Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
52.Menemukan keluarga nenek(season2)


__ADS_3

Sepulangnya Asma segera menemui Jumanah dan berbincang perihal tempat tinggal namun respon sang nenek tetap sama.


"Nenek tidak tau tempat tinggal nenek." ucap Jumanah sedih.


"Ah begini saja,siapa nama anak nenek dan apa pekerjaan beliau?" tanya Asma.


"Anakku bernama Denis dan dia seorang CEO di perusahaan PT.Kasta premium." ucap sang nenek.


"Ah nenek terimakasih sudah mengingat itu,jadi nenek tinggalah disini dulu Asma pergi sebentar." Asma tau tempat itu dan dengan begitu dia pasti bisa menemukan keluarga nenek Jumanah.


Saat Asma keluar kebetulan Hafidz pun baru tiba dengan motornya.


"Asma kamu mau kemana?" tanya Hafidz.


"Asma mau ke PT.Kasta premium kak." ujar Asma.


"Untuk apa kesana?" tanya Hafidz menatap bingung.


"Nanti Asma ceritakan,Asma pergi dulu kak Assalamualaikum." dengan tergesa Asma beranjak pergi.


"Tunggu,kakak antar sampai sana kakak gak percaya kamu selamat diperjalanan jika sendiri." ucap Hafidz tanpa ditolak Asma langsung menurut mengetahui bagaimana kepribadian Hafidz yang tegas seperti Sayyid.


Sesampainya.


"Kakak jika mau pulang tidak masalah,tapi jika mau menunggu terimakasih." ujar Asma.


"Kakak menunggu saja." ucap Hafidz.


Asma mengangguk dan pamit,setibanya didepan gedung itu Asma pun mengintip dan melihat satpam didepannya.


"Assalamualaikum." ucap Asma ramah dan tersenyum membuat satpam itu membalas.


"Ade mau cari siapa?" tanya satpam itu.


"Saya mau bertemu tuan Denis." ucap Asma langsung dipersilahkan masuk.


Asma pun hendak melangkah namun terhenti.


"Maaf mbak,mau cari siapa?" tanya respsionis itu.


"Saya mau bertemu tuan Denis mbak." ujar Asma.


"Apa sudah ada janji?" sontak perkataan itu membuat Asma tak menjawab karna memang ia belum meminta janji karna kenal saja tidak.


"Belum mbak." ucap Asma menunduk.


"Maaf jika seperti itu,kami tidak menizinkan..." perkataan itu terpotong saat suara pria membuat atensi mereka teralih.


"Kau ingin menemui ayahku,mari." ucapnya sopan langsung Asma mengangguk walau dalam hati ia merasa tidak kenal dengan pria yang mengizinkannya masuk.

__ADS_1


"Kau siapa?" tanya Asma memberanikan diri,melihat penampilan pemuda itu rasanya pemuda itu pasti seumuran dengannya atau mungkin berbeda beberapa tahun.


"Namaku Zakir Muhammad Hidayah anak dari tuan Denis." ucapnya singkat.


"Ouh maaf apa kau mengenalku,kenapa kau mengizinkanku begitu saja bertemu ayahmu?" tanya Asma.


"Entahlah namun aku tau tujuanmu kesini baik jadi mari didepan adalah ruangan ayahku." dengan sopan Zakir membuka pintu itu.


"Ayah ada yang ingin bertemu." ucap Zakir.


Denis mengangkat sebelah alis pasalnya ia tak mengenali gadis itu dan nampak bingung.


"Ayo silahkan duduk!" ucap Denis ramah.


"Assalamualaikum paman." ucap Asma menunduk.


"Waalaikumsalam." balas Denis ramah.


Asma pun duduk dikursi dan Zakir mengikutinya duduk disebelah Asma karna kepo dengan gadis itu.


"Jadi apa tujuanmu kesini nak?" tanya Denis yang menyimpan berkasnya.


"Em,begini paman maaf lancang apakah paman kehilangan keluarga em maksudnya apa paman kenal dengan nek Jumanah?" tanya Asma membuat Denis maupun Zakir kaget.


"Itu nenekku,apa kau tau dimana dia kami kehilangan beliau saat berkunjung kemakam." jelas Zakir.


"Ah benar saya menemukan nek Jumanah dipinggir jalan dan dia sudah beberapa bulan menjadi pengemis karna hati saya tergerak saya bawa pulang kerumah." ucap Asma.


Mereka pun pergi kesana dengan Hafidz yang berjalan duluan diikuti mobil Denis dibelakang.


"Mereka siapa As?" tanya Hafidz yang tau motornya diikuti.


