Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
36.Beli Make Up?


__ADS_3

Setelah selesai belajar di rumah Asma,Amran langsung berpamitan pulang karena ia ada janji dengan kakaknya.


"Udah pulang ya calon masa depannya,kasihan." goda Latifah.


"Apaan sih kak." ucap Asma dengan nada malu ia pun menyenggol Latifah tanpa sengaja.


Dugghh.


"Aduh As hati-hati nanti gimana kalau bayi kakak celaka." ucap Latifah sambil mengelus lembut perutnya yang masih rata.


"Bayi??" ucap Sayyid yang sedari tadi dibelakang mereka.


Deg.


.


.


"Assalamualaikum kak." ucap Amran dengan senyum dan merangkul kakaknya.


"Isshh apaan sih ran,cepet mandi udah gitu anterin kakak ke mall." ucap Fatir dengan menatap gadgetnya.


"Kakak tuh ya kebiasaan kalo ngomong sama adik tuh liat orangnya emang Amran gak berwujud apa!" ucap Amran kesal.


"Haha...yaya kakak minta maaf,yaudah cepat ganti,jangan pake baju koko ya!" goda Fatir dengan kekehannya.


"Emang selalu apa Amran pakai baju koko,gini-gini juga Amran gak ketinggalan fashion!" ucap Amran dibalas tipukan bantal kursi.


Bugghh


"Iya deh pergi sonoh kakak nunggu diluar,kita naik mobil." ucapan Fatir membuat Amran membelalak.


"Eh beneran kak naik mobil,emang abbi ngizinin?" tanya Amran dengan semangat.


"Iya,tapi kakak yang udah punya sim yang boleh ngendarain kamu diam aja dengan tenang." ucap Fatir.


"Oke boss,udah lama gak naik mobil terakhir aja waktu ada acara di masjid As-Sobar." ucap Amran.


Mendengar itu Fatir jadi teringat pada Asma lagi,wanita yang selama ini ia kagumi dengan wajah yang cantik dan suara indah beserta hati yang bersih.


Tanpa sadar Fatir tersenyum dan semua itu terlihat jelas dan Amran sangat mengenali kakaknya itu.


"Kakak lagi ngebayangi wanita ya??awas aja nanti jadi zinah!" goda Amran.


"Ehh apaan sih ran,cepet ganti baju keburu magrib nanti,jangan salahin kakak kalau keburu adzan ditengah jalan!" ucap Fatir.


"Yaudah sholat dimasjid umum aja kok repot." kekeh Amran dan dibalas gelengan Fatir,ya sedari dulu mereka seperti kucing dan tikus karena keduanya tidak akan akur jika Fatir sang kakak yang sedang kesal padanya Amran sendiri selalu mengalah entahlah Fatir tipikal orang yang tidak mau kalah dan ingin selalu di prioritaskan walau ia pun pintar dalam ilmu agama.


.

__ADS_1


.


"Jawab!!kakak gak mau ya kalian jadi adik pembohong." ucap Sayyid dengan suara yang serius,Asma maupun Latifah sudah bisa menduga apa yang terjadi jika Sayyid sudah marah.


Kini Asma dan Latifah hanya bisa menundukkan kepalanya karena takut jika Sayyid murka ketika mendengar apa yang terjadi.Sayyid pun membelai wajah Asma yang begitu lugu.


"Asma sayang,jawab kakak sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Sayyid dengan penuh kelembutan.


Seketika Latifah sangat tegang.


"A...anu kak...mm..sebenarnya..." perkataan Asma terpotong oleh Latifah.


"Latifah hamil kak." ucap Latifah dengan tegas tanpa rasa takut.


"Katakan jika itu tidak benar La!" ucap Sayyid dengan nada tidak percaya.


"Tapi takdir Latifah memang begitu kak,tidak bisa diubah!" ucap Latifah dengan tatapan serius.


Plakkk


"Latifah,kakak mengajarkan kamu untuk menjaga diri,lalu sekarang apa hah,ini kah balasan dari kerja keras kakak diluaran sana?!" ucap Sayyid dengan nada sangat kecewa.


