Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
14.Masjid


__ADS_3

Setelah Lukman dan Hasna makan Lukman mengantar Hasna sekalian Sholat Ashar dimasjid karna letaknya tidak jauh mereka tidak lelah hanya untuk berjalan saja.


"Kakak sholat dulu,kamu bergabung dengan teman yang lain ya!" ucap Lukman memegang pipi adiknya dan mengusap kepala adiknya yang mungil dengan senyum tulusnya.


"Baik kak." ucap Hasna dan mengecup punggung tangan Lukman setelah itu Lukman selalu berkata manis untuk menyemangati adiknya.


"Adik sholehah semoga mengajimu menjadikannya pahala,dan mengantarkan orang tua dalam syurganya Alloh." Selalu kata itu yang diucapkan Lukman saat Hasna akan mengaji.


"Amiin kak,Hasna juga doain kakak kok biar masuk syurga bareng-bareng." ucap Hasna semangat dan pergi.


Kakak bangga padamu dik_batin Lukman yang membenarkan peci nya dan memasuki area masjid.


.


.


.


"Assalamualaikum,ustadz Malik dan kak Asma." sapa Hasna membuat semua orang berbalik dan melihat kedatangan murid yang paling aktif.


"Eh,Hasna sudah sampai ayo gabung!" ucap Asma lembut bagaikan wanita dewasa,ia selalu dipuji anak pengajian karna kelembutannya saat mengajar tak heran banyak anak yang ingin dipandunya dari pada guru yang lain.


"Kak Asma hari ini begitu cantik seperti seorang bidadari apa Alloh turunkan bidadari di masjid ini?" seketika ucapan Hasna membuat Asma merasa malu dan menatap pamannya agar Hasna berhenti memujinya rasanya ia tidak pantas mendapatkan pujian seindah itu.


"Kakakmu malu Hasna." ucap Malik tersenyum karna kelakuan Hasna yang terkadang membuat orang salah tingkah.


"Kenapa harus malu,memuji kan gak memalukan." ucap Hasna polos dan membuat Malik tersenyum karna jawaban salah satu muridnya ini.


"Malu dalam artian dia terlalu tersanjung hmm,bagaimana ya dia terlalu dilebih-lebihkan olehmu makannya merasa tidak pantas karna kak Asma sam sepertimu seorang wanita muslimah." ucap Malik dan mulai dimengerti Hasna.


"Oh begitu ya Ustadz,lagian memang benar kak Asma memang selalu cantik alami Hasna yang sebagai perempuan saja iri." ucap Hasna cemberut.

__ADS_1


"Besar nanti Hasna juga akan seperti kak Asma kok,asal mengajinya yang rajin dan selalu taat pada perintah Alloh dan rasullnya." Ucap Asma lembut seperti seorang ibu.


"Benarkah?" Hasna berdiri dan berkata pada temannya.


"Wahai para sahabat muslim Hasna, besar nanti Hasna akan menjadi gadis cantik seperti kak Asma,jangan pada iri ya!" Seketika temannya ada yang mengejek karna kepercayaan diri Hasna.


"Hahaha.... mana ada, kak Asma itu sempurna dan kau bulat seperti bakpau lebih baik jadi iklan tukan makan deh." ucapan itu membuat Hasna bersedih,Asma mengerti dan mendekat.


"Agi kau tidak boleh berkata begitu,Fisik seseorang adalah ciptaan Alloh barang siapa yang memandangnya hina maka Alloh pun akan memandangnya hina pula nauudzubilah,apa kau faham Agi?" Perkataan lembut Asma membuat Agi sadar dan tidak berani lagi mengejek jika Asma sudaj berucap artinya sikapnya sudah keterlaluan.


ia berdiri menghadap Hasna dengan wajah bersalah.


"Hasna maafkan Agi, Agi tidak berfikir sebelum berkata padamu itu menyakitimu bukan,aku minta maaf ya." Hasna tersenyum dan membalas dengan anggukan.


