Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
35.Tidak jadi


__ADS_3

Dilain tempat kini Asma sedang melakukan tes bersama Amran yang akan menghadapi olimpiade rasa canggung terjadi tapi mereka hadapi dengan cara belajar lebih fokus.


"Olimpiade dipercepat mungkin minggu ini akan diadakan." Seketika Asma dan Amran mendongkak kaget.


"Apa benar bu?" tanya Asma memastikan.


"Betul As,ibu juga sempat menolak takutnya kalian belum siap untuk langsung terjun ke acara." ujar bu Hany.


"Tidak bu,kami sudah kompak menyelesaikan semua masalah,iya kan As?" tanya Amran.


"Ah,iya bu lagian Amran akan membantu segala kesulitan Asma dalam materi yang kurang difahami." ujar Asma.


"Baiklah jika kalian berkata begitu,ibu selaku pembimbing acara lomba tidak akan khawatir." jelas Hany dan memeluk erat Asma dan Amran.


"Ibu bangga menemukan anak murid secerdas dan segigih kalian." ucap Hany terharu dan Asma,Amran hanya bisa tersenyum menanggapinya.


Sepulang sekolah.


Asma melihat Najla pergi bersama dengan Clarisa membuatnya berniat untuk menanyakan hal yang aneh itu.


"Najla,dimana Aqila kenapa kamu tidak bersamanya?" tanya Asma merasa penasaran.


"Udah deh jangan ikut campur urusanku,urus saja dirimu yang kotor itu!" ucap Najla dengan kasar.


"Astagfirullah,Naj maafkan aku jika aku berbuat salah tapi bisa kamu jelaskan?" ujar Asma menatap bingung.


"Kesalahan kamu sangat besar As,kamu gak bisa ngerubah itu karna nyatanya aku sudah muak sama sifat kamu yang sok alim!" ucap Najla dan memasuki mobil Clarisa.


.


.


"Huh,ternyata lo lebih sadis ucapannya dari pada gue,gak salah gue pungut lo!" ucap Clarisa.


Sedangkan Najla menatap Asma yang bersedih,walau dia tidak suka nyatanya dia masih merasakan bersalah berbuat sedemikian pada Asma.


Asma masih menatap mobil Clarisa yang belum melajukan mobilnya,ia sangat sedih dengan perubahan Najla.


Yaalloh semoga engkau memberikan hamba pencerahan,hamba belum tau apa yang menjadi kesalahan terbesar hamba_batin Asma.


Seseorang datang menghampiri Asma dan itu adalah Amran membuat Asma terkejut dari lamunannya ia pun menengok.


"Assalamualaikum As." ujar Amran dan dibalas salam oleh Asma.


"Waalaikumsalam." dengan tersenyum.


"Udah deh lo jangan kasian sama dia liat aja noh,dia lagi ngedeketin Amran masa lo mau kasian sama perebut cowok orang sih." jelas Clarisa kini Najla menjadi kesal.


"Kamu benar sa,gak seharusnya aku ngasihin cewek jadi-jadian itu." ucap Najla dan mobil akhirnya pergi.


"As,aku pulang ke rumah kamu ya soalnya ada materi baru yang dikasih bu Hany katanya harus di kerjakan berdua supaya lebih memahami kesalahan dan jawaban dari soal yang dikasih." ucap Amran diangguki Asma.


Sesampainya dirumah...


"Assalamualaikum paman,bibi,kakak." panggil Asma.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." ucap mereka semua dan ternyata disana ada Sayyid dengan seorang wanita cantik.


"Kakak!!" teriak Asma langsung memeluk Sayyid dengan rindu,Sayyid sendiri langsung mencium kepala adik kesayangannya.


"Kamu makin cantik saja adikku,eh siapa ini?" tunjuknya pada Amran.


"Assalamualaikum kak,saya Amran teman sekelas Asma kami disini mau belajar materi untuk olimpiade." ucap Amran mencium tangan Sayyid membuat Sayyid senang akan hal itu.


"Eh kak,wanita cantik ini siapa?" tanya Asma.


"Ini kakak iparmu maaf kakak menikah tanpa ada kalian saat itu kami ada dipesantren dan semuanya mendadak tapi waktu itu paman sempat ada disana karna paman sedang bekerja di sekitar sana dan menjadi wali nikah kakak." ucap Sayyid.


