Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
42.Pernikahan?


__ADS_3

Esoknya....


Marsella sudah memakai pakaian yang diberikan ibu Ali dan sepagi itu dia sudah mengenakan hijab dress hari ini hari minggu sehingga dia tidak memerlukan pakaian sekolah.


"Kamu cantik nak jika memakai pakaian begini." ucap ibu Ali tersenyum.


"Terimakasih tante,Marsella senang ada tante yang membantu." ucap Marsella senang ia pun berjalan keluar.


"Hoammm,bu sarapan...." Saat Ali ingin meminta sarapan ditatapnya Marsella yang begitu cantik dengan balutan jilbab dan dress panjang milik ibunya semasa gadis.


"Gimana Li,udah cocok belum?" tanya Marsella senang melihat ekspresi Ali yang kaget.


"Bidadari pagi gini kenapa bisa muncul,memang rumah ini baru ada syukuran??" kini Ali masih setengah sadar.


Bltakk


"Eh anak pemalas bangun,udah jam 8 pagi masih aja ngelindur!" ucap ibu Ali geram.


Marsella yang mendengar itu hanya terkekeh karena komentar Ali yang konyol itu,kemudian Ali mulai tersadar.


"Ouh ini Marsella,wah sangat jauh dari ekspetasi." ujar Ali senang.


"Kenapa,makin cantik ya?" tanya Marsella.


"Makin burik." Ali pun berjalan ke ruang makan.


"Ali kamu jangan begitu pada Marsella dia jadi sedih tuh." ucap ibu Ali dan Ali menatap Marsella yang tertunduk.


"Kamu sangat cantik dengan jilbab itu rasanya Marsella berubah menjadi bidadari." ucap Ali.


Seketika Marsella merasa senang dan ikut duduk di meja makan.


"Benarkah??" ujar Marsella antusias.


"Hm,lain kali pakailah jilbab jangan dibuka lagi!" ucap Ali dan langsung diangguki Marsella.


"Makasih.." ucap Marsella bahagia.


Ali hanya mengolesi rotinya padahal dalam hatinya ia sangat senang melihat perubahan Marsella yang begitu jauh dan semakin cantik.


"Pa,Marsella anak kita kemana dia belum pulang." ucap mama Marsella khawatir.


"Tenang dia akan pulang." ucap papa Marsella.


"Dia anak kita satu-satunya mama gak mau dia celaka." ucap mama Marsella teringat perkataanya semalam.


"Tenanglah." ucap papa Marsella.


.


.


"Jadi begini La dari semalam kamu selalu mengusik dan menghantui kakak dengan rasa penasaranmu,disini kakak sudah meminang Hafidz sebagai calonmu kamu taukan semasa kecil disini dia lengket padamu?" ucap Sayyid.


Latifah menatap Hafidz yang curi-curi pandang.

__ADS_1


"Aku menolaknya!" ucap Latifah.


Semua orang terkaget mendengar ucapan Latifah.


"Kenapa?" tanya Sayyid bingung.


"Maaf sebelumnya paman bibi dan juga terutama Hafidz perlu kalian ketahui bahwa saya tengah hamil dan saya perlu memberi tahu kalian sebelum kecewa." ucap Latifah.


Latifah bingung bukannya marah mereka justru tersenyum.


"Kami sangat bangga atas keberanianmu mengungkapkannya tapi kami sudah tau saat Sayyid menelphone kami dia menjelaskan semuanya dan kami menerima kekuranganmu,Hafidz sangat mencintaimu jadi kami akan mendengarkan apapun keputusan putra kami." ucap Kokom ibu dari Hafidz.


"Ia Kokom,Guso maupun Hafidz sudah diberi tahu jauh-jauh hari dan menyetujui kekuranganmu dan memilih melangkah maju." ucap Malik,seketika air mata jatuh dari mata Latifah.


"Hiks...aku yang kotor ini tidak pantas mendapat cinta suci dari Hafidz dia pemuda yang baik dan aku hanyalah sampah yang jijik untuk dia pegang." ucap Latifah sambil terisak menangis.


"Itulah yang aku kagumi darimu La,kamu gadis pemberani,berjuang tanpa beban dan kuat dalam segala masalah,jika kamu mau aku dengan ikhlas membesarkan anak itu dan kita bisa saling mencintai karna Alloh." ucap Hafidz.


"Tidak fiz,kamu sangat salah memilihku." ucap Latifah.


"Jika aku salah kenapa aku tidak mundur dari sebelumnya,asal kau bersedia besok kita menikah karna aku tidak ingin jika kandunganmu semakin membesar!" ucap Hafidz.


"Besok,tapi besok Asma tidak pulang bisakah memberiku waktu,mungkin minggu depan tanpa ada Asma aku tidak bisa menikah karna dia adalah adikku yang paling baik." ucap Latifah.


