
"Sekarang katakan pada paman siapa lelaki yang menghamilimu?!" ucap Malik dengan tegas.
Latifah hanya menunduk takut jika dia mengatakannya dia takut jika akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Katakan LATIFAH!!" ucap Malik yang sudah diambang kesabaran.
"Hiks....namanya...hiks...Fikri paman." ucap Latifah lirih rasanya hidupnya sekarang sudah hancur dan kini masa depannya sudah lenyap.
"Dimana rumahnya??"tanya Malik mulai memelankan suaranya tapi Latifah enggan mengatakan jawabannya.
" Jawab!!"tekan Malik yang sudah meluap emosinya.
"Hiks...di kota A." jawab Latifah dengan segera Malik pergi kesana.
"Paman,Asma ikut!" ucap Asma dan diangguki Malik.
.
.
.
Setibanya disana...
Tok
Tok
Cklek
"Eh kalian siapa ya?" tanya seorang pria paru baya dengan stelan formalnya.
"Maaf apa benar ini kediaman Fikri?" tanya Malik sopan.
"Ya,dia anak saya." jawabnya dengan nada bingung.
"Maksud kedatangan saya ingin meminta pertanggung jawaban anak bapak!" ucap Malik dengan sopan.
"Apa maksudmu?" tanya pria itu dengan raut wajah biasa saja.
"Pah ada apa?" tiba-tiba lelaki berbadan tinggi putih dan sedikit blasteran korea itu menjumpai papahnya yang sepertinya sedang ada keributan.
"Ouh ini,mereka bilang mau minta pertanggung jawaban sama kamu." ucap pria itu dengan nada santai.
"Hah,maksud papah?" tanya Fikri dengan bingung.
"Kau Fikri kan yang menghamili keponakan saya Latifah??" tanya Malik dengan nada menekan.
__ADS_1
"Apa,mungkin kalian salah faham pada saya." ucap Fikri melipat kedua tangannya.
"Kalian dengar sendiri kan,banyak orang yang datang pada anak saya tapi mereka membuat alasan hanya karna ingin hartanya jadi jangan berharap keinginan kalian terpenuhi!" ucap pria itu.
"Tidak pak,saya percaya kakak saya!" ucap Asma membela.
"Lalu kami harus percaya kalian,jika dia hamil bisa saja dia melakukannya dengan orang lain bukan dengan anak saya!" ucap pria parubaya itu.
"Pak,jika benar kakak saya melakukan kesalahan dia tidak mungkin berbohong karna dia sudah menjelaskannya sekarang saya ingin bertanya apa kak Fikri pernah menjalin hubungan dengan kak Latifah?" tanya Asma.
"Ya,dia yang datang padaku karna masalah keluarga dan itu bukan salahku karna dia yang tidak mencegah." Jelas Fikri.
"Sudah terbukti kan pak jika kak Fikri memang melakukan hal yang salah pada kakak saya,sekarang saya mohon agar kalian bisa bertanggung jawab pada kakak saya." ucap Asma dengan lembut.
"Siapa kamu berhak mengatur saya??" dengan nada sombong pria paru baya itu menatap kesal pada Asma.
"Alloh maha tau pak kebenaran dari setiap kejadian sebelum anda di azab olehnya lebih baik anak bapak menerima semuanya!" jelas Asma tanpa rasa takut.
"Kau anak kecil jangan terlalu pintar dalam hal ini,kalian itu hanya sampah masyarakat yang ingin menjadi kaya dalam sekejap bukan??" ucap pria itu dengan sombong.
"Lagian tanyakan saja pada Latifah kenapa dijadi begitu!" ucap Fatir.
"Alloh akan menimpakan kalian hal yang seganjar atas perbuatan kalian yang tidak bertanggung jawab atas kesalahan,terutama ananda Fikri saya sendiri tidak akan memaksakan apapun karna Alloh yang akan memperadil segalanya!" ucap Malik.
"Silahkan kami tidak takut pada Allohmu itu karna kekuasaan kami itu berkat kerja keras kami cihh zaman sekarang percaya tuhan!" ucapan itu membuat Mata Asma membulat sempurna.
"Semoga Alloh memberi hidayahnya pada kalian,Assalamualaikum." Setelah mengucapkan itu Asma pun menuntun pamannya untuk pergi dari pada menjadi bahan hinaan.
"Hanya pengemis." ucap Fikri.
Dilain tempat Latifah masih menangis ia merasa bodoh karna tidak bisa menjaga dirinya sendiri,apa kata tetangga jika melihatnya memiliki perut besar dan juga apa jadinya jika sampai Sayyid tau.
