
"Baiklah Hari ini Mos pertama kalian jadi kita akan keluar dan kami memperkenalkan sekolah ini"ucap Amellya yang malai berjalan lebih dulu bersama Nirmala.
Masa Orientasi Siswa ini pertama adalah keliling sekolah agar semua para siswa/i dapat mengenal sekolah mereka lebih jauh terutama agar mereka dapat mengetahui dan tidak akan kebingungan jika mereka sudah menjadi siswa disekolah tersebut.
" Kak apa boleh bertanya?"tanya Asma yang sedari tadi penasaran dengan sesuatu.
"Tentu saja." Ucap Nirmala yang memang suka jika banyak yang bertanya tentang sekolah kebanggaannya ini.
"Apa fungsi diadakannya tiang itu,jika para siswa masuk kemungkinan menghalangi jalan mereka saat masuk maupun keluar." ucap Asma dengan ramah.
"Hm,dulu kami pun berkata begitu namun pihak sekolah berkata suatu saat nanti tiang itu akan berguna,entah untuk apa." ucap Nirmala.
"Dia sangat cerewet sekali sih,kalau pihak sekolah pingin mendekor begitu ya udah sih harus diperpanjang." Ucap Clarisa pelan yang kurang menyukai Asma.
"Kak kenapa jarak kelas dengan kamar mandi harus bersebrangan bukan kah itu terlalu jauh?" Tanya Amran tak mau kalah.
"Dia lumayan juga gayanya sedikit alim tapi tidak membuatnya kekurangan dalam Style yang kekinian." gumam Clarisa.
"jika ketahuan siswa sering bolak balik kamar mandi mereka akan segera dihukum jadi fungsinya agar kalian tidak seenaknya keluar masuk kamar mandi" ucap Amellya dengan mendetail.
"Lalu fungsi kakak buat apa?" Tanya Arfan yang bertanya tanpa difikir dulu.
"Ya buat bimbing kalian lah." ucap Nirmala yang tak habis fikir dengan pertanyaan konyol itu.
"Oh kira buat bimbing aku menuju hati kakak." ucap Arfan membuat semua orang hanya membalas dengan kekesalan.
"Uuuuu" teriak semua siswi sambil melempar kertas ke kepala Arfan.
"Yang cemburu harap tenang." Ucap Arfan tanpa malu.
"Jangan sok kecakepan kamu muka bebek goreng aja penuh kegeeran." ucap Aqila yang tidak menyukai lelaki tingkat kepercayaan dirinya yang berlebihan.
"Biarin aja toh masa depanku juga kamu." gombal Arfan di hadiahi injekan kaki Aqila karna kini Aqila merasa muak dengan kata-kata lelaki dihadapannya itu.
"Mimpimu." Ucap Aqila dan ia pun pergi mengikuti rombongan lain.
"Yang sabar fan,emang masanya kau harus faham dengan tindakanmu." ucap Amran yang hanya bisa mensuport temannya dari jarak jauh.
"Sialan tuh cewek strong banget tenaganya." ucap Arfan mengaduh karna kakinya sekarang membengkak.
__ADS_1
"Kau saja yang lembek,sudah ikuti yang lain jangan sampai nyasar." ucap Amran meninggalkan temannya.
"Woy Amran aishh tu orang main pergi aja." dengan kaki tertatih-tatih Arfan menyesuaikan langkahnya dengan Amran.
.
.
.
"Baiklah semua sudah kami sampaikan, apa ada yang perlu ditanyakan lagi?" Tanya Amellya yang merasa sudah cukup mereka semua berkeliling ke tempat yang sudah ditentukan dari awal.
"Tidak ada..." sebelum menjawab seseorang berteriak lantang.
"Ada!!" suaranya nyaring dan saat dilihat semua orang berubah ekspresi datar karna orang itu sama seperti sebelumnya.
"Ada apa?" tanya Arfan yang bingung dengan tatapan datar semua siswa.
"Kami harap pertanyaanmu tidak yang aneh lagi ya!" ucap Nirmala yang jengah dengan murid baru yang satu ini.
