Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
23.Gudang sekolah


__ADS_3

"Ouh itu umm tidak ada hanya surat biasa" ucap Asma memberi alasan lain.


"Ouh oke deh,aku takutnya surat aneh-aneh jadi aku cuman memastikan aja" ucap Marsela diangguki Asma.


Asma segera memasukan suratnya kedalam tasnya.


.


.


"Eh Ris liat deh gelagat Asma kayak aneh" ucap Rizka mengamati.


"Hmm,iya deh kayaknya dia lagi ada sesuatu biasanya kan dia tenang dengan wajah bak iblis itu" ucap Clarisa menatap tajam Asma yang duduk didepannya.


"Lo gak penasaran?" tanya Rizka.


"Sedikit sih tapi gue gak terlalu peduli,sama Bondan aja tu orang gagal ngejalanin tugasnya cih dia bilang gak pernah ditolak cewek maupun dia ratu dapet si kere aja gak bisa belagu kan tu orang" ucap Clarisa menatap kesal.


"Ya Ris gue juga aneh bisa-bisanya Bondan ditolak cewek dia tuh kan playboy" ucap Rizka.


"Eh lo mau bantu gue gak" ujar Clarisa pada Rizka.


"Gue siap aja kalo lo lagi butuh" ucap Rizka.


"Lo emang temen baik gue" sambil memeluk erat.


"Sans aja" ucap Rizka.


.


.


.


Kringg...


"Baik anak-anak pelajaran hari ini sampai disini kita lanjut hari rabu" setelah menyampaikan itu guru mata pelajaran matematika keluar.


"As,temen kamu yang dua itu mau kekantin barengan lagi??" tanya Marsela.


"Kayaknya iya deh mereka kan emang selalu bareng sama aku" ujar Asma.


Mereka pun pergi menuju kelas Najla dan Aqila.


.


.


.


"Ran aku ikut gabung ya,soalnya gak ada temen hehe" ucap Ali sambil nyengir.


"Ouh ayo lagian kalo ada kamu kan kita-kita gak akan garing" ucap Amran sambil merangkul Ali.


"Yehh" Ali hanya merasa kesal karna dianggap teman komedi.


.


.


.


Ditengah perjalanan Rizka melihat Asma bersama temannya.


"Saatnya gue beraksi" senyum seringai Rizka terpampang dengan arah jempol lengan Clarisa.


"Lo gak boleh gagal!" ucap Clarisa diangguki Rizka.


Cling📩


Bon lo dimana?


gue Otw

__ADS_1


oke


Rizka pun tiba-tiba berlari dan terjatuh didepan Asma dan temannya.


Brukk


"Aduhhhh....tolongin napa" ucap Rizka sambil berakting kesakitan.


"Ehh kamu kenapa lari kayak dikejar monyet papua?" tanya Aqila.


"Dasar ya lo bukannya dibantuin aduhh pinggang gue encok" ucap Rizka.


Sial gue kekencengan jadi benerkan sakit_batinnya


Asma pun membantu Rizka berdiri namun Rizka masih sulit untuk tegak karna pinggangnya sedikit sakit.


"Kenapa kamu bisa jatuh Riz?" tanya Asma.


"Elah akting aja itu mah As gak liat dia tuh tiba-tiba jatuhnya pas didepan kita?" ucap Aqila.


"Eh orang beneran jatoh mau dimana aja siapa yang tau" ucap Rizka sewot.


"Kenapa malah sewot bisa gak mbakknya jangan emosi kitanya aja biasa aja" ucap Aqila sambil melotot.


"Udah-udah,jadi kenapa Riz?" tanya Asma tenang.


"Tadi gue buru-buru soalnya Clarisa bilang ada barang dia yang ketinggalan digudang" ucap Rizka sambil merintih.


"Jadi kamu maunya kita bantuin gitu??Sorry kita semua mau kekantin" ucap Najla.


"Kalian gak kasian sama Rizka?" tanya Asma menatap lutut Rizka yang memar.


"Enggak" Jawab Marsela Najla dan Aqila.


"Yaudah biar aku yang ambil barang Clarisa ya" ucap Asma membuat semuanya kaget.