"Bi hiks....Latifah sangat bodoh dan sangat menjijikan hiks...bisa-bisanya Latifah menjadi wanita murahan hiks...setelah ini siapa yang mau menikahi Latifah dalam keadaan begini,bisakah Latifah menghidupinya seorang diri?" Fikir Latifah bingung.
Drrttt
VC.
"Assalamualaikum." ucap Sayyid dari sebrang membuat Latifah menghapus air matanya.
"Waalaikumsalam kak,apa kabar?" tanya Latifah dengan tersenyum.
"wajah kamu kenapa kayak orang habis nangis?katakan!" ucap Sayyid merasa khawatir.
Gak mungkin aku memberitahunya_batin Latifah.
"Uhh masa kakak gak peka sih,Latifah kangen kakak..." rengek Latifah membuat Sayyid lega namun rasanya ia masih tidak percaya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Sayyid,keponakan bibi makin tampan saja." goda Halima yang menahan sedih.
"Waalaikumsalam bibi terimakasih,ouh ya dimana paman dan Asma?" tanya Sayyid.
"Ummm,mereka sedang mengaji di mushola." bohong Halima.
"Tuh dengan La,adik kamu aja rajin masa kakaknya males-malesan." goda Sayyid.
"Hehe,iya nanti ngaji juga kok,ouh ya kakak kapan pulang?" ucap Latifah sedih.
"Ouh iya ada kabar bahagia,Alhamdulillah disini kakak sudah mendapatkan calon istri yang sholehah namanya Hanum dia anak seorang Kiyai,kami dipertemukan saat perusahaan Sayyid ingin berinfak ke pesantren milik ayahnya saat itu Sayyid taaruf dengannya,Alhamdulillah mereka setuju dan melangsungkan pernikahan 2 hari lagi,kalian ikut ya!" ucap Sayyid.
Sungguh irinya Latifah dengan kakaknya yang bisa menikahi orang yang dicintainya sedangkan dirinya tidak bisa menjaga apapun untuk diberikan pada suaminya dimasa depan.
"Alhamdulillah,mana calonya bibi ingin lihat!" ujar Halima.
Sayyid pun memberikannya pada Hanum,mereka tengah ada diruang keluarga membicarakan tentang keperluan pernikahan.
"Assalamualaikum bibi." ucapnya dengan lembut,Hanum memakai cadar sehingga tidak jelas rupanya tapi terlihat cantik lewat matanya yang indah alami.
"Waalaikumsalam,Kau sangat cantik nak.Bibi berharap kau bisa menjadi istri sholehah untuk keponakan bibi." Tak terasa Hilma meneteskan air mata.
"Amiin,terimakasih bi." ucap Hanum.
"Bi,malam ini Sayyid akan pulang jadi sudah dulu ya,Assalamualaikum dan juga titip salam rindu untuk paman dan adik tersayang Asma!" pinta Sayyid dan langsung diangguki Hilma.
"Waalaikumsalam." Setelah itu VC dimatikan.
Latifah langsung memeluk Hilma.
"Hiks...bibi Latifah sangat menyesal Latifah sangat bodoh hiks..." Ucap Latifah dan dibalas dengan elusan lembut Halima.
Pintu dibuka dengan kehadiran Asma dan juga Malik.
"Bagaimana suamiku?" tanya Hilma.
"Mereka tidak mau tanggung jawab dan juga mereka malah menghina aku dan juga Asma." ucap Malik.
"Sudahlah paman Latifah tidak mau memperpanjang ini lagi,ini kesalahan Latifah jadi Latifah yang akan bertanggung jawab dengan bayi ini." ucap Latifah mengelus perutnya yang masih rata.
"Tidak nak,paman tidak mungkin membiarkan bayi itu lahir tanpa seorang ayah!" ucap Malik.
"Paman Latifah juga tidak memaksakan orang yang tidak mencintai Latifah bertanggung jawab,bagaimana jika dipaksakan malah dia akan menyiksa Latifah??" ucap Latifah.
"Paman,kak Latifah benar dan selanjutnya Asma akan bertanggung jawab menemani kak Latifah sampai dia melahirkan keponakan Asma!" ucap Asma dengan tegas.
"Asma." Lirih Latifah dan menatap Asma yang tersenyum tulus padanya.
__ADS_1
Alangkah bodohnya aku bersikap buruk padanya sedangkan dia selalu membantuku_batin Latifah.
Bersambung...