
Kini Hari yang ditunggu-tunggu dan dengan sorakan dari semua perwakilan sekolah membuat semua para peserta merasa bersemangat untuk menang.
"Asma ingat jika kamu sudah mendapatkan jawaban jangan ragu memencet belnya!" ucap Hany.
"Iya bu." angguk Asma.
Perlombaan pun dimulai diikuti oleh 35 SMA yang berbeda kota,Asma pun kini memdapatkan urutan ke 6 untuk bertanding dengan 5 sekolah.
Dan dengan cepat ia berhasil memecahkan skor bersama Amran kini mereka tinggal menunggu bagian untuk maju kebabak selanjutnya.
Kini Amran dan Asma melawan SMA dari kota D dengan segera mereka memecahkan skor lagi hingga sekarang yang tersisa tinggal 3 sekolah lagi untuk menentukan siapa juara 1 sampai 3.
"Bismillah As,Ran kalian pasti bisa!" ucap Hany.
"Hey liat sekolah dari Bandung itu sepertinya rival kita yang berat dari kota S itu sangat gampang kita kalahkan tapi mereka sangat kuat." ucap salah satu finalis.
Lalu seseorang berbisik.
Setelah itu perlombaan dimulai kembali dengan sorakan yang sangat bersemangat hingga permainan dimulai dengan tegas kota S sudah tertinggal jauh skornya tinggal Asma dan Amran melawan murid kota C untuk mendapatkan juara satu dan skor mereka kini sama.
"Baiklah pertanyaan selanjutnya jika siapa yang memencet bel pertama maka dia yang akan menjadi juara satu!" ucap seorang juri.
Setelah memberikan pertanyaan Asma sudah tau apa jawabannya saat menekan bel tapi tidak berbunyi mengakibatkan bel lawan lebih dulu membunyikannya.
"Kenapa As?" tanya Amran.
"Belnya tidak berbunyi ran!" ucap Asma mencoba lagi.
"Baik juara satunya adalah SMA Murkama!" ucap juri.
"Hany,kayaknya ada yang gak beres sama bel Asma coba aja lihat!" ucap Mita.
"Wah iya,mereka kayak berusaha untuk menyalakannya tapi tidak bisa,bagaimana ini?" ucap Hany.
"Aku tau bagaimana,ayo ikut!" ucap Mita.
"Pak,disini dipasang cctv kan saya minta videonya jadi terimakasih jika anda membantu." ucap Mita.
Satpam itu memberikan cuplikannya dan benar saja seseorang sudah melakukan kecurang pada tim Asma dan Amran,dengan segera Mita menuju meja juri dan memberikan cuplikan video itu membuat juri menggeleng sedangkan tim SMA Murkama yang senang menjadi bingung dengan sorot mata juri seperti tidak menyukai itu.
"Ouh ada sesuatu yang terjadi ternyata SMA Murkama melakukan kecurangan untuk tim dari SMA Bandung jadi untuk itu SMA Murkama kami nyatakan dieliminasi dan untuk juara pertama di menangkan SMA Bandung dan kedua SMA Jamura dan juara ke tiga SMA Haluan." ucap Mc membuat semua orang bersorak bangga terutama untuk sekolah Amran dan Asma.
__ADS_1
"Alhamdulillah Ran,Alloh membantu kita." ucap Asma tak sengaja memegang lengan Amran.
"Eh maaf." Ucap Asma malu.
"Hm,Alloh selalu memihak kebenaran As."ucap Amran sambil tersenyum membuat beberapa siswi dari sekolah lain berjerit histeris.
"Dia ganteng banget yaampun pengen deh bawa dia kerumah."ucap wanita 1.
" Lo jangan asal bicara kayaknya cewek disebelahnya itu pacarnya."ucap cewek 2.
"Iya sih,gue minder kayaknya SMA Bandung cakep-cakep nanti gue pengen deh jadi murid pindahan kali aja dapet jodoh." ucap cewek 1.
"Lo berani disana tuh di tes dulu sebelum masuk eh kalo lo masuk kelas paling bodo gimana?" ucap cewek 2.
"Lo mah jahat sama gue,bukannya suport kek." ucap cewek 1.
"Oke gue minta maaf deh." ucap cewek 2.
