Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
29.Hamil


__ADS_3

Saat Asma menjelaskan tentang materi yang ditanyakan Marsella tiba-tiba suara dobrakan pintu menjadi arah tujuan mereka.


Brakkk


"Bibi hiks...Latifah hamil!!" teriak Latifah dengan guyuran air mata dan tubuh yang lemas.


Seketika Halima yang selesai sholat pun berlari menuju teriakan putri pertamanya yang selama ini ia doakan untuk kepulangannya.


"Latifah... apa yang terjadi nak??" ucap Halima dengan nada yang sangat khawatir karna keadaan Latifah yang sangat acak-acakan.


"Marsella bisakah kau pulang sepertinya ada masalah keluarga." ucap Asma,dengan anggukan Marsella pun pergi.


"Nanti dilanjut lagi ya As,Assalamualaikum."ucap Marsella.


" Waalaikumsalam."Balas Asma.


Seketika arah tujuannya beralih pada kakaknya.


"Kak Latifah ada apa?" tanya Asma yang merasa khawatir.


"Menjauhlah,semua ini ulahmu!!" teriak Latifah menggelegar membuat Asma membulatkan mata.


"Jangan disini jika ada orang yang tau itu tidak baik." ucap Halima.


Halima pun menggiring Latifah menuju sofa yang ada ditengah rumah,Latifah langsung bersujud simpuh pada Halima.


"Bibi hiks...maafkan Latifah yang tidak bisa menjaga kehormatan sebagai wanita,Latifah sangat berdosa tubuh ini begitu menjijikan." ucap Latifa dengan ai mata bercucuran.


"Sudah,ayo berdiri tolong kau jelaskan!" ucap Halima.


"Jadi saat Latifah pergi dari sini,Latifah tinggal bersama dengan teman Latifah yang bernama Ghina saat itu kehidupan Latifah berubah Latifah sering ke club hingga berjumpa dengan Fikri dia lelaki yang selalu menolong Latifah tapi saat Latifah jatuh cinta padanya dia menginginkan Latifah dan bodohnya Latifah menyetujuinya,saat Latifah hamil dia pergi tanpa rasa bersalah." ucap Latifah panjang lebar.


"Kak,setelah ini kakak harus sabar serahkan segelanya pada Alloh,Alloh selalu ada dimanapun kita membutuhkan-Nya." ucap Asma.


"Diam!!aku tidak ingin mendengarmu karna aku hanya ingin jika bibi memaafkanku." Asma bahagia kakaknya kembali tapi ia sedih ternyata kakaknya tidak berubah.


"Kau jangan begitu pada Asma setiap sholatnya dia selalu berdoa untukmu." ucap Halima lembut.


"Berdoa apanya pasti dia mendoakan kejelekanku buktinya aku bisa hamil dengan keadaan menjijikan." ucap Latifah dengan wajah sembab.


"Kak,Asma hanya berdoa semoga Alloh melindungimu dan kakak pulang,itu saja kak." ucap Asma.


"Bi,Latifah mohon jangan sampai paman tau tentang ini apalagi kak Sayyid." ucap Latifah memohon.


"Bibi akan usahakan." ucap Halima dengan sendu,ia tidak berharap kejadian ini terjadi pada putri-putrinya tapi nyatanya Alloh berkehendak lain.


.


.


.


"KAMU ITU ANAK BODOH MANA BISA BANGGAIN PAPA MAMA!!" teriak seorang wanita.


"Maafkan Marsella ma,Marsella selalu berusaha." ucap Marsella dengan nada sedihnya.


"Dengerin papa jika sampai kamu tidak naik kelas siap-siap untuk pindah bulan depan,papa masukin kamu ke sekolah yang lebih bagus supaya kamu disiplin!" ucap papa Marsella.


"Enggak,Marsella gak mau pa,ma..." rengek Marsella.


"Jika kamu tidak mau tunjukkan tekadmu tapi jika kamu masih membuat kami kecewa jangan salahkan kami!" ucap mama Marsella dengan tajam.

__ADS_1


Aku hanya ingin perhatian kalian,tapi kalian begitu sibuk hingga tidak menyadari betapa sulitnya menjalani hidup dengan tekanan keluarga yang tidak harmonis_batin Marsella ia pun hanya bisa menutup wajahnya dan menangis semalaman dikamar.


.


.


.


