Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
26.Kepergian Latifah


__ADS_3

Esoknya seperti biasa Asma akan berangkat bersama pamannya Malik.


"Paman,hari ini Asma akan berangkat naik bus saja paman antarkan saja kak Latifah kekampusnya." ucap Asma dengan santun.


"Tidak,lagian Latifah biasanya bersama teman-temannya.Benarkan Latifah?" tanya Malik.


"Ya paman," ucap Latifah sekenannya.


"Paman tidak ingin kau kenapa-napa,sudah lama kau selalu paman antarkan,kalau Latifah dia sudah besar." ucap Malik.


"Iya paman tapi kali ini tolong izinkan ya!" pinta Asma membuat Malik tidak bisa berkutit lagi,ia hanya bisa mengalah pada putri tersayangnya.


"Baiklah paman izinkan." ucap Malik.


"Terimakasih paman." ucap Asma dengan senang.


"Awas saja kau mempermalukan lagi keluarga paman!" ucap Latifah dengan nada mengejek.


"Apa maksud kakak??" tanya Asma dengan bingung.


"Kau kemarin melakukan hal yang dilarangkan,apa kau perempuan tidak tau malu?" dengan nada mengejek.


"Kak,itu semua fitnah apa kakak tidak bisa percaya pada Asma??" Kini batin Asma merasa sakit lagi karna kakaknya sendiri tidak mempercayainya.


"Kau gadis upps,wanita penggoda mana mungkin kau tidak bersalah." ucapan Latifah kini membuat Asma semakin tersiksa.


"Hiks....Alloh maha mengetahui perkara apa yang di lakukan mahkluknya,dia tidak pernah tidur kak, hiks...Asma percaya padanya." ucap Asma menahan sakit dihatinya.


"Alah,paman dan bibi membesarkanmu tapi semakin besar sikapmu sangat dusta ya?" ucap Latifah sambil meminum susunya.


"Cukup Latifah,kau ini kakaknya atau musuhnya,jika kau menganggapnya adik kau pasti tidak akan berkata sedemikian." ucap Halima yang sudah geram dengan ucapan keponakannya itu.


"Bi,Latifah hanya..." Sebelum menyelesaikan kalimatnya Malik memotongnya.


"Jika kau memang kakak yang baik seharusnya berikan motivasi terbaik dan juga berikan pandangan yang lurus padanya bukan menekan dan memyakiti batinnya." ucapan Malik kini membuat Latifah muak.


"Kalian sama saja,keluarga ini tidak ada yang memikirkan hidupku,cihh tidak sudi aku tinggal disini lagi,peliharalah anak pungut itu aku pergi!" ucap Latifah dengan emosi.


Plakk


Kini emosi Malik sudah memuncak,ia menampar Latifah, sedangkan yang ditampar hanya bisa berdiam diri.


"Apa kau tidak punya rasa berterimakasih sedikitpun hah,kau tidak punya etika selama kami memberimu kebahagiaan,apa selama ini kami sia-sia menghidupimu hah?!" pekik Malik dengan nada marahnya.


"Kalian hanyalah benalu untukku!" Latifah pun melengkan pergi sedangkan Asma berlari memeluknya.

__ADS_1


"Kakak jangan pergi hiks...maafkan Asma,kini Asma hanya tinggal sendiri tanpa sanak saudara kandung hiks...Asma mohon." pinta Asma.


Latifah pun melepas pelukan Asma


"Kau beraninya memelukku, aku jijik padamu!!" Latifah pun melepas jilbabnya dengan kasar.


Srett


Dan melemparnya tepat pada wajah Asma.


"Apa sudah cocok denganmu yang terlihat alim namun kotor??" ucap Latifah dan hanya dibalas bungkaman Asma.


"Kak hiks Asma mohon jangan tinggalkan jilbab kakak, kasihan Ayah dan paman!" ucap Asma memohon.


"Aku yang lebih kasihan pada Ayah dan paman karna sikapmu yang kotor!" sambil melepas lengan Asma.


Latifah melenggang pergi setelah mendorong Asma hingga kepala Asma berdarah akibat benturan di kursi.


Bugghhh...


"Aahhk..." Pekik Asma dengan segera Malik dan Halima membantunya berdiri.


"Kau baik-baik saja?" ucap Halima dan seketika ia membulatkan mata ia khawatir darah mengucur di pelipis Asma ia segera membawa obat P3K.


