
Kini hari yang bahagia untuk Amran mengingat acara ulang tahunya yang ke 17 tahun dan beberapa bulan lagi ia sudah naik kelas 11.
"Semuanya sudah disiapkan ran,kakak yang mendekor acara ini." ucap Fatir dengan bangga.
"Iyalah kakak sebentar lagi lulus kakak harus memberikan hal special sebelum kelulusan kakak." ucap Amran.
Asma datang sendiri tadinya ia ingin mengajak Najla atau Aqila namun mereka masih belum bisa berteman dengan baik.
Asma kini memakai kerudung pemberian Amran,Amran yang tau itu sangat senang dan kagum dengan kecantikan natural Asma.
Asma menatap sekeliling dan menemukan Aqila yang sedang meminum minumannya sendiri.
"Assalamualaikum La." ucap Asma membuat Aqila menoleh.
"Asma??" ucap Aqila kaget dan langsung memeluk Asma.
"Maafkan aku As,selama ini aku salah menilai semuanya,Marsella sekarang koma dan apa kamu tau ucapan mu benar selama ini yang jahat adalah Clarisa bukan Marsella aku tau kemarin saat Ali mengatakannya di sekolah,dan kini aku sangat menyesal atas semuanya apalagi aku pernah menampar Marsella hiks...aku bodoh As." ucap Aqila sambil menangis dipelukan Asma.
"Gak papa la,semuanya sudah diurus sang maha kuasa dan kamu tau Alloh selalu ada untuk kebenaran." ucap Asma langsung diangguki Aqila.
"Dimana Najla?" tanya Asma.
"Jangan cari dia lagi As,dia udah berubah kamu tau dia sekarang dekat dengan Clarisa si nenek sihir sampai aku kaget saat dia melepas jilbabnya." Asma kaget secepat itu Najla berubah.
"Astagfirullah kenapa bisa la?"tanya Asma.
"Karena kamu sudah merebut yang aku inginkan As."ucap Najla.
"Apa yang aku rebut?" tanya Asma.
"Amran,aku suka sama dia kalau kamu gak tau,kenapa sekarang kamu hanya diam kenapa selama ini kamu gak nyadar As,malah kamu semakin lengket sama dia!" ucap Najla.
"Kamu gak seharusnya bilang itu Naj,jika kamu mau aku berikan apapun selagi itu tidak merugikan siapapun akan aku beri." ucap Asma.
"Selama ini yang aku temani jahat ya!" ucap Najla.
"Asma." seseorang datang dan ternyata adalah Gufran.
"Ustadz." ucap Asma.
"Sekarang apalagi siapa ustadz ini,pak saya sarankan jangan percaya pada wanita berhijab ini dia wanita jahat!" ucap Najla.
"Siapa kamu,saya kenal Asma lebih baik,dia gadis yang sangat sholehah kecantikan dia tersalur dari keimanan buka dari luar tubuh yang dimiliki Alloh." ucap Gufran.
"Ustadz ada apa?" tanya Asma lembut.
__ADS_1
"Sebagai pembukaan acara Amran,abbi ingin kamu membacakan surat ar-rahman ya." pinta Gufran.
"Tanggung jawab sebesar itu Asma takut tidak bisa." ucap Asma.
"Abbi percaya sama kamu As." ucap Gufran mengelus lembut kepala Asma dan pergi.
"Wah kayaknya pak Gufran itu baik ya sama kamu haha calon mertua." goda Aqila.
"Kalian ngomong apa sih emang siapa anak lelaki pak tua itu?" tanya Najla.
"Amran." ucap Aqila sambil menekan nama Amran.
Deg
"J-jadi itu ayahnya Amran??" tanya Najla membuat Aqila menatap jengah.
"Ya." ucap Aqila merasa kali ini dirinya sudah dipihak yang benar.
Asma pun berjalan menuju panggung dan ia segera menuruti perkataan Gufran,semua orang tersentuh dengan suara lembut Asma yang indah dipendengaran terutama Fatir yang menatap kagum dan Amran semakin jatuh hati mendengar suara merdu Asma.
"Sadakallohul Adzim." ucap Asma menutup Al-qurannya.
