Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
21.Decak Kagum


__ADS_3

"Ah ini pasti...." ucap Malik menunjuk lelaki disamping Gufran yang tak lain adalah pemuda tampan yang sedari tadi menjadi bahan perbincangan para gadis.


"Assalamualaikum Paman saya..." Sebelum berkata seseorang datang.


"Assalamualaikum Ust.acaranya akan segera dimulai" ucap pemuda itu dan diangguki Malik.


"Mari Ust.Gufran acaranya akan segera dimulai" ucap Malik diangguki Gufran.


Malik pun segera membuka acaranya dihadapan tamu hadirin di masjid yang besar ini.


"Bismillah,Mari kita bersholawat bersama menyambut kedatangan tamu kita KH.Ust.Gufran


Talaal badrualaina minsyani atil wadda


Wajaba syukru alaina madda alillahidda..." Gufran pun memasuki area dalam masjid dan segera menempati mimbar.


"Assalamualaikum wr.wb puji syukur kita berikan atas kehadirat Alloh SWT yang dimana atas limpah rahmat dan karunianya kita dapat bersilaturahmi bertatap muka di masjid yang insya Alloh diberkahi ini Amiin...mengingat kan kita diacara kali ini adalah maulid nabi Muhammad SAW" ucap Gufran yang sudah duduk dimimbar.


"Sebelum itu kita akan mendengar acara pembuka,sebagaimana yang akan di mulai oleh ust.Malik" ucap Gufran.


"Baik tak perlu berlama-lama mari kita dengarkan lantunan Ayat suci Al-Quran yang sebagaimana di jadikan pembukaan agar kita semua mendapat berkah dan rahmat dari Alloh bagi pembaca maupun pendengar" ucap Malik dan ia segera turun kebawah


Seorang pemuda duduk didepan tamu hadirin dan sesekali menatap setiap sudut tempat dan mulai menatap Al-Qur'an.


Bismillahirahmanirrahim...


Pemuda itu pun melantunkan Al-Qur'an surah Al-Baqarah dengan indah di pendengaran ayat itu dilantunkan penuh dengan ketenangan dan ketentraman.Seorang wanita dari balik kain penghalang tak pernah luput dari senyuman decak kagum seakan membuatnya merasa suara itu dihadiahkan padanya.


"Subhanallah ya As,suaranya begitu merdu" ucap salah satu temannya.


"Ya,Alloh sangat baik pada kita sedangkan kita selalu mengeluh dengan kebaikannya" ucap Asma diangguki temannya.


Tiba-tiba seseorang datang pada Asma dengan terburu-buru.


"HuHuHu....Asma....gawat Aisyah sakit hari ini dia tidak bisa melantunkan ayat suci" seketika Asma panik tapi dia pun menampakkan wajah tersenyum.


"Tidak usah cemas aku akan meminta pendapat paman" ucap Asma.


"Paman,bagaimana Aisyah sedang sakit hari ini tidak mungkin dia dipaksa mengaji saat sakit" ucap Asma khawatir.


"Apa yang menjadi kekhawatiranmu,Alloh selalu memberi petunjuk atas rasa khawatirmu dan ada penerang untuk itu" ucap Malik membuat Asma bingung.


"Apa itu paman?" tanya Asma.


"Kau yang akan menggantikannya" ucap Malik dan seketika Asma terkaget.


Sadakallahul Adzim

__ADS_1


Pemuda itu pun mengusap kedua telapak tangannya ke wajah dan segera berdiri.


"Para hadirin ini adalah Amran Alfian putra saya dia salah satu hafidz di pesantren milik saya jadi bagi bapak ibu yang membutuhkan tempat belajar untuk anak dan kurang dari biaya bisa hubungi saya insya alloh tempat pendidikan pesantren saya akan terbuka untuk semua,asal bagi mereka ilmu adalah syurga dunia dan akhirat" ucap Gufran diangguki semua tamu.


"Asma??" tanya Asma kaget.


"Ya putriku kau harus menggantikan Aisyah ingatlah bahwa kau bisa mengaji apakah akan sia-sia jika kau tak mengamalkannya ingat sesuatu yang dipelajari akan tidak ternilai apabila kita tidak mengamalkannya pada orang lain,apa kau mengerti nak?" tanya Malik diangguki Asma.


"Insya alloh paman Asma siap untuk itu" ucap Asma.


Semua tamu hadirin menunggu giliran untuk melantunkan Ayat suci dan Asma pun memasuki area depan Masjid sontak semua senang bisa mendengar lantunan merdu seorang Asma.


Auudzubillahiminasyaitoni rajim,Bismillahirahmanirrahim...