"Maafkan paman karna tidak bisa menjaga kakakmu,apa kata Sayyid jika dia tau Latifah pergi." ucap Malik dengan nada menyesal.


"Tidak paman segala urusan sudah diatur oleh Alloh,orang tidak akan mungkin melupakan kehidupan sebelumnya cepat atau lambat kak Latifah akan kembali lagi." kini ucapan Asma bisa meringankan beban Malik ia merasa memiliki Asma adalah hal paling berharga.


"Terimakasih putriku berkatmu paman merasa lega dengan kekhawatiran ini."ucap Malik diangguki Asma.


Asma segera melenggang pergi tanpa diantar Malik seperti perkataan sebelumnya.


Asma kini berjalan tanpa merasa bahagia rasanya kehidupan yang mengujinya sungguh berat dan bertubi-tubi kini ia di trotoar jalan karna ia tertinggal bus.


Syurrr


Sebuah mobil menyipratkan air dijalanan membuat baju Asma menjadi sangat kotor.


"Ahahaha....Lihatlah kini dirinya sudah cocok menjadi orang kotor,tidak tubuhnya pakaiannya pun sama." teriak perempuan yang ada didalam mobil.


Asma tau siapa mereka,Rizka dan Clarisa yang selalu menginginkan hidupnya dipenuhi penderitaan.


"Makannya jadi orang gausah sok suci lah,dikira orang alim akan selalu alim!!" ucap Clarisa dan melenggang pergi.


Asma kini semakin terpuruk ia tidak bawa baju ganti ia tidak tau harus bagaimana sedangkan tidak mungkin ia kembali karna sudah setengah perjalanan jika kembali ia akan terlambat.

__ADS_1


YaAlloh engkau maha pemberi lagi maha mendengar,aku tidak ingin menjadi manusia yang bodoh tapi bisakah engkau tunjukkan apa yang harus aku lakukan_batin Asma.


"Hwaa.....hiks...lapar bu..." Teriakan seorang anak kecil membuat Asma menoleh dan ia pun terkejut dengan pemulung yang menggendong anaknya yang kurus.


"Tenanglah,Alloh masih menguji kita,ibu akan terus berusaha untuk bisa membahagiakanmu walau ayahmu pergi tanpa bertanggung jawab." ucap ibu itu dengan pakaian kusut.


"Assalamualaikum." sapa Asma membuat kedua anak ibu itu menoleh.


"Waalaikum salam,siapa kamu?" tanya wanita itu.


"Saya Asma,kenapa dengan anak ibu?" tanya Asma.


"Sudah 1 minggu kami hidup terlantar dan kini kami menjadi gelandangan karna suamiku pergi meninggalkan kami." ucapnya membuat Asma merasa kasihan jika dia berada diposisi itu ia pun akan merasa bingung dan pasti merasa terbebani.


"Astagfirullah,begini saja bu gimana kalau ibu tinggal dengan saya?" ucap Asma tanpa rasa takut.


"Tapi kami hanya orang luar,bisa saja kami bermaksud buruk." ucap ibu itu.


"Asma percaya Alloh selalu melindungi Asma dari tangan jahat jika benar begitu Asma berdoa ibu diberikan hidayah-Nya." ucap Asma dengan senyum tulus.


"Tidak usah,kami masih bisa bertahan kok." ucap ibu itu.


"Ibu lapar...." rengek anak itu.


"Bersabarlah!" ucap ibu itu.


"Saya ada roti dan juga beberapa camilan,umm dan juga ada sedikit uang Asma harap ini cukup mengganjal perut." Asma menyodorkan makanan dan uangnya.


"Pakaianmu kotor kenapa?" tanya ibu itu.


"Tadi terkena siraman air kubangan." ucap Asma dan ia pun berpamitan pergi.


"Saya permisi.sebentar lagi bel sekolah masuk,Assalamualaikum." ucap Asma.


"Waalaikumsalam." ucap ibu anak itu.


Saat ia berjalan ia lupa memberikan minumnya karna ia rasa minuman itu juga diperlukan saat dia berbalik alangkah terkejutnya saat ibu anak itu sudah menghilang dan berganti dengan seragam yang terletak tak jauh dari tempat ibu tadi.


Subhanalloh apakah ini yang dinamakan mukzizat yang Alloh berikan?_batin Asma.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊

__ADS_1


See you next part...


__ADS_2