
Asma kini sedang sholat tahajud.
"Assalamualaikum warahmatullohi wabarakattu."ucap Asma sambil menengok kanan dan kiri kemudian ia mengusap wajah lembutnya.
" YaAlloh yang maha mendengar kala manusia tertidur hamba tidak punya kepandaian maupun kekuasaan berilah hamba,keluarga hamba kesabaran dalam segala ujian,hamba bersyukur engkau masih memberi kesempatan keluarga hamba untuk bertaubat hiks...tapi ya Alloh dikala malam dipenuhi bintang mu,berilah secerca kebahagiaan untuk kakakku hiks...kakakku mungkin salah hiks...tapi apakah kesalahannya sangat membuat dia menjadi tidak berdaya,hiks...berilah titik cerah baginya untuk bertaubat dan menjadi lebih baik hiks...apalagi disaat dirinya tengah mengandung keponakan hamba hiks...engkau maha mendengar lagi maha pengasih berikanlah ketabahan dan kekuatan untuk hari-hari selanjutnya maka tutuplah aib kami sebagaimana engkaulah maha penutub aib yang paling baik Amiin."Tak disadar seseorang mendengarnya dari luar.
Latifah menutup mulutnya tak kuasa membendung air matanya.
"Yaalloh apa yang selama ini aku lakukan,ini kah karma karna diriku selalu berbuat jahat pada adikku sendiri tapi kenapa dia masih mendoakan kebaikkan untukku yang jahat??" batin Latifah.
Tiba-tiba Asma terkaget melihat Latifah berdiri didepan kamarnya,niatnya ingin mengambil air minum namun saat melihat kakaknya ia menjadi takut terjadi sesuatu.
"Kakak,apa kau merasa sakit?" ucap Asma khawatir.
Tiba-tiba Latifah bersimpuh dibawah kaki Asma dengan tangisannya yang sangat rapuh,rasanya ia sudah tidak punya cara yang lebih baik karna dirinya memang sudah sangat kejam selama ini.
"Hiks...Asma maafkan kakak!!" pinta Latifah dengan menagis,Asma pun membantu Latifah berdiri dan segera memeluknya.
"Kakak tidak sebaiknya begitu,kakak tidak bersalah kok." ucap Asma lembut.
"Selama ini kakak kejam padamu batin dan jiwa mu disusashkan karna perlakuan kakak maafkan kakak hiks...kakak janji setelah ini kakak akan berubah maafkan kakak,kau mau memukul kakak silahkan!!" Latifah pun memukul kepalanya dengan tangan Asma.
"Kakak cukup,apa kakak tidak berlebihan,Asma tau jika Alloh tidak tidur jadi kakak yakin ya dengan keputusan kakak." Latifah memeluk Asma erat.
"Kau tau aku membencimu karna apa,karna kau membuat ayah dan ibu meninggal sedangkan aku dan kak Sayyid masih kecil membutuhkan kasih sayang mereka,setelah kau lahir ayah ibu meninggalkan kami sehingga aku berfikir kau bukan sumber cahaya tapi sebuah kegelapan untuk masa depan kakak dan kak Sayyid,tapi kini tidak kaulah malaikat kakak." ucap Latifah mencium kedua pipi Asma membuatnya kegelian.
"Haha...kakak berlebihan." ucap Asma dibalas kekehan.
Terimakasih ya Alloh telah memberikan jalan yang terang untuk kakak hamba_batin Asma.
.
.
.
Di sekolah...
Saat kedatangan Asma semua orang berbisik sambil menatapnya tidak suka entah apa yang terjadi.
"Asma!!" panggil Najla dan Aqila.
__ADS_1
"Kalian,kenapa?" tanya Asma bingung.
"Kamu gak denger kabar hari ini,kami tau dari pengumuman Clarisa kalau kakak kamu hamil diluar nikah dan semua itu sudah menyebar dan katanya dia diberi tahu Marsella,apa benar?" tanya Nalja dengan perkataan itu Asma terkejut.
"Iya benar." ucapan Asma membuat Najla dan Aqila kaget.
"Marsella berbuat salah,bisa-bisanya dia tidak menutup aib keluargamu kemarin dia kerumahmu kan pasti dia tau saat itu." ucap Aqila.
Asma berfikir sejenak dan memang Marsella lah yang tau itu selain dirinya tapi apa mungkin Marsella sekejam itu padanya.