"Tidak apa,jangan diulang lagi ya!" ucap Hasna diangguki Agi yang senang jika temannya tidak membencinya.


"Paman pengajian ini dihadiri untuk anak seusia Asma dan anak kecil bisakah paman mengajari anak seusiaku dan aku mengajari anak kecil?" tanya Asma yang tidak percaya diri jikalau mengajari teman seusianya.


.


.


.


Asma pun memanggil dulu setiap anak yang biasanya sering mengaji di sini jika ada yang tidak datang ia akan bertanya dan jika karna sakit dia akan menjenguk anak itu,rasanya tanggung jawabnya bukan hanya mengajar namun juga memperdulikan setiap anak karna ada juga yang tidak mengaji karna faktor biaya padahal disini Asma mengajar dengan ikhlas tapi para orang tua tetap tidak enak jika anaknya belajar dengan cuma-cuma,terkadang Asma merasa miris pada mereka yang tidak bisa mengaji dan sekolah.


Asma mulai mengaji bersama anak-anak,salah seorang anak berkata sesuatu pada Asma.


"kak Asma!" panggilnya dengan suara kecil.


"Ada apa Hanif?" tanya Asma yang baru saja membuka Al-qur'an nya.

__ADS_1


"Bolehkah kami mendengar kakak melantunkan surat Al-kafirun?" tanya Hanif yang sangat merindukan suara indah Asma.


"iya kak,sekalian kami belajar menghafalnya." ucap yang lainnya dengan nada memohon agar Asma bisa mengaji untuk mereka,Asma sendiri tidak bisa menolak hal yang baik itu.


"Baiklah, kakak akan mengaji kalian dengarkan dan simpan diotak bersih kalian!" ucap Asma yang mulai mencari surah yang sudah ditentukan itu.


segeralah ia melantunkan Ayat suci Al-qur'an dengan suara indah dan khusyu tak sadar suaranya membuat semua tidak fokus dan segera menatap siapa yang sedang mengaji dengan nada indah seperti ini.


Lukman yang sedang berdzikir selesai dan ia baru sadar bahwa lantunan ayat suci sedang terdengar begitu indah dan menenangkan hati.ia penasaran dan ia menghampirinya.


Alangkah terkejutnya saat yang ia lihat adalah Asma teman sekolahnya,ia sudah menduga dan ia tidak begitu Syok ia tersenyum karna temannya begitu hebat dan mengaggumkan.


Semoga Alloh merahmatimu Asma,kau gadis penuh dengan bakat dan mengamalkannya untuk orang lain_Batin Lukman.


"sadakallahuladzim..." setelah itu Asma menutup Al-Qur'annya namun ia baru sadar disekelilingnya bukan hanya anak kecil tapi begitu banyak yang datang ia kaget dari orang dewasa sampao remaja yang sebaya dengannya.


"Paman!!" teriak Asma yang gelisa akan tatapan semua orang padanya,ia hanya ingin menjaga pandangannya apalagi ini di dalam masjid.


Malik segera menjumpai keponakannya dan ia segera berkata kepada semua orang.


"Asma merasa tidak enak diperlihatkan seperti itu lebih baik para lelaki segera bubar,maaf tidak bermaksud mengusir tapi sebaiknya para bapak-bapak dan anak muda tidak melewati batas gorden yang disediakan!" ucap Malik dengan sopan.


"Kau menjaga pandanganmu Asma,sungguh wanita yang terhormat." ucap Lukman kagum dan ia senang memiliki teman yang sholehah.


ia sadar,bukan hanya ia tetapi lelaki ataupun yang sudah tua begitu kagum akan suara merdu Asma membuat mereka ingin selalu mendengarnya setiap hari karna dapat membuat ketentraman jiwa suaranya seperti aliran air yang bisa membawa apapun dengan mudah dan termasuk beban yang ada akan hilang dan berganti dengan rasa nyaman.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊

__ADS_1


__ADS_2