Hany langsung memeluk Asma dan Amran diatas aula ia sangat bangga pada keberhasilan Amran dan Asma.
"Kalian memang anak yang hebat ibu bangga sama kalian." ucap Hany.
Esoknya Amran dan Asma pun pulang karena tugas mereka susah selesai.
"Terimakasih kak Mita untuk tumpangannya berkat bantuan kakak kami bisa melaksanakannya dengan baik." ucap Asma.
"Sama-sama jika kalian mampir kesini lagi,jangan lupa tinggal disini rumah kakak selalu terbuka untuk kalian." ucap Mita memeluk Asma dan Amran.
Akhirnya mereka pulang setelah berpamitan pada Mita.
"Besok kalian bisa libur untuk beristirahat dan gunakan untuk istirahat dengan benar!" ucap Hany diangguki Asma dan Amran.
"Terimakasih bu." ucap Amran dan Asma.
.
.
"Wah hebat baru saja dua hari kak Marsella sudah bisa khatam iqra kayaknya bisa ngalahin kakak jahat deh." ucap Hasna menatap tidak suka pada Ali.
"Ali sudah Al-qur'an kok walau pelafalannya agak kaku nanti kakak bisa bimbing Ali jauh lebih bagus lagi tinggal polesan sedikit panjang pendek insyaalloh dia akan membaca dengan fasih." ucap Lukman.
__ADS_1
"Terimakasih man,dan adik kecil yang manis ini,terimakasih banyak waktu pertama kakak malu diajari anak kecil,kini kakak sangat bangga dan kagum sama kamu,kayaknya kakak bakal jadi fans kamu deh." ucap Marsella.
"Aa...kakak jangan sungkan kesini lagi,Hasna suka kakak." ucap Hasna diangguki Marsella akhirnya mereka pulang setelah selesai mengaji dari kemarin Ali dan Marsella bolak balik demi bisa mengaji untung otak mereka encer untuk belajar mengaji.
"Dah,Hasna..." ucap Marsella.
"Dah kakak..." ucap Hasna.
"Besok mulai sekolah sel,aku antar pulang saja ya gak enak kalau tetangga tau kamu tinggal di rumahku." ucap Ali.
"Selama ini aku merepotkanmu,maafkan aku ya Li,kali ini aku harus pulang untuk memperbaiki semuanya berkat perkataan ibu kamu,aku jadi gak takut dan bimbang dalam masalah keluargaku." ucap Marsella.
"Ya,dan aku minta kamu bongkar semua kejahatan Clarisa yang membuat semua orang salah faham!" ucap Ali.
"Iya Li." ucap Marsella.
Saat Ali mengendarai motornya mobil dari belakang menabrak motornya sehingga motornya menabrak pembatas dan mereka jatuh ke jurang.
Breaking New.
"Diduga sepeda motor yang di tumpangi dua anak remaja mengalami kecelakaan akibat tabrakan di jalan xxx,di lihatnya mereka adalah murid kelas 10 untuk itu pihak polisi masih menyelidiki siapa yang sudah menrencanakan tabrakan ini kamera cctv di jalanan sudah diselidiki lebih lanjut untuk memastikan siapa yang menjadi bahan tersangka dan kini korban telah dilarikan kerumah sakit xxx untuk diberi pertolongan." ucap reporter.
"Yah,Ali anak kita!!" ucap ibu Ali.
"Ayo sekarang kita kerumah sakit!" ucap Ayah Ali.
.
.
"Pa,itu Marsella anak kita!" ucap mama Marsella dengan tangis yang deras.
"Iya ma,ayo sekarang kita kerumah sakit!" ucap papa Marsella.
Kini para orang tua mereka berlarian dirumah sakit mengecek diruang mana anak mereka dirawat,ibu Marsella sangat ketakutan jika anaknya mengalami sesuatu sehingga ia khawatir dan menabral siapapun yang menghalangi jalannya.
"Sus pasien yang dibawa karena kasus kecelakaan dimana??" ucap mama Marsella.
"Pasien saat ini sedang ditangani dokter di kamar nomor 113." ucap seorang suster hingga mama Marsella menemukannya dan menatap dua orang yang juga terlihat sedih.
Bersambung....
__ADS_1