Asma dan kawannya kekelas dan ingin langsung bertanya pada Marsella.
Brakk.
"Ehh orang kotor datang kakaknya juga sekarang kena ya,memang keluarga kotor sih,tinggal dikoljem apa gimana?" ejek Clarisa.
"Marsella bisa-bisanya ya kamu buka aib orang lain apa lagi pada Asma teman yang selalu membantumu!!" ucap Aqila dengan emosi sedangkan Marsella menunduk saja.
"Sekarang jelaskan apa alasannya!!" ucap Najla tegas.
"Yang jelas dia tuh udah kasih info yang akurat dan bisa buat kehebohan disekolah ini!" ucap Rizka mengejek.
"Diam kau jelek,tidak ada urusannya dengamu!" ucap Aqila kesal.
"Diam kau nek lampir memang kau tak seburuk temanmu?" ujar Aqila dengan ejekan namun saat Clarisa ingin meju lengannya dia tahan Rizka.
"Diamlah,kita lihat kelanjutan drama ini." ucap Rizka.
"Marsella,apa benar kau yang menyebarkan aib keluargaku?" ucap Marsella dengan pelan ia mengangguk.
"Bener-bener ya!!" teriak Aqila diambang kesabaran dan menarik rambut Marsella.
"Ahk..." Marsella hanya merintih dan dengan cepat Asma memisahkannya.
"Berhenti!!jangan ada keributan ini masalahku!" ucap Asma.
"Asma dia itu udah buka aib kamu sampai satu sekolah memandang jelek kamu!" ucap Aqila kesal.
"Tidak apa,mereka hanya tau dari kebenarannya biar aku yang menerimanya jadi tidak usah kalian ikut campur,terimakasih sudah menemaniku 5 menit lagi masuk jadi kalian kekelas saja!" pinta Asma lembut tanpa berfikir panjang Aqila dan juga Najla keluar.
Asma menatap Marsella yang tertunduk dan kembali fokus dalam fikirannya.
__ADS_1
"Mataku jelas melihat Marsella mengangguk tapi hatiku merasa jika semua ini salah." ucap Asma dalam hatinya.
Najla keluar dan tak sengaja menabrak seseorang seketika lelaki itu menolongnya.
"Kau tidak apa?"
wajah Najla memerah ia pun mengangguk.
"Terimakasih Amran." ucap Najla tulus.
"Dia tampan sekali apa aku suka padanya,aishh apa yang aku fikirkan." batin Najla.
"Eh Naj bentar lagi bu Juin datang kekelas jangan melamun disini!" ucap Aqila.
.
.
.
"Gila man,katanya kakak Asma hamil diluar nikah,keliatannya alim ya tapi..." sesaat mendengar perkataan Ali,Asma menunduk.
"Sttt kalo ngomong tuh pelan dikit!" ucap Amran dan mendekati meja Asma.
"Assalamualaikum,As bener ya yang diomongin sekolah?" tanya Amran lembut.
Ck,sama Asma aja nada bicaranya beda_batin Ali dengan mendelik.
"Waalaikumsalam man,dan apa kamu percaya?" tanya Asma lagi.
"Jika kamu bilang tidak aku menerimanya jika kamu bilang iya aku juga menerimanya." balas Amran.
"Semua itu benar." ucap Asma menunduk,ia sangat malu kini dirinya yang harus menanggung beban itu.
Amran tersenyum sampai semua siswi merasa terpesona,tapi Asma tidak melihatnya Clarisa sendiri sudah iri setengah mati.
"Syukurlah aku tenang jika kau jujur,aku tau kejadian itu menimpa kakakmu tapi kau tidak sama dengannya karna kau wanita mulia wanita berharga yang patut dihormati,aku pamit." ucap Amran setalah itu dia duduk dikursinya sedangkan Ali menganga baru pertama kali Amran memuji wanita seindah itu.
Kini debar hati Asma semakin kencang setiap kali Amran datang padanya entah mengapa dilain tempat pun Amran merasakan hal sama sekaligus bahagia telah mengutarakan apa yang ada dalam hatinya.
Bolehkah hatiku kutaruhkan dalam dirimu yang begitu tak sepadan untukku_batin Amran.
__ADS_1
Jika aku ingin,apakah aku pantas berada dalam setiap detak jantungmu namun hatiku mengatakan ia tapi aku berfikir kau terlalu sempurna bagiku_batin Asma
Bersambung...