
Setelah sampai di parkiran Ankot mereka pun menurunkan koper dan siap untuk menaiki angkutan umum menuju kediaman paman Asma.
Beberapa menit kemudian mereka memasuki Angkot yang hanya bisa menampung lebih sedikit penumpang.
Asma pun duduk bersampingan dengan Amran sedangkan Aqila duduk bersampingan dengan Lukman dan mereka sama-sama berhadapan karna kursi duduk yang bersebelahan.
"Bagaimana jika tukar posisi?" tanya Asma yang merasa sedikit canggung dan menoleh kearah Aqila.
"Ah ya..."
"Tidak perlu,Angkotnya sudah mau jalan lagian tempatnya sudah penuh akan sulit jika kalian tukar posisi!" ujar Latifah.
"Iya benar kalian bersabarlah tak akan lama kita sampai." ucap Hafidz.
Suasana begitu canggung bagi mereka berempat.Perjalanan mulus hingga ada polisi tidur membuat badan mereka terhuyung dan tanpa sengan Aqila memegang tangan Lukman dengan wajah pucat.
"M-maaf..." lirih Aqila sambil mengigit bibir bawahnya sepertinya ia mabuk perjalanan hingga kepalanya pusing.
"Aqila kamu baik-baik sajakan?" tanya Asma khawatir.
"Iya As,hanya saja rasanya kepalaku sedikit pusing." ujar Aqila sambil memijat kepalanya.
Lukman menyodorkan minyak kayu putih untuk Aqila.
"Mungkin karna guncangan tadi kau jadi mabuk perjalanan,lebih baik hirup ini dan balurkan disisi pelipismu InsyaAlloh nanti rasa pusingnya berkurang." ucap Lukman membuat Aqila kaget dengan perhatian lelaki yang ia sukai itu.
"Ah ya terimakasih." ucap Aqila dengan rona merah dipipi.
Asma yang sadar itu hanya bisa tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu,rasanya ia gemas sendiri dengan interaksi mereka.
Namun baru saja Aqila selesai dengan mabuk perjalanannya tiba-tiba mobil di hadang beberapa orang berbadan besar.
Brakk
"Keluar kalian semua!!" teriak salah satu ketua yang berambut gondrong.
"Serahkan semua harta benda kalian!!" teriaknya.
"Astagfirullah,cobaan apa lagi ini." batin Aqila.
"Kalian semua tenang oke,jangan ada yang keluar terutama perempuan tetap diam ditempat!" ucap Hafidz.
Hafidz pun keluar Angkot disusul beberapa pria yang ada didalam angkot.
"Kalian mau jadi pahlawan??" ucap ketua itu kini mereka hanya ber-enam sedangkan para penjahatnya ada 10 orang.
"Kalian membuat kerusuhan seperti ini apa tidak sadar itu adalah perbuatan dosa?" tanya Hafidz dengan tatapan tajam.
"Cih,Dosa lo fikir dunia ini baik sama kita enggak bro makannya mau lakuin hal baik juga kita selalu sial makannya buat apa hidup kalo gak ngelakuin dosa." ucapnya dengan tertawa remeh.
"Ingat Azab Alloh itu pedih!" ucap Hafidz.
"Arrghh banyak b*cot lo,serang!!" teriak pria gondrong itu.
Dengan kemampuan bela diri yang hanya sebatasnya mereka mampu,mereka memberanikan diri untuk melawan 1vs1 dan dengan kesempatan itu 4 orang menodong salah satu pengemudi dan beberapa wanita yang masih berada di Angkot.
Sekuat tenaga 3 pria mencoba membuka pintu yang ditutup oleh Latifah.
"Keluar,atau kalian kami bunuh!!" teriaknya dari luar.
"Astagfirullah mereka sangat kuat." lirih Latifah sedikit sulit menyeimbangi kekuatan pemuda yang berada diluar.
"Kakak biar Asma disana,kakak sedang hamil!" teriak Asma yang khawatir dengan kondisi kakaknya.
"Tidak apa As...." masih dengan posisinya.
__ADS_1
Brakk
Brakkk
"Kakak mereka bawa pisau cepat pindah!" teriak Asma dengan sangat khawatir.
Akhirnya Latifah mengangguk dan Asma segera pindah posisi dan ia pun memegang pintu dengan kuat.
"Semua para wanita kalian pasti bisa!" ucap Asma dan diangguki semua ibu-ibu dan temannya.
Prangg
"Aaaaa!!!" teriak mereka.
Ternyata kaca mobil di rusak hingga pecah dan untung tidak ada yang berada disana,Aqila yang tepat dipinggirnya melihat pria itu menyembulkan kepalanya.
"Maaf Mas anda salah masuk."ucap Aqila dengan mendorong kepala lelaki itu.
Hoekkk Hoekkk
Aqila pun muntah di luar kaca yang terbuka itu sontak lelaki itu mundur karna jijik.
"Aqila,kamu jorok sekali."ucap Reisa menatap tak percaya.
"Lagian siapa suruh dia pecahin kaca jadi aku pingin muntah dari pada kekalian semua kan?" ucap Aqila diangguki mereka semua.
"Aqila awas!!!" teriak Asma nampak pria itu hendak memukul Aqila dengan tongkat kayu,dengan segera Aqila pindah posisi.
