Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
22.Jawaban Yang Salah


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Asma pergi bersama Malik ke sekolah.


"Paman Asma masuk kelas ya,Assalamualaikum" setelah mencium telapak tangan Malik Asma segera masuk.


"As!!" panggil Malik dan Asma berbalik.


"Ya paman?" tanya Asma.


"Tidak,hanya mengingatkan sore Ust.Gufran akan mengajakmu ke pesantren" ucap Malik.


"Ya paman Asma tidak akan lupa undangan yang begitu membahagiakan" ucap Asma segera pergi.


.


.


.


Ditengah perjalanan seseorang mencegahnya dengan merentangkan sebelah tangannya sontak Asma terdiam dan mencoba menatap siapa orang itu ia pun terkejut.


"Eittss....mau kemana" ucap seseorang pada Asma.


"Bondan?mau apa lagi kamu?" tanya Asma.


"Urusan kemarin belum selesai mana bisa seorang Bondan lupa untuk tantangan lo itu" ucapnya sambil mengangkat kedua halis.


"Tantangan, aku gak pernah ngasih tantangan ke kamu perasaan" ucap Asma


"Lo lupa kalo gue bisa jawab pertanyaan lo kemarin lo harus jadi pacar gue" ucap Bondan geram.


"Ouhh maksud kamu syarat dari aku kemarin?memangnya kamu udah tau apa jawabannya?" tanya Asma sambil menatap Bondan dengan penuh pertanyaan.


"Jelas" jawab Bondan sombong sambil menatap seluruh temannya yang melihat itu.


.


.


.


"Eh Naj liat deh itu kayaknya Asma" tunjuk Aqila


"Mana?" Najla mencari keberadaan Asma tapi tidak terlihat.


"Isshh itu tuh dikerumunan" Jawab Aqila tapi Najla tetap menengok kearah lain.


"Kau ini gimana itu tuh cogan mana ada Asma" ucap Najla,Aqila menepuk jidatnya dan langsung menggapai lengan Najla.


"Hindari pandanganmu bisa-bisa kau kagum dan timbul zina" ucap Aqila.


"Ihh...Naudzubillah,lagian kalo rezeki mana bisa ditolak haha" Najla tertawa membuat Aqila mendengus kesal.


"Argghh lama sinih aku bawa kamu" ucap Aqila dan menyeret Najla menuju kerumunan.


"Asma??" panggil Najla yang baru mengetahui keberadaan Asma.


"Najla,Aqila??" tatap Asma.

__ADS_1


"Eh Bondan jangan beraninya deketin sahabat kami kalo sekali melangkah maka mayatmu tidak akan utuh"ujar Aqila membuat Asma membulat


"Bener tuh"angguk Najla


"Kami akan selalu membela Asma dikala apapun" jelas Aqila


"Bener tuh"jawab Najla sambil menunjuk


"Lawan kami dulu sebelum melangkah pada Asma" ucap Aqila didepan Bondan


"Bener..." sebelum selesai Aqila menatap Najla.


"Wait...Wait..dari aku terus yang ngancem kamu kapan ngomong Naj??" tanya Aqila kesal


"Ouh maaf aku gak ada ancaman" Aqila menepuk kepala dan kembali pada Asma.


"Bondan gak ngapain kamu kan As?" tanya Aqila.


"Enggak kok jadi kalian gak usah khawatir aku gapapa malah aku yang takut sama kalian" ucap Asma bercanda.


"Eh udahlah jangan banyak bacot kita tuh mau jawab pertanyaan Asma doang kenapa kalian yang pada ribet sih" ucap Bondan geram.


Aqila hanya menyengir.


"Oke,kita persilahkan" ucap Aqila.


"Gue tau lo cewek gak punya jadi pasti sesuatu yang gak akan pernah bisa lo beli adalah rumah,noh gue beliin di perumahan no 143" ucap Bondan membuat semua kaum perempuan berteriak karna Perkataan Bondan sangat membuat mereka terkesan dan bangga.


Asma tersenyum tipis dan pergi bersama Najla dan Aqila.


"Lo mau pada kemana,apa rumah belum cukup gue bisa kasih yang lainnya" ucap Bondan.


"Emang apa mau lo sampai jawaban gue salah?" tanya Bondan sambil mengepal lengannya.