"Siapa namanya?" Asma pun mendekatinya dan tersenyum,walau memekai cadar aura cantiknya tidak pudar.


"Kakak ipar namanya siapa?" tanya Asma.


"Hanum adikku." ucapnya lembut.


"Wah nama yang indah sangat cocok dengan diri kakak yang sangat lembut." ucap Asma membuat Hanum bingung.


"Kenapa kamu berkata begitu,kita saja baru saling kenal?" ucap Hanum.


"Hahah...hati Asma yang menilainya jadi kakak sangat cocok dengan kak Sayyid yang baik juga." ucap Asma membuat Hanum tersipu dan Sayyid senang akan hal itu.


"Sudah pergi belajar sana,jangan menggoda kak Hanum terus!"ucap Sayyid dan memeluk istrinya.


" Uhh pelit,ayo ran.Kamu tunggu aja disana nanti aku ganti pakaian dulu."ucap Asma layaknya kekanakannya muncul jika Sayyid kembali.


Amran sendiri hanya bisa mengangguk,ia pun merasa Asma berbeda dari Asma yang disekolah sifatnya berubah hampir 80% dan Amran bahagia bisa mengetahui itu.


"Ah,iya bi." ujar Amran.


"Wah sekarang kau semakin tampan saja." ujar Halima membuat Amran merasa tersanjung.


"Hai Amran kenalkan aku kakaknya Asma apa kau tau?" ucap Latifah dan langsung dibalas anggukan Amran.


Latifah mendekat dan berbisik.


"Jadi kamu pemuda yang bisa membuat Asma jatuh hati,memang kamu pemuda yang baik kakak suka dengan pilihan Asma." Setelah itu Asma muncul dan melihat Amran yang gugup.


"Kakak,jangan menjahili Amran apa kakak tidak lihat kini wajahnya merah?" ucap Asma dan dihadiahi kekehan Latifah.


"Oke deh kakak gak akan ganggu masa pdkt kalian." ucap Latifah dan pergi.


"Kakak!!!" rengek Asma.


Asma pun berjalan menghampiri Amran.


"Maaf ya,kak Latifah emang suka bercanda." ucap Asma.


Amran hanya diam.


"Ayo dimulai jadi mana soalnya?" tanya Asma menatap Amran tapi Amran tidak merespon apapun,Asma pun melambaikan tanyannya.


"Kau masih hidup kan ran??"Seketika lamunan Amran buyar dan kembali pada kenyataan.

__ADS_1


Jadi selama ini Asma juga menyukaiku dan ternyata aku manyukainya tidak hanya bertepuk sebelah tangan yaalloh semoga perkataan kak Latifah bukanlah candaan_batin Amran.


" Ah,ya aku akan memulainya."ucap Amran.


"Kenapa kau dari tadi senyum begitu Fah?" tanya Halima.


"Ya seneng aja akhirnya Asma tidak malu-malu kucing pada Amran,bibi gak tau ya Asma tuh suka sama Amran pemuda itu juga sepertinya sama.Lihat saja mereka!" ucap Latifah dan Halima menengok,ia tersenyum.


"Bibi juga suka pada Amran,sepertinya sifat Gufran menurun padanya karna dulu Gufran juga berhati baik dan pemuda yang gigih." jelas Halima.


πŸ“©


Kak Fatir


Ran,kamu dimana woy ditunggu gak pulang?


Amran


Maaf kak,aku lagi ngerjain tugas dirumah temen.


Kak Fatir


Pulang kapan?


Amran


Paling gak lebih dari jam 3


Kak Fatir


Oke deh pulang langsung anterin ke Mall ya,abbi udah ngizinin kok


Amran


Gimana ya kak,Amran ada kegiatan setelah belajar.


Kak Fatir


Jangan sok sibuk,kakak gak mau tau kamu harus anterin,temenin kakak!


Amran


Iya deh.


Kak Fatir


terimakasih adikku;)


Kini wajah Amran menjadi sedih.


"Ada apa?" tanya Asma.


"Maaf ya aku gak bisa nemenin kamu buat mengajar ngaji soalnya kak Fatir minta aku temenin beli sesuatu." ucap Amran dan langsung dibalas senyum Asma.


"Gapapa,aku masih ada kok teman yang lain." ujar Asma,Amran merasa tidak enak,lagian ia merasa senang jika Asma ada disisinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2