"Masnya gak denger ya,udah tau salah masuk!" ucap Aqila dengan suara kesal ia pun mengambil ktepel di tasnya dan melempari lelaki itu dengan coklat bulat yang berisi kacang miliknya.
Trakk
Trakk
"Hey Aqila kau bawa berapa coklat?" tanya Asma.
"1 kg buat persediaan hehe..." ucapnya sambil menampilkan gigi.
"Semuanya kita akan lawan 3 lelaki itu dengan coklat yang Aqila miliki setelah semua lelaki bisa mengalahkan sisanya." Ucap Asma tampak disetujui semuanya.
Brakk
Pintu pun terbuka semua keluar dengan membawa coklat ditangannya pria yang menodongkan pisau terpental karna Asma tanpa sengaja menendang perut pria itu hingga tersungkur.
"Laahawla Walakuatta ilabillahilaliyil Adzim..."teriak mereka kompak.
Trakk
Trakk
Seperti serangan batu krikil semua lelaki yang dilempari pergi menjauh karna serangan membabi buta itu,kesempatan itu digunakan mereka juga untuk membantu kaum pria yang masih bertarung dan hal itu menjadi alasan mereka membantu.
"Lempari mereka juga!!"teriak Aqila dengan semangat yang tadinya sedang pusing.
Trakk
Trakk
Hingga coklat itu ada yang mengenai mata dan kepala mereka secara bertubi-tubi.
Hingga semuanya berlari menjauh,Aqila yang melihat sang supir yang masih ditodong pisau itu membuat Aqila tersenyum seringai,ia mengarahkan ktepelnya kelengan penjahat.
Ctarr
Hingga pisau lepas dan Aqila berlari mendekat dan menendang kaki kering penjahat itu hingga merintih kesakitan.
__ADS_1
"Argghhh..."
"Makannya jadi jahat tuh sakitnya dua kali lipat!" ucap Aqila dengan sorot tajam.
Semua yang telah selesai itu merasa lega akhirnya para begal itu sudah pergi menjauh.
"Alhamdulillah mereka sudah pergi jauh sudah yuk kita lanjutkan perjalanan." ucap Hafidz.
Mereka memasuki Angkot lagi dengan posisi yang sama membuat mereka sudah bisa bernafas lega karna tidak ada masalah lagi setelah membereskan kekacawan yang ada.
"Kamu tadi hebat La,kamu pernah bela diri juga?" tanya Reisa antusias.
"Ah itu sebenarnya..." Aqila nampak malu menjelaskan perihal selama bermain di rumah Lukman dulu ia sesekali minta diajari karate oleh Lukman.
"Apa hayo..." goda Reisa.
"Aqila pernah diajari sedikit karate waktu SMA dulu." ucap Lukman sekenanya.
"Kok tau?" tanya Reisa menatap penasaran.
"Aku pelatihnya." ucap Lukman dengan wajah santai.
"Wah,wah...kapan-kapan aku ngikut kalian latihan juga ya!" pinta Reisa.
"Boleh." ucap Lukman.
"Ngomong-ngomong kalian berani juga ya pake lempar coklat." ujar Amran.
"Itu juga coklat milikku yang dibeli 1kg sekarang sirna sudah buat cadangan." ucap Aqila sedih.
"Nanti aku ganti,sekalian beliin untuk Hasna sebagai oleh-oleh." ujar Lukman membuat Aqila nampak bahagia.
"Wah baik sekali terimakasih." tersenyum.
"Ya sama-sama." ucap Lukman tersenyum menampilkan lesung pipinya.
Kalo gini lama-lama aku jadi pengagum rahasianya aja ah_batin Aqila dengan sorot terpesona.
"Oh iya pak kaca mobil bapak pecah." ucap Asma yang baru ingat.
"Gapapa neng yang penting para penumpang selamat bapak mah udah syukur." ucap sang supir.
"Asma ganti saja paman,berapa kerusakan kacanya?" tanya Asma yang merasa iba.
"Tidak perlu..."
"Biar saya saja lagian kamu perempuan gak baik kalo memberi pada lelaki." ucap Amran beralasan.
"Adakah yang begitu?" tanya Asma bingung membuat Amran gemas dengan ekspresi Asma yang menurutnya lucu.
"Hehe becanda." Amran sudah menyodorkan beberapa lembar uang pada sang sopir.
"Semoga bisa diperbaiki ya pak kerusakannya,anggap rezeki lebih." ucap Amran.
"Makasih den." ucap sang sopir dibalas anggukan Amran.
"Kamu ikhlas memberikan uangmu?" tanya Hafidz tiba-tiba.
"Ikhlas kak,lagian jikalau Amran tidak tulus dan mengharap sesuatu Amran tidak berani karna Amran ingin melakukannya Lillahita'ala,kakak juga pasti jika memberi berfikir sedemikian karna kakak seorang lelaki yang faham akan agama." ucap Arman dengan menampikan kesungguhannya.
Senyum tipis tak terlihat bagi yang tidak memperhatikan dan hanya Latifah yang tau jika suaminya tersenyum merasa senang.
Sepertinya lampu hijau akan dimenangkan Amran_batin Latifah.
Bersambung...
__ADS_1