirnya membuat Asma kembali berjalan lebih cepat karna waktunya terbuang saat itu.

__ADS_1


"Wah lihat balon kelompok 16,sudah semakin banyak." ucap mc yang sedari tadi memantau para peserta.


Bondan yang mendengar itu merasa tersaingi ia mempunyai ide agar kelompok 16 segera kalah dalam permainan ini dan ia yang menjadi juaranya entah apapun caranya dia akan tetap melakukan hal yang menurutnya cocok.


ia melihat paku tajam yang sudah berkarat dan ia melempar ke tempat yang akan dilalui kelompok 16 dan ternyata paku itu ada di bagian Aqila yang sedang berjalan tanpa melihat tanah.


Lukman dan Amran sudah bertukar posisi sama dengan Asma dan Aqila yang tadinya disebelah kiri menjadi kanan,kini yang saling membelakangi adalah Aqila dan Lukman.


Lukman yang berada diposisi itu menatap kebawah pinggir dirinya yang tak jauh dari posisi Aqila, ia pun terkejut melihat tiba-tiba ada paku tajam berkaray itu, membuat dia sedikit menengok dan melihat Aqila yang mulai mendekat ke bagian situ rasanya ia tidak bisa membiatkan sesuatu terjadi pada orang yang tidak bersalah.


Lukman dengan segera menyusul Aqila dan saat Aqila hendak menginjak paku itu, Lukman lebih dulu menginjaknya sehingga paku itu menusuk kaki Lukman ditambah Aqila yang tak sengaja menginjaknya,Lukman menahan rasa sakitnya yang menjalar disekitar telapak kakinya.


Bondan yang melihat itu tersenyum remeh,dan merasa senang karna berhasil dengan rencananya.


"cih dasah bodoh." ucapnya dengan senyum smrik.


"Ada apa kak bondan?" Tanya gadis yang menjadi teman permainan bolanya.


"Tidak ada cantik." ucap Bondan agar tidak dicurigai ia hanya bisa mengakali semua gadis bodoh itu.


Lukman berusaha menahan rasa sakitnya ia berusaha berjalan lebih hati-hati,keringat dipelipisnya sudah menetes membuat Amran bingung apa yang terjadi rasanya Lukman sedang menahan sesuatu tapi ia pun tidak tau.


Lukman hanya menggeleng kepala pelan supaya balonnya tidak jatuh rasanya dia bisa menahannya sampai selesai karna terlihat sisa balon mereka tinggal beberapa lagi.


Ya Alloh berilah kekuatan untuk hamba hanya engkau yang maha pemberi kasih sayang dan penerima doa hambanya_batin Lukman


Aqila sadar ia menginjak sesuatu hampir saja oleng jika Asma tidak segera menyeimbanginya tapi ia juga tadi tidak berhati-hati melangkah mungkin dia menginjak Amran atau Lukman.


"Kau kenapa La?" tanya Asma yang bingung dengan raut wajah temannya itu.


"Aku seperti menginjak kaki seseorang." Ucap Aqila yang sedikit penasaran.


"Perasaanmu saja." ucap Asma mencoba berfikir positif.


"Tapi tadi kaki..." ucapnya terhenti kala waktu telah habis dan satu balon lagi tidak sampai oleh Amran dan Lukman.


"Baik score nya pemenang pertama dimenangkan oleh kelompok 1 dan kedua kelompok 16 dan ketiga kelompok 4,selamat." ucap mc yang sudah menghitung jumlah balonnya.


setelah selesai pembagian hadiah pun berlangsung secara bergantian mulai dari juara pertama hingga ke tiga.

__ADS_1


"Naj,As aku ketoilet dulu ya jika terjadi sesuatu susul aku!" ucap Aqila yang sudah akan pergi


"Apa perlu ku antar?" tanya Najla yang masih fokus pada acara pembagian hadiah.


"Tidak usah Naj terimakasih." Ucap Aqila segera pergi menuju toilet.


"Kemana Aqila?" tanya Asma yang tadi dari kantin untuk membeli minuman.


"Katanya ke toilet sih." ucapan Najla hanya dibalas anggukan Asma.


"Maaf ya tidak mendapatkan juara pertama,padahal kau sepertinya yang paling bersemangat mensuport kita." ucap Asma.


"Pertama ataupun tidak yang penting sudah berusaha aku yang hanya diam bisa apa lebih baik menyemangati kalian yang bermain." ucap Najla.


"Aku senang mempunyai teman yang bisa mengerti tanpa adanya kekecewaan." ucap Asma menatap Najla yang nampak tenang.


"Aku bukan orang seperti itu,malah aku lebih bangga punya teman yang bisa memahami kesulitan orang lain jaman sekarang banyak gengsinya sih.." ucap Najla dibalas kekehan oleh Asma.


"Hehe...sendirinya gak nyadar." gumam Asma.


"Apa??" tanya Najla yang kurang jelas mendengar perkataan Asma.


"Tidak." Geleng Asma.


.


.


.


setelah ia selesai dikamar mandi samar-samar ia mendengar seseorang merintih kesakitan dan bukan hanya itu seseorang yang lain juga tersengar sedang berada disana membuat Aqila segera menghampiri tempat itu dan ternyata di UKS.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊


See you next part...

__ADS_1


__ADS_2