Lantunan Ayat suci surah Taha pun dilantunkan ayat demi ayat dibacakan,seseorang begitu terkagum baru pertama kali ia mendengar suara yang mampu membuat hati bagai ditengah rerumputan yang hijau dan semerbak angin yang menerpa wajah sekaligus menenangkan jiwa. sungguh nyaman jika didengar siapapun.


seorang pemuda menutup matanya sambil menghayati suara indah gadis yang masih membaca Al-Quran setelah selesai ia membuka mata dan tersenyum.


"Sungguh ciptaanmu takkan tergantikan,Aku terkagum akan ciptaanmu ini ya Alloh apakah aku bisa menyukainya sedangkan semuanya adalah milikmu" batin Amran dan terus menatap Asma dari jauh.


"Ya Alloh hatiku merasa seseorang memanggilku,dan semoga engkau memberkahiku" ucap Asma dalam hati ia segera pergi dengan sopan.


acara pun telah selesai dilaksanakan setelah Ust.Gufran selesai ceramah dan ia segera datang pada Asma dan Malik.


"Semoga Alloh selalu melindungimu nak,Sungguh indah sekali suaramu kau tau Ust.sampai menangis ketika kau membacakan surat Taha" ucap Gufran dibalas anggukan oleh Asma.


"Syukur Alhamdulillah Ust.Asma hanya memenuhi tugas sebagai seorang murid tidakkah sia-sia jika Asma berdiam diri sedangkan ilmu itu telah Asma kuasai" ucap Asma dibalas anggukan Gufran.


"Ust.ingin mengajakmu ke pesantren besok apa kau mau sekaligus,Ust.akan memantau perkembangannya" ucap Gufran sedangkan Asma menatap Malik.


"Pilihanmu tidak akan paman tolak Asma" ucap Malik diangguki Asma.


"Jika Alloh mengizinkan Ust.Besok Asma akan ikut" ucap Asma sambil mengangguk.


"Alhamdulillah,besok Ust.akan menjemputmu di rumah Pamanmu" Anggukan Asma pun dihadiahi senyuman Gufran.


"Baiklah kami pamit Assalamualaikum Malik." ucap Gufran.


"Waalaikumsalam."Jawab Malik.


"Assalamualaikum paman dan...Asma." ucap pemuda itu yaitu Amran.


"Waalaikumsalam." jawab Asma sambil mendunduk malu.


"Apa kau menyukai pemuda itu?" tanya Malik.


"Umm....hati seseorang tak bisa berbohong paman sedangkan Asma tak mau mengatakan hal yang sebaliknya lewat bibir jadi biarlah menjadi rahasia Asma dan Alloh."ucap Asma dihadiahi kekehan Malik.

__ADS_1


"Sungguh jika kau malu begitu paman semakin penasaran denganmu." ucap Malik.


"Paman....jangan mentertawai Asma."Asma rasanya malu jika terus digoda pamannya.


"Baiklah maafkan paman jika kau benar menyukainya katakanlah."ucap Malik.


"Biarlah semuanya terus berjalan karna jodoh Alloh yang menentukan dan bagaimana kita sebagai ciptaannya yang harus berusaha untuk itu." ucap Asma.


"Keponakan paman semakin pintar saja ya,lain kali paman akan bertanya kisah Asmara lewatmu saja deh."ucap Malik menggoda.


"Paman mau cari wanita lain,apa Bibi tidak lebih baik dari pada yang lain paman sesungguhnya cinta sejati itu sulit dicari." ucap Asma mendengus kesal akan pola fikir pamannya.


Malik pun menggelengkan lengannya.


"Tidak,Bibimu takkan bisa digantikan maksud paman jiwa muda mu bisa paman contoh sebagai pemanis di kehidupan rumah tangga paman." ucap Malik.


"Ouh hhehe...Asma fikir paman berniat yang lain." ucap Asma.


"Mana mungkin." jawab Malik.


"Ya paman Asma tidak akan percaya karna menurut mata hati Asma paman adalah orang yang dapat dipercaya karna kejujuran paman." ucapan Asma membuat Malik ingin meneteskan air mata.


"Paman menyayangimu,bagaimana bisa kedua orang tuamu menitipkan malaikat kecil yang sholehah ini."sambil memeluk Asma.


"Alloh yang berkehendak jika terjadi siapapun tidak bisa menghalangi." ucap Asma membalas pelukan Malik.


 


Sesungguhnya kita hanya


manusia biasa segalanya hanyalah


karna karunia Alloh janganlah kita


merasa paling baik karna kebaikan


hanyalah milik Alloh


_ IrmalaYanti


 


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊


See you next part...

__ADS_1


__ADS_2