"Yang bener As,kamu taukan dia kayak gimana?" tanya Aqila.


"kita tuh kan baru sekolah disini jangan suudzan dulu sama temen kita sendiri" ucap Asma.


"Ya bener" ucap Aqila.


"Gapapa kok" Ucap Asma tersenyum.


"Barang apa yang harus aku ambil?" tanya Asma pada Rizka.


"Buku sama handphone Clarisa" ucap Rizka diangguki Asma.


"Kalian gak usah ikut aku sendiri aja" ucap Asma tapi semua khawatir.


"Kita ikut" ucap mereka semua.


"gapapa kalian kan belum kekantin nanti lapar" ucap Asma diangguki semuanya.


Asma segera berjalan pergi menuju gudang.


.


.


.


Dilain tempat


Bugghhh


Ternyata sebuah bola mengenai badan Amran yang sedang berjalan.


"Sorry,gue gak sengaja tadi" ucap Pria itu sambil mendekati Amran.


"Gak papa" ucap Amran.


"Lain kali hati-hati ya" ucap Lukman.

__ADS_1


"Ouh ini,kembaliin bolanya ke gudang ya sekalian gitu" ujar lelaki tadi tanpa malu.


"Kamu fikir kami babu apa??" ujar Arfan.


"Bukan memang itu yang pantas untuk lo yang pake embel-embel kamu" dengan nada mengejek.


"Kita bicara sopan ya,kamu bukan orang indonesia ya.maaf bahasa kami gak gaul lebih menjaga harga diri" ucap Arfan.


"Lo berani nantang kita hah banyak bacot lo" sebelum lengan itu meninju Arfan,Amran segera menangkisnya.


"Pliss jangan ada kekerasa aku tau lelaki seperti dirimu yang punya kekuasaan atas uang tapi sayangnya etikamu buruk.ini sekolah bukan liga tanding" ucap Amran membuat pria itu semakin kesal.


"Lo gak mau ada kekerasan bukan,nih balikin ke gudang" dengan melempar bolanya.


"Jangan mau dihina gitu aja Ran" ucap Ali.


"Lebih baik bersabar dari pada membawa bencana" Amran segera membawa semua bola menuju gudang.


"Aku mau bantu Amran saja" ucap Lukman.


"Gak usah kalian bertiga kekantin aja pasti kalian lapar" ucap Amran diangguki temannya.


"Yaudah kita kekantin ya" ucap Ali merangkul Arfan dan Lukman membuat keduanya menatap aneh.


Arfan pun menyingkirkan rangkulan Ali.


"So kenal banget kamu li" ucap Arfan membuat Ali sedih.


"Jangan di masukin ke hati,Arfan memang suka bercanda kok" ucap Lukman.


"Makasih man cuman kamu aja yang perhatian sama aku" ucap Ali.


"Aku sih kasian aja sama kamu yang merenung tanpa henti" ucap Lukman.


"jadi kamu cuman kasian sama seorang Ali?" tanya Ali.


"Enggak kok bercanda kamu kan teman Amran jadi kamu juga temanku" ucap Lukman dengan lembut membuat Ali merasa bahagia memiliki teman yang baik.


.


.


.


Amran pun masuk kedalam gudang sekolah untuk memasukkan bola itu ketempatnya.


"Cepet kunci,si Bondan udah masuk tuh!!" ucap Clarisa diangguki Rizka.


setelah selesai menyimpan bola itu Amran berniat untuk keluar tapi pintunya tidak bisa terbuka.


"Loh kok gak bisa dibuka" Amran terus berusaha tapi sayang tetap tidak bisa ia akhirnya pasrah.


"Ahk ini mungkin bukunya,tapi handphonenya gak ada aku bilang apa adanya saja pada Rizka" Asma segera berjalan cepat karna takut waktu istirahat telah berakhir.


Buggghhh


Tanpa ia tau ia menabrak punggung seseorang.


Ia mendongkak dan orang itu menengok ke belakang membuat keduanya terkejut.


"Amran...."ucap Asma


"Asma....."ucap Amran


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊

__ADS_1


See you next part...


__ADS_2