Latifah memegang pipinya yang panas karena tamparan Sayyid,ia sudah bisa menerima konsekwensinya jika dia hanya bungkam bangkai tidak akan bertahan lama agar baunya tidak tercium.


"Kakak...." Lirih Latifah sambil memegang kaki Sayyid.


"Kakak maafkan Latifah semua itu salah Latifah,dan Latifah akan menerima hukuman apapun." ujar Latifah.


Seketika Sayyid bernafas lembut.


"Baiklah,kakak akan fikirkan itu." ujar Sayyid dan pergi kekamarnya disusul sang istri.


.


.


"Kak,kita mau belanja apa sih sampai ke mall segala?" tanya Amran dengan kesal karena sedari tadi mereka hanya memutar mall.


"Diam jangan cerewet,ikuti saja aku!" ucap Fatir sesampainya di kosmetik perempuan.


"Nah ini dia yang di cari." Seketika Amran membulatkan mata karena tidak percaya.


"Kakak kenapa membeli make up,kakak masih normal kan?" tanya Amran dengan nada penasaran.


"Aku mencintaimu sayang." ucap Fatir membuat Amran semakin terkejut.


"Ayolah kak jangan bercanda!" ucap Amran dengan nada memelas.


"Haha...ya kau fikir aku banci apa,ini untuk gadis masa depanku dan calon ibu untuk anakku kelak." ucap Fatir.

__ADS_1


"What!!kak jangan bercanda deh." ucap Amran kesal rasanya tidak rela kakak tersayangnya cepat menikah.


"Eh kau ini sepertinya tidak ingin menjauh dariku jangan-jangan kau yang sebenarnya tidak normal?" ucap Fatir menatap tajam.


"Kakak apaan sih,enggak lah cuman Amran gak rela aja kakak ninggalin Amran yang masih sekolah." ucap Amran.


"Haha enggak lah man,dirumah kan ada abbi dan ummi." ucap Fatir.


"Beda kak,jika kakak bisa diajak berteman kalau ummi sama abbi kan beda." ucap Amran.


"Ck,kau sendiri selalu menyusahkanku kadang ummi dan abbi juga bilang kalau kita seperti kucing dan tikus."ejek Fatir.


"Sudahlah mau gimana pun keputusan kakak akan selalu Amran hargai." ucap Amran,ya begitulah Amran dialah yang selalu mengalah dalam hal apapun karena kakaknya adalah teman terbaik selama ini.


"Nah kalau begitu kau yang belikan make up nya aku tunggu." Seketika Amran kembali terkejut masa ia harus membeli apa yang tidak mungkin ia beli.


"Kakak jangan ngaco deh,Amran mana berani nanti dikira Amran yang beli,mau ditaro dimana muka Amran." ucap Amran.


"Ayolah man...." pinta Fatir segera Amran menurutinya.


Amran memasuki tempat itu,banyak para gadis menatap kearahnya.


"Eh kamu mau beli make up untuk apa,pastinya buat diri sendiri ya???" goda cewek berambut pendek.


"Eh enggak...."


"Jangan malu zaman sekarang udah tren cowok pake make up ala-ala korea gitu." ucap cewek berambut panjang.


"Tidak..."


"Kamu memang tampan,kulit putih hidung mancung udah persis deh kayak aktris korea boleh minta foto??" ucap gadis berambut panjang.


Fatir yang mendengar itu hanya terkekeh dari luar ruangan.


"Jangan!!" ucap Amran membuat gadis itu berhenti berjalan.


"Loh kenapa,kami hanya minta foto kok bukan minta ciuman." ucap gadis berambut pendek.


Astagfirulla kenapa mereka yang jadi menakutkan,bukannya cewek itu malah takut cowok?_batin Amran.


"Maaf ya kita bukan muhrim." ucap Amran setelah membayar apa yang dibeli ia langsung berjalan cepat keluar.


"Tampan sekali pemuda itu,wah lelaki idaman seperti oppa korea." ucap perempuan berambut pendek.


"Itu punyaku!" ucap yang satunya.


"Punyaku!!" teriak gadis berambut pendek tak mau kalah,akhirnya mereka hanya memperebutkan hal yang jauh di gapai.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2