Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
25.Fitnah


__ADS_3

Arfan berlari cepat dari semua temannya karna takut terjadi sesuatu dengan temannya.


.


.


.


"Pak buka aja pintunya!" ucap seorang anak tidak sabar.


"Iya,pak Omis kenapa lama sekali." ucap Rizka membuat pak Omis penjaga gudang membukanya.


Cklek.


Semua orang terkejut dan saling berbisik dengan penuh ketidak percayaan dengan apa yang mereka lihat.


"Yes rencana kita berhasil." ucap Clarisa pada Rizka.


"Sa,soal tadi sorry gue gak bisa datang ketempat yang lo suruh,perut gue mules banyak makan bakso." ucap Bondan yang baru datang membuat Clarisa membulatkan mata tidak percaya.


"Lo disini?terus yang didalem siapa dong.Sial!!" Clarisa segera mengecek siapa disana dan ia terkejut bukan main,ternyata rencananya malah membuatnya semakin kesal.


Arfan yang melihat kerumunan itu segera menyerobot masuk dan melihat apa yang terjadi membuatnya segera menghampiri Asma dan Amran yang tertidur dengan kedua lengan yang bergandengan.


"Amran bangung!!!" Ucap Arfan membuat Amran dan Asma terbangun dan melihat banyak orang yang datang.


Asma merasakan lengan menggandengannya dan ia terkejut kemudian menarik lengannya dengan rasa takut.


"Kalian berdua mau mesum disekolah?" ucap salah satu anak sambil meninggikan suara.


"Usir aja anak gak tau malu itu!!" teriak yang lain.


"Sekolah kita bakal tercoreng nanti!!" teriak yang lain.


Asma sangat sakit hati,difitnah tanpa adanya bukti yang sebenarnya,walau dia dipergok begitu belum tentu kejadian yang terjadi sebenarnya.


"Eh udah,kalian jangan pada suudzon dulu." ucap Clarisa pada semuanya.


"Lo jangan terlalu baik Sa orang kayak mereka gak akan taubat,pake aja tuh jilbab tapi kelakuan malu-maluin." ucap salah satu teman kelas mereka.


Asma segera berdiri dan ia pun menghapus air matanya yang hendak turun.


"Apa hak kalian memfitnahku,apa kalian tau hal yang terjadi sebenarnya?" ucap Asma membela.


"Kami lihat kalian bergandengan." ucap salah satu temannya.


"Kalian hanya melihat hal yang kalian lihat tapi tidak kalian ketahui,kami terkunci disini sehingga kami tidak bisa keluar." ucap Asma.


"Lalu kenapa kalian tertidur dengan bergandengan tangan?" ucapnya.


Asma sungguh tidak tau itu ia pun bingung kenapa bisa semuanya terjadi.


"Aku bertanya padamu apakah jika kau sudah tertidur,dan tiba-tiba kau sudah ditempat berbeda apa kau tau siapa yang memindahkanmu??" ucap Asma membuatnya bungkam.


"Ya,tapi...."Dia pun berhenti.


"Ini fitnah,apakah kalian tidak belajar agama, fitnah sungguh besar dosanya dan jikapun aku melakukan hal yang dilarang Alloh aku sendiri yang akan menerima hukumannya." Asma segera berjalan keluar dengan mata dan hidung yang memerah.


"Mohon dengarkan aku,semua adalah salah faham,tidak sebaiknya kalian menuduh seseorang tanpa adanya bukti.Apa kalian tidak lihat lukannya dan caranya berjalan,dia terluka karna terjatuh kenapa bajuku sobek karna kain sisanya aku gunakan untuk menutupi lukannya jadi aku mohon jangan memfitnahnya, disini salahku karna tidak bisa mengeluarkan kami dari sini jadi kumohon lupakan kejadian ini." Amran pun segera keluar dengan begitu saja dan berhenti tepat didepan Clarisa dan pergi berlalu.

__ADS_1


"Sial,gue rugi!!"ucap Clarisa tidak terima.


" Riz pernyataan Amran masuk akal juga,keknya lo salah denger deh."ucap salah satu temannya.


"Ya,gue minta maaf." ucap Rizka.


.


.


.


"Asma,kamu dari mana aja kami mencari.Loh tangan sama kakimu kenapa?terus kenapa kau menangis?" tanya Aqila.