"Tidak kak,saya ingin bertanya UKS dimana,kaki saya sakit karna injekan gajah." seketika mata Aqila membulat tak terima.
"Kak saya fikir dia baik-baik saja." Ucap Aqila membalas dengan sorot mata yang tajam.
Aqila merasa sebal mendengar itu.
"Dari pada bawel,harusnya kau tanggung jawab sekarang kau antarkan aku ke UKS!!" Ucap Arfan menyuruh tanpa kenal malu didepan semua orang yang ada.
"Maaf bukannya kamu seorang lelaki,tidak baik berduaan dengan perempuan ditempat sepi bisa memunculkan hal tidak baik lebih baik kau bersama teman lelakimu saja." ucap Asma lembut,ia memang sedari dulu diajarkan pamannya seperti itu tidak boleh mau jika diajak berduaan ditempat sepi karna ketiganya pasti syaiton.
"Dia benar,kau tak tau malu." Ucap Aqila yang merasa dibela karna ia juga malas jika harus menemani lelaki tingkat percayadirinya tinggi.
"Siapa yang mau,itu hanya perkataan usilku.Ran bawa aku!" Ucap Arfan hendak pergi namun temannya tidak sama sekali membantu.
"Pergi saja sendiri." Ucapan Amran membuat Arfan merasa tertimpa batu besar.
"Haha...dia ditolak."tawa Aqila kian menjadi karna hal yang didengarnya.
Lantas Arfan menatap tajam dan pergi sendirian.
__ADS_1
Akhirnya semua orang beralih dan pergi menuju tempat yang telah diumumkan sebelumnya sebelum waktunya habis.
.
.
.
"Gadis Gila,tau begitu takkan aku berkata manis padanya." ucap Arfan yang membalut lukanya dengan benda yang ada karna ia tidak menemukan sesuatu yang lebih berguna lagi.
"Aduh mana sih salepnya,ini masih kurang aishh." teriak Arfan seperti orang gila ia merasa kesal karna tidak ada yang menolongnya terlebih teman dekatnya itu tidak ada rasa kasihan sama sekali padanya.
seseorang masuk dan ternyata dia gadis yang sedang dibicarakannya membuat Arfan menatapnya dan gadis itu hanya mencari benda diruang UKS yang tidak diketahui Arfan.
"Jika memang kau tidak ahli dalam hal ini seharusnya kau katakan saja kenapa harus disembuyikan,gengsi ya?" ucap Aqila dengan wajah datarnya.
"Eh ngapain kamu kesini?" tanya Arfan yang baru menyadari siapa yang datang.
"kan sudah kubilang jika kau butuh sesuatu yang kau sendiri tidak bisa menemukannya katakan saja!" ucap Aqila.
"Aku tidak butuh bantuanmu!" ucap Arfan yang merasa dirinya tidak berguna didepan seorang gadis.
"Ouh ya lalu apa ini dirimu yang diam saja dan bisanya menceloteh seperti bayi." ucap Aqila yang menemukan salepnya.
Seketika hati Arfan berdeguk kencang entahlah wanita yang sedari tadi di ucapkannya karna kesal namun kini menjadi orang yang membantunya ya walaupun luka itu juga karna wanita itu tapi entahlah rasanya diperhatikan memang menyenangkan untuknya.
Walau cuek ternyata dia juga punya rasa kemanusiaan hhe_batin Arfan.
.
Bersambung...
.
.
Assalamualaikum readers terimakasih sudah menyempatkan datang ke work ini comentnya ditunggu ya,cerita ini full dari imajinasi author bagi yang menyukai cerita religi author sangat berterimakasih sudah bergabung,jika ada masalah dan jika banyak kesalahan silahkan coment karna itu membantu perbaikan juga untuk author.
Ditunggu coment like vote dan rate nya ya...
__ADS_1
ini cerita religi pertama yang memang sebelumnya sudah author fikirkan matang-matang untuk gendre komedi author belum bisa ya mungkin memang keahlian author belum sampai situ.
Dan jika kalian tidak menyukai sampai bagian sini juga author tidak memaksa tapi setidaknya tinggalkam kesan untuk cerita ini🐱terimakasih...