Asma tersenyum dan ia mulai menjawab.


"Apa yang tidak bisa aku beli hanyalah Pahala,siapapun tidak akan bisa membelinya sekalipun dia presiden maupun raja,rumah bahkan mobil masih bisa aku jamin memilikinya aku bisa membelinya karna usaha saat aku punya uang.Tapi sayangnya aku tidak butuh semua itu aku hanya butuh pahala untuk menghindarkan aku dari api neraka, jadi Bondan jawaban kamu salah maka kamu engak berhak memaksa aku lagi terimakasih" Asma segera pergi dengan sopan.


"Belagu banget lo Asma lo fikir lo siapa,lo tuh cewek paling sombong" tunjuk Bondan.


"Sungguh Alloh itu maha indah,dan mencintai keindahan.kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain H.R Muslim,bukankah kamu mengerti?" Asma segera pergi.


Seseorang dari jauh tersenyum.


"Aku menyukaimu serta mengaggumimu Asma,sungguh kita akan bertemu lagi " ucap pria itu dan segera menuju kekelasnya.


.


.


.


"Amran,tau gak tadi tuh kita berdua liat Asma lagi ngobrol sama si Bondan" ucap Arfan diangguki Lukman.


"Terus gimana?" tanya Amran penasaran.


"Ya jelas Asma menanglah hahaha ya gak man?" tanya Arfan sambil tertawa mengejek.

__ADS_1


"Maksud kalian apaan kok aku gak tau ya?" tanya Amran penasaran.


"Hah Masa sih,jadi nih waktu itu tuh Bondan minta Asma buat jadi pacarnya tapi Asma kasih Bondan syarat dan pas tadi dijawab jawabannya salah total haha...lucu tuh ekpresi si Bondan" ucap Arfan tertawa.


"Kenapa kamu ketawa segitunya Fan,bukankah seharusnya kamu takut akan kematian malaikat selalu bersamamu dan dimanapun akan mencabut nyawa kamu,bagaimana saat kamu bahagia tiba-tiba waktu kamu sudah tiba??" pertanyaan Lukman membuat Arfan ciut.


"Elahh nakutin mulu,okelah nanti lagi aku tahan tawa" ucap Arfan.


"Bukan gitu juga maksudnya" ucap Lukman yang melihat Arfan cemberut.


"Gak seru banget tu si Lukman" Lirih Arfan.


"Kamu ngomong apa sih fan?" tanya Amran.


"Yang jelas ngomong indo" jawab Arfan dengan wajah masam.


.


.


.


Asma segera masuk kedalam kelasnya.


"Assalamualaikum sela" sapa Asma sambil tersenyum.


"Eh Waalaikumsalam As,dari tadi aku nungguin kamu tapi kamu nya belum datang" ucap Marsela.


"Emang ada apa?" tanya Asma bingung.


"Ouh tadi akukan sampe duluan nah aku liat surat dibangku kamu terus aku ambil deh.nih,aku takut diambil orang lain" ucap Marsela sambil menyodorkan surat itu.


For:Asma Anniar


Setelah membaca itu Asma segera membukanya.


Assalamualaikum Asma,Entah bagaimana menjelaskannya tapi saat melihat dirimu dengan penuh senyum hatiku merasa bahwa Alloh memperlihatkan ciptaannya yang mampu memikat kaum Adam entah dari segi fisik maupun tingkah laku,suaramu begitu syahdu bagai desiran ombak yang sejuk di mataku maaf tapi ucapanku hanyalah isi hatiku untukmu aku mengaggumimu..:)


From:Secret Admirer


Asma terkejut dengan surat rahasia itu, dia merasa risih akan itu.Dia takut jika orang tau walau hanya sepucuk surat tapi membuatnya gelisa.


"Ada apa As,kenapa kamu berkeringat?" tanya Marsela penasaran.


"Umm tidak kok" geleng Asma.


"Terus surat tadi apa isinya?" tanya Marsela membuat Asma kembali tegang.


.


Janganlah sombong sesungguhnya kesombongan hanyalah milik Alloh bagaimana bisa kita sombong sedangkan sang pemilik alam semesta saja tak pernah memperlihatkan kesombongan itu.


_IrmalaYanti


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...

__ADS_1


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊


See you next part...


__ADS_2