Asma pun segera pergi kekelas dan ia segera pulamg tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Apa yang terjadi,dan Arfan anak itu pasti sudah di TKP." ucap Ali.


"Ayo kesana!" ucap Lukman.


"Ya." Angguk mereka.


.


.


.


Amran bergegas untuk pulang,ia sangat kecewa akan kejadian itu ia sangat merasa bersalah jelas lengannya yang berada diatas lengan Asma,membuat Asma yang menjadi tertuduh dan ia sangat kesal pada dirinya sendiri kenapa bisa seceroboh itu,jika dia bisa menahan kantuknya maka tidak akan terjadi hal seperti ini.


"Ran bisa kau jelaskan apa yang terjadi?" tanya Lukman.


"Fan,kamu denger yang terjadi kan apa yang terjadi pada mereka?" tanya Lukman.


Arfan pun menceritakan apa yang terjadi membuat semuanya terkejut dan sedih atas fitnah itu.


"Pasti Rizka dibalik semua ini." ucap Aqila.


"Kalian tau sesuatu?" tanya Ali.


"Kalian tidak perlu ikut campur,kami bertiga yang akan membalas perbuatan mereka yang telah melakukan kejahatan ini pada Asma." ucap Najla dengan seringaian.


"Uhhh....you are devil." ucap Lukman bercanda.


"Ya,tunggu kami menjadi Threedevil." ucap Aqila.


.


.


.


Asma telah sampai dirumahnya ia segera berlari dan ia pun menabrak Latifah membuatnya marah.


"Gak tau diri banget sih,jalan tuh pake mata!!" ucap Latifah.


"Maaf kak." Asma segera masuk kekamarnya.


"Kenapa sih dia,ahk aku harus buat lagi deh teh nya." Latifah segera masuk kembali.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada adikmu?" tanya Malik.


"Tanyakan saja padanya langsung paman." ucap Latifah dan segera kedapur.


Malik pun mengetuk pintu.


Tok


Tok


"Asma apa yang terjadi?" tanya Malik.


"...."


Tok


Tok


"Asma..." panggil Malik kambali.


Cklek


Asma pun keluar dengan wajah sembabnya,membuat Malik khawatir karna baru pertama kali air mata putrinya jatuh tanpa diminta.


Malik pun mendudukkan Asma di kursi membuat Asma semakin takut untuk menceritakan hal itu.


Malik merasa bahwa tubuh Asma bergetar hebat membuatnya semakin khawatir dengan tenang Malik mengelus kepala putrinya.


"Putriku,apa yang terjadi ceritakan pada paman." ucap Malik dengan lembut tanpa ingin menyakiti Asma.


"Hiks...paman bisakah kau tidak marah dengan apa yang nanti Asma ceritakan Hiks..."ucap Asma dengan khawatir.


"Tidak,paman percaya denganmu sekarang coba kau ceritakan paman akan mendengarnya." ucap Malik.


Asma segera menceritakan kejadian itu dari awal hingga akhir.


"Apa kau mau pindah sekolah Putriku?Bagaimana jika kau pindah di pesantren?" tanya Malik.


"Tidak paman,semua teman Asma disini." ucap Asma.


"Paman sebenarnya tidak suka dengan kejadian yang menimpa putriku tapi itu bukan kesalahanmu itu hanya salah paham,itu adalah ujian untukmu mulai kedepannya kau harus berhati-hati." ucap Malik.


"Paman tidak marah?"tanya Asma menatap Malik


"Kenapa harus marah?" tanya Malik.


"Maaf paman Asma tidak bisa menjaga kehormatan Asma sebagai wanita.Fitnah itu terasa membuat Asma berdosa dan membuat asma kotor." ucap Asma.


"Apa kau masih ingat dengan cerita ummanah Aisyah yang difitnah melakukan hal yang dilarang oleh Alloh padahal dia tidak melakukannya,ingatlah Alloh langsung memperjelas semuanya dengan wahyunya.Kau pun harus yakin bahwa Alloh maha melihat,maha mengetahui." ucap Malik.


"Paman,terimakasih Asma merasa lebih tenang." ucap Asma membalas pelukan pamannya yang paling ia sayangi,dialah pengganti ayahnya yang sudah tiada.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊


See you next part...

__ADS_1


__ADS_2