"Masyaalloh suaramu itu sangat indah,abbi sangat bersemangat dan ingin tertidur saja." goda Gufran.
"Ustadz berlebihan,tidak seindah suara adzan kok." ucap Asma sambil tersenyum.
"Ustadz saya juga bisa mengaji." ucap Najla tidak mau kalah.
"Ya nanti saya ingin lihat kamu mengaji." ucap Gufran dengan mimik wajah biasa saja menanggapi Najla.
Najla kesal karena tadinya ia ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih unggul dari Asma.
"Apaan sih si Najla itu harusnya dia malu habis berkata tidak sopan pada ayahnya Amran, sekarang tanpa punya urat malu malah nantangin Asma." ucap Aqila kesal kenapa dulu ia tidak pernah berfikir bunga itu tidak selamanya harum.
Acara pun selesai setelah Amran memotong nasi tumpeng dengan rasa syukur ia berikan suapan pertama untuk orang tuanya lalu ia berikan yang terakhir pada Fatir.
"As pulangnya bareng aku aja,takutnya kamu kenapa-napa." ucap Aqila.
"Iya." ucap Asma.
Tiba-tiba Fatir datang dengan membawa sebuah kantung kecil.
"Assalamualaikum As,ini ada sedikit hadiah dariku." ucap Fatir.
"Waalaikumsalam,bukannya yang ulang tahun Amran ya,kok jadi dikasih ke Asma?" tanya Asma bingung,Fatir hanya menggaruk kepala yang tak gatal.
__ADS_1
Aqila sangat aneh melihat gelagat Fatir ia memiliki firasat jika Fatir menyukai Asma.
"Ah hanya bingkisan kecil semoga suka,ngomong-ngomong malam ini kamu cantik dengan jilbab biru itu." ucap Fatir membuat Asma tersenyum.
"Terimakasih kak." ucap Asma dan Fatir melenggang pergi.
"Wih kayaknya kak Fatir suka kamu deh." ucap Aqila.
"Apaan sih sudah jangan dibahas lagi." ucap Asma.
"Memang jilbab baru mah beda,kamu beli dimana jadi pingin juga." ucap Aqila.
Asma menjadi gugup menceritakannya.
"Ini pemberian Amran sewaktu kami mau menghadapi olimpiade,dia memintaku menggunakannya saat dia ulang tahun." ucap Asma malu.
"Haha...kalian kayak pacaran aja,jadi iri deh oh ya tadi kak Fatir muji jilbab itu artinya dia muji pilihan adiknya sendiri." ucap Aqila.
"Hm begitulah,ouh ya aku lupa memberikan kadoku pada Amran." ucap Asma.
"Itu Amran sedang bersama ibunya deh." ucap Aqila dengan segera mereka kesana.
"Assalamualaikum tante,Amran ini Asma hanya ingin memberikan kado untuk Amran maaf lupa tadi." ucap Asma menyodorkan pada Amran.
"Terimakasih." ucap Amran tersenyum dan dibalas senyuman Asma,Maya sendiri tau apa yang terjadi kenyataannya memang dari dulu Asma dan Amran ada kemistri.
"Kalau begitu kami pamit tante,Assalamualikum." ucap Asma dan Aqila setelah pergi.
"Waalaikumsalam." ucap Maya dan Amran.
"Kamu suka padanya ya?" ucap Maya.
"Ummi tidak baik menebak-nebak." ucap Amran.
"Sok tau,ummi itu terhubung dengan anaknya ummi tau kamu suka Asma dari dulu,ummi juga sangat suka pada Asma dia gadis yang sholehah dan ummi percaya kalau suatu saat kalian bersama." ucap Maya.
"Ummi sudahlah jangan membahas itu!" pinta Amran.
"Jujur dulu baru ummi berhenti." Seketika Amran terdiam dan ia bingung harus menjawab apa.
"Iya ummi,Amran suka pada Asma." ucapan Amran membuat Maya senang sekaligus ingin tertawa melihat putranya yang masih malu-malu itu.
"Haha sudah ummi gak akan mempertanyakan lagi,wajah kamu sudah merah tuh." goda Maya.
"Ummi..." ucap Amran tidak terima.
__ADS_1
"Iya,ummi hanya bercanda kok." ucap Maya.
Bersambung...