Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
54.Pulang ke Bandung(season2)


__ADS_3

Esoknya.


"La,Rei!" panggil Asma membuat keduanya menoleh bersamaan.


"Apaan As?" tanya mereka.


"Besok kita ke Bandung sekalian aku ke rumah paman,bibi sakit jadi sekalian jenguk Marsella mau ikut?" tanya Asma.


"Jelas,sekalian aku juga mau pulang kerumah,udah lama gak kesana." ucap Reisa.


"Gimana hari pertama menjadi seorang muslimah?" tanya Asma.


"Bahagia dan juga terasa indah,dulu aku gak pernah merasa se lega ini dan saat sudah masuk islam hati merasa lebih damai insyaAlloh aku akan bicara baik pada keluarga walau kemarin di telphone papah sama kakak marah." menunduk.


"Sudah jangan difikirkan aku harap tekad kamu menjadi Islam tidak berubah." ucap Asma.


"Never,aku udah bersungguh-sungguh dan menerima semua konsekwensinya,yaudah aku kekelas ya Assalamualaikum." ucap Reisa melambaikan tangan.


"Waalaikumsalam." balas Asma dan Aqila.


"Ouh ya hari ini Amran sama Lukman udah masuk ya?" tanya Asma.


"Bahagia nampak,rindu Amran ya??" goda Aqila.


"Justru itu,kamu yang aku harus tanya apa Lukman rindu kamu?" goda Asma membuat Aqila cemberut.


"Sudah jangan dibahas." ucap Aqila nampak merona.


Mereka memasuki kelas dan disana pelajaran dimulai.


"Eh Asma,dan Aqila." ujar lelaki yang duduk didepan mereka dan menengokkan wajahnya kebelakang.


"Lukman??" ujar Asma dengan wajah bahagia walau mereka lama tidak bertemu tapi wajah mereka tidaklah berubah drastis.


"Nampak bahagia kamu As yakin rindu aku,gak rindu Amran?" dengan mata yang melirik Amran yang sedang fokus pada bukunya.


"Lukman kau memang keterlaluan teman macam apa yang memancing kekesalan temannya sendiri." batin Amran.


"Ouh jadi disebelah itu Amran,wah gak kerasa ya badannya nambah tinggi apalagi nambah tampan sekarang." puji Aqila.


"Ganteng mana sama Lukman?" goda Asma membuat Lukman menjadi salah tingkah sedangkan Aqila tersipu malu.


"Namanya lelaki semua tampan begitupun perempuan semuanya cantik karna kita diciptakan tak ada yang dibedakan oleh Alloh hanya berbeda keistimewaan." jelas Aqila.

__ADS_1


"Aqila benar tampan atau tidak bukan menjadi masalah dalam pendekatan diri." ucap Lukman.


"Jadi kau bermaksud ingin pendekatan dengan Aqila?" dengan wajah datarnya Amran membalas perbuatan Lukman.


"Apa sih man,lagian ya kalo pendekatan lebih baik langsung ta'aruf saja." ucap Lukman.


"Seriusan ya kamu mau langsung ta'arufan sama Aqila,apa Aqila sudah siap lahir dan batin?" lirik Amran membuat Aqila semakin salah tingkah.


"Jangan didengar ya La,Amran sedang bergurau." ucap Lukman dengan nada gugup.


Asma menggeleng kepalanya sambil terkekeh melihat interaksi Lukman dan Aqila dari SMA memang Aqila sudah menyukai Lukman terlihat jelas saat Aqila ikut mengaji di masjid dan saat itu Aqila selalu berjumpa Lukman dan adiknya Hasna.


"Sudah lanjutkan belajarnya,ouh ya aku ada kabar besok kami tidak akan ke kampus dan ada beberapa masalah di Bandung." ujar Asma membuat Amran jadi penasaran ia pun berbalik.


"Masalah apa?" tanya Amran.


"Bibi sakit sekalian juga kami mau menjenguk Marsela dan juga sekalian Reisa pulang kerumah katanya kangen keluarga." ujar Asma.


"Kami ikut ya?" pinta Amran.


"Eh sungguh,kalian baru sehari loh ngampus disini?" ujar Asma.


"Tidak masalah bukan dan keperluannya juga penting sekalian aku juga pulang kerumah membawa beberapa barang yang diperlukan." ucap Amran beralasan.


"Tidak masalah asal selamat sampai tujuan." jawab Amran langsung diangguki Asma.


Esoknya.