"Kak Fatir ingatkan minggu ini ada acara apa?" tanya Amran yang melihat kakaknya masih memainkan laptop.


"Acaraku padat kau sendiri tau aku harus segera lulus SMA dan menikah." jawaban Fatir membuat Amran cemberut.


"Secepat itu kakak menikah apa memang sudah siap dan ada calon?" ucap Amran.


"Aku ingin segera menghalalinya agar dia tidak direbut orang walau hanya ta'aruf dulu itu bukan masalah besar." ujar Fatir yang masih memainkan laptopnya.


"Tapi setidaknya hari specialku kau tidak lupa." ucap Amran dengan lesu keluar dari kamar kakaknya.


Fatir hanya terkekeh mendengar ucapan Amran walau ia tau bahwa minggu depan ulang tahunnya dan lebih membahagiakannya lagi dia akan dipertemukan dengan pujaan hatinya.


"Aku pastikan kau jodohku." gumam Fatir.


"Lebih baik aku tanya Asma dengan tugas besok." ucap Amran segera mengambil HP nya.


xxxx


Assalamualaikum Asma,aku mau bertanya tugas kelompok minggu kemarin apa sudah selesai?


Tiba-tiba ada notif di nomor Halima membuat dia bertanya pada Asma,mungkin dari temannya.


"Asma,ini ada pesan untukmu!" ucap Halima dan memberikannya pada Asma.


"Dari siapa bi?" tanya Asma,tapi Halima yang hanya menggelengkam kepala tanda tidak tau.


Bidadariku


Waalaikumsalam,tapi ini siapa?


xxxxx


Aku Amran


Asma seketika membulatkan mata,ia takut bibinya salah faham jika mengetahuinya ia pun save nomor itu dengan nama 'Teman'


Bidadariku


Ouh oke,masalah tugas aku sudah selesaikan tinggal besok persentasi


Teman


Alhamdulillah kalau begitu,Ouh aku lupa ingin memberi tahu minggu depan acara ulang tahunku insyaalloh ada syukuran dan acara kecil aku mengundangmu dan yang lainnya.


Disebrang sana wajah Amran sudah memerah bak kepiting rebus ia merasa tidak enak mengajak Asma.


Bidadariku


Insyaalloh aku datang terimakasih atas undangannya


Asma pun merasa memanas rasanya hanya mengirim pesan saja hatinya merasa gugup


Teman

__ADS_1


Apa kau sudah tidur?


Bidadariku


Belum,masalahnya aku kepikiran sesuatu.


Teman


Jangan terlalu memikirkanku besok juga bertemu.


Delet


Teman


Jangan bergadang anak gadis tidak baik tidur larut malam,sekarang berwudhu dulu setelah itu bedoa dan tidur.


Bidadariku


Kau seperti pamanku saja haha...


Teman


Calon masa depanmu


delet


Teman


Haha...biarkan saja aku pamanmu dari dunia maya.


seketika obrolan mereka menjadi panjang dan menyenangkan hingga terkadang Asma tersenyum bahagia, hingga suara tamparan membuat Asma terkejut dan segera keluar.


Bidadariku


Selamat tidur aku pun akan tidur Assalamualaikum.


Teman


Waalaikumsalam:)


Balasan terakhir itu membuat Amran merasa sulit untuk hanya memejamkan mata saja.


Plakk


"Beraninya kau kembali dengan keadaan seperti ini,paman sangat kecewa Latifah!!" teriak Malik dengan wajah gusar.


"Paman maafkan Latifah,itu semua tidak disengaja." ucap Latifah dengan sudut bibir berdarah.


Saat Malik hendak menampar lagi Asma memeluk Latifah.


"Paman ampunilah kakak hiks...dia tidak sepenuhnya bersalah apa paman tega menyiksanya?" setelah Asma berkata begitu,Malik sadar akan perbuatannya.


"Astagfirullah,maafkan paman Asma paman marah sehingga melewati batas dan maafkan paman juga Latifah yang sudah tersulut emosi." ucap Malik dengan menyenderkan punggungnya di dinding ia lemas dan pusing ia memijit pangkal hidungnya karna kini sedang banyak duri yang menancap tubuhnya.


"Maafkanlah hambamu ini Yaalloh yang telah lalai akan tugas menjadi Ayah angkat sekaligus kepala keluarga." Air mata Malik pun turun ia sangat merasa lemah dengan hal ini.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊

__ADS_1


See you next part...


__ADS_2