"Apapun keinginanmu La." ucap Hafidz dengan dewasa.


"Alhamdulillah sekarang semuanya sudah setuju pernikahan mereka diadakan minggu depan dan sementara ini Latifah kamu akan tinggal disini bersama dengan Sayyid dan Hanum karna tidak baik wanita hamil pergi-pergian terlalu jauh apalagi usia kandunganmu masih muda." ucap Malik diangguki Latifah.


.


.


"Kita ke rumah Lukman." ucap Ali.


"Untuk apa?" tanya Marsella.


"Kau sudah hijrah dan untuk apa hijrah kalau mengaji hanya a,ba,ta." ucap Ali membuat malu Marsella.


"Kamu sendiri kenapa gak langsung ngajarin aku?" tanya Marsella.


"Aku baru iqra 6." ucap Ali membuat Marsella terkekeh.


Sesampainya dirumah Lukman.


Tok


Tok


Cklek


"Hallo adik manis." ucap Ali.


"Waalaikumsalam,kalau kerumah orang salam dulu itu lebih baik." ucap Hasna membuat Ali malu sedangkan Marsella tertawa karna tingkah Ali.


"Iya maaf,dimana kakakmu?" tanya Ali.

__ADS_1


"Kakak sedang menjemur ikan asin dibelakang,masa gak keliatan.Sini Hasna anterin,eh kakak yang sebelah calon kakak ipar Hasna ya?" goda Hasna membuat Ali membelalak.


"Apaan,ikan buntal macam dia gak cocok sama Lukman yang tampan." ucap Ali kesal.


"Kenapa kesal kakak sendiri cemburu ya..." goda Hasna membuat Ali semakin kesal.


"Anak kecil sepertimu tidak cocok mengatakan hal dewasa sayang." ucap Ali dengan jelas.


"Sayang,itu hanya cocok dipakai oleh kak Lukman bukan kakak yang sok kenal lagian nanti calon kakak ipar Hasna cuman kak Asma!" ucap Hasna sambil mengembungkan pipi chubby nya.


"Tidak adik buntal,Asma hanya akan bersanding dengan Amran." ucap Ali sambil mencubit pipi Hasna saking gemas.


"Siapa Amran itu akan Hasna musnahkan sebelum kak Asma menjadi kakak ipar Hasna." ucap Hasna.


"Tidak adik buntal kakakmu tidak akan bersama Amran dia lelaki sholehah dan anak yang sangat bertanggung jawab dia hafidz loh." ucap Ali.


"Kak Lukman juga hafidz terus kakak mau bandingin apa lagi?" tanya Hasna.


"Amran itu lelaki penyabar dan penyayang." ucap Ali.


"Kak Lukman juga sama dia tidak pernah marah." ucap Hasna tak mau kalah.


Ali bingung kenapa ia bisa kalah debat,memang benar Amran dan Lukman tidak beda jauh,sedangkan Marsella sangat terhibur dengan kekonyolan Ali.


"Hey,Asma dan Amran saling mencintai apa Asma suka pada Lukman??" Seketika Hasna terdiam ia tidak bisa menjawab itu membuat Ali sangat senang karna menang.


Tiba-tiba.


"Hwaa.....kak Asma punya kak Lukman!!!hwaa...." kini tangis Hasna pecah membuat Lukman sadar dan mencarinya.


"Kamu kenapa?" tanya Lukman dengan khawatir.


"Itu kak,dia bilang kak Asma gak akan jadi calon kakak ipar Hasna,dia lelaki jahat kakak cantik yang ada dibelakangnya jangan mau kalau dia menyukai kakak!" pinta Hasna membuat Lukman dan Marsella tertawa.


"Adikmu sungguh kejam ya." ucap Ali.


"Eh Marsella sekarang kamu berubah ya makin sejuk dipandang."ucap Lukman.


"Terimakasih."ucap Marsella malu.


"Kakak gak boleh muji wanita manapun kecuali Hasna atau kak Asma!" pinta Hasna langsung diangguki Lukman.


"Hebat ya kamu bisa ngehadapin adik buntalmu ini." ucap Ali.


"Siapa yang kau sebut adik buntal?" tanya Lukman tajam seketika Ali mundur.


"Bercanda." ucap Ali cengengesan.


"Mau apa kalian ke sini?" tanya Lukman heran.


"Ali baru iqra 6 dan dia belum siap mengajariku mengaji apa kamu bisa menolongku,Asma sedang tidak disini." ucap Marsella.


"Haha...kakak jahat masih iqra 6,Hasna saja sudah khatam walau belum hafal 30 juz." Seketika Ali membulatkan matanya dan malu mendengar itu.


"Sudahlah ayo masuk!" pinta Luman diangguki semuanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2