Kini mereka sudah siap dengan barang yang mereka butuhkan Amran dan Lukman pun sudah siap dan sudah berbicara kemarin untuk ikut pulang menjenguk Halima dan Marsela.


"Apa kalian sudah siap,ayo busnya sudah akan berangkat!" ucap Hafidz yang menggendong Zulkarnain.


"Kak emang wanita hamil gapapa berpergian gitu?" tanya Lukman penasaran.


"Kamu nanya gitu udah ada niatan ya Man,sama siapa?" tanya Amran dengan wajah menggoda membuat Lukman menatap kesal.


"Salah ya bertanya,kamu suudzon mulu Ran!" dengan wajah kesalnya dan menatap arah lain.


"Hehe...udah kayak tom and jerry saja,kemarin kakak sudah tanya kok kedokter,katanya gak masalah kalo perjalanannya hanya berbeda kota saja." ujar Latifah langsung diangguki mereka.


"Tuh,kak Latifah aja gak mikir macem-macem." dengus Lukman pada Amran.


Mereka menaiki bus saat Asma akan menyimpan tasnya keatas tempat penumpang duduk tas itu hampir terjatuh dan mengenai kepala Aqila.

__ADS_1


"Astagfirullah..." ucap Asma,namun lengan kokoh sudah menahan tas itu agar tak jatuh sehingga Asma menengok ke belakang siapa yang sudah memegang tas itu dan akhirnya Asma saling bertatapan dengan Amran.


"Ekhem,jangan lama nanti timbulin nafsu setan!" ucap Hafidz yang berada disampingnya.


"Ah ya makasih Ran,biar Asma yang mengambil tasnya." ucap Asma dengan wajah menunduk,akhirnya ia bisa duduk juga.


"Gimana,degdegan ya?" goda Aqila.


"Namanya juga manusia degdegan wajar la,kan punya jantung!" ucap Asma.


"Jawaban kamu bener kalo masalah organ manusia tapi ini masalahnya perasaan manusia Heart to heart gitu As..." ucap Aqila sambil menyenggol Asma.


"Udah,lebih baik baca doa sebelum busnya jalan!" ucap Asma.


Diperjalanan semua nampak tertidur kecuali Asma dan Amran mereka sama-sama terjaga,Asma kini sedang membaca Al-qur'an dengan suara pelan tapi terdengar jelas oleh Amran yang duduk dibelakangnya.


"Baca surah Al-kahfi ya As?" tanya Amran sontak Asma menyelesaikan mengajinya.


"Gak tidur Ran?" tanya Asma balik.


"Enggak bisa soalnya ada suara yang merdu dan membuat telinga dan mata ingin melihat dan mendengarkannya selalu." ucap Amran.


"Suara apa?" tanya Asma.


"Suara bidadari surga,calon wanita dimasa depan yang insyaAlloh bisa terwujudkan." ucap Amran sambil menahan senyumnya.


"Alangkah beruntungnya wanita yang kamu bicarakan,jika wanita itu sholehah kamu patut mendapatkan wanita itu." ucap Asma namun dalam hati ia merasa sakit tapi entah apa walau tujuannya membalas perkataan Amran.


"Itulah yang aku cari As,wanita Sholehah dengan hati selembut sutra apakah aku pantas untuknya?" tanya Amran yang hanya menatap kusri penumpang didepannya.


"Alloh memberikan setiap manusia jodoh dan sudah memasangkannya antara lelaki dan perempuan,jika mereka memang pasangan yang tepat maka tidak masalah apalah kelebihan dan kekurangan dari keduanya,karna sifat manusia adalah saling melengkapi bukan mencari kelemahan dan kekurangannya." ujar Asma.


"Kamu benar As,bisakah suatu saat aku mendapatkan wanita itu?" tanya Amran lagi.


"InsyaAlloh jika memang mereka memiliki takdir yang baik dan mereka akan bersama jika memang sudah berjodoh." ucap Asma.


"Amiin,apa kau tidak mendoakannya juga?" tanya Amran dengan nada terkekeh geli atas pertanyaannya.


"Amiin." ujar Asma sambil tersenyum tanpa Amran ketahui.


Jika memang kita adalah takdir yang bisa menyatu maka Alloh maha mengetahui setiap apa yang hambanya inginkan,jika Alloh mempercayakanmu untukku aku akan berdoa semoga kau bahagia bersamaku yang selalu menunggumu hingga aku sudah siap memberimu kebahagiaan lahir batin_batin Amran.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2