"Nanti Asma jelaskan dirumah,jangan takut mereka orang baik." ucap Asma sedikit teriak karna motor yang melaju sedikit kencang.


"Baiklah."


Setibanya dirumah.


"Assalamualaikum." ucap mereka bersamaan.


"Ibu..." Denis langsung memeluk dan mencium pipi sang ibu saking khawatir dengan keadaannya,sedah berbulan-bulan ia tidak dapat menemukan ibunya yang hilang.


"Denis anakku." Jumanah memeluk anaknya dengan erat.


"Nenek." seru Zakir meneteskan air mata.


"Nak terimakasih kau sudah menemukan ibu saya,sebagai balas budi kau mintalah sesuatu insyaAlloh saya kabulkan." ucap Denis bahagia.


"Saya menolong dengan ikhlas paman biar Alloh yang membalas perbuatan saya." ucap Asma dengan tulus membuat Denis senang akan kerendahan hati Asma.

__ADS_1


"Terimakasih ya sudah mau menolong nenek." ucap Zakir dibalas anggukan Asma.


"Baiklah kami permisi dulu,jika butuh sesuatu apapun hubungi kami,kami siap membantu ini kartu alamat saya." Denis menyodorkan kartu alamatnya dan langsung diterima Asma.


"Baiklah paman." ujar Asma.


"Kami pamit Assalamualaikum." ucap Denis dan Zakir sebelum itu Jumanah berhambur memeluk Asma dengan sayang.


"Terimakasih nak,kamu memang anak yang sholehah,nenek akan berkunjung jika ada waktu dan bermain juga bersama Zulkarnain." mengelus kepala Zulkarnain.


"Ditunggu ya nek." ucap Asma diangguki Jumanah.


"Jadi,bisakah diceritakan?" tanya Hafidz yang sudah tak sabar mendengar cerita Asma dengan sabar Asma menceritakannya membuat Hafidz tersenyum senang,memang dia sangat bangga dan selalu bangga akan perbuatan adik iparnya itu.


"Kamu memang pantas diberi julukan si cantik berhati berlian,mata hatimu selalu memberikan sebuah hal yang sangat baik dan insyaAlloh diridhoi-Nya." ucap Hafidz.


"Amiin." balas Asma.


"Tan,kapan nenek kembali lagi Zul jadi gak punya temen lagi." menunduk sedih.


"Siapa bilang tante kan ada dan calon adikmu juga akan hadir jangan bersedih,ouh ya hafalanmu baru sampai mana?" tanya Asma.


"Baru sampai Juz 24 tan,semalam abbi sudah menambah beberapa ayat tapi selanjutnya ganti surah." ucap Zulkarnain.


"Bagus nanti malam kita akan menghafal lagi dan bermain game." ucap Asma dibalas dengan hati yang senang oleh Zulkarnain.


"Yuhu...."melompat senang


"Hati-hati kamu,senang banget ya kalau sama tante?" goda Hafidz.


"Iyalah sama abbi selalu di cubit hidungnya kalau Zul lagi males tapi kalau tante suka kasih game jadi Zul lebih semangat." ucap Zulkarnain apa adanya membuat semuanya menggeleng.


"Lihatlah kelakuannya itu." ucap Hafidz menggeleng.


Asma pun pamit kekamarnya dan ia segera membuka sebuah kotak yang lama ia simpan.


Flashback


"Assalamualaikum As,ini ada sedikit hadiah dariku." ucap Fatir.


"Waalaikumsalam,bukannya yang ulang tahun Amran ya,kok jadi dikasih ke Asma?" tanya Asma bingung,Fatir hanya menggaruk kepala yang tak gatal.


Aqila sangat aneh melihat gelagat Fatir ia memiliki firasat jika Fatir menyukai Asma.


"Ah hanya bingkisan kecil semoga suka,ngomong-ngomong malam ini kamu cantik dengan jilbab biru itu." ucap Fatir membuat Asma tersenyum.


"Terimakasih kak." ucap Asma dan Fatir melenggang pergi.


Flashback off

__ADS_1


Asma melihat isinya dan itu adalah make up,ia tidak memakainya karna ia memang tidak terlalu suka berdandan dan ia menghargai pemberian Fatir dengan cara menyimpannya dengan apik lalu beralih pada sebuah novel yang pernah Amran belikan,ia pun membacanya karna sekian lama disimpan terakhir ia baca cerita mengesankan itu saat lulus SMA dan kini ia sudah penasaran lagi dengan cerita yang baru ia baca beberapa Bab.


Bersambung....


__ADS_2