
📩
Bidadariku.
Assalamualaikum ran,untuk bantuanmu tadi aku berterimakasih.
Saat Amran selesai mandi ia mendengar bunyi hp nya dan seketika senyum mengembang di bibirnya.
Teman
Jangan sungkan aku memang tidak suka wanita diperlakukan begitu.
Bidadariku
Tetap saja aku berhutang budi hehe...
Teman
Apanya yang berhutang budi,kalau memang niat menolong kan harus ikhlas.
Bidadariku
Kau benar,besok sore ada pengajian apa kau mau ikut menolongku,lagian besok sore paman sedang ada kepentingan di tempat kerjanya.
Teman
InsyaAlloh doakan saja semoga bisa,
Bidadariku
Amiin,maaf ya mengganggu
Teman
Tidak perlu sungkan kok hehe..
Bidadariku
Sungguh aku merasa tidak enak😄
Teman
Hey memangnya aku siapa,biasa sajalah😎
Bidadariku
Oke aku akan mencoba
Teman
Rasanya akrab jika kita selalu begini😂
Bidadariku
Mana bisa,di luaran sana apalagi bertatap muka aku harus menjaga diriku dari lelaki.
Teman
Aku teringat masa kecil kita dulu kau pernah mengatakan aku boleh mencubitmu sepuasnya tapi saat besar tidak😂
Bidadariku
Haha...sudah aku malu😣
Teman
Dulu kau menggemaskan sekarang malah semakin cantik.
__ADS_1
Deg
Seketika Asma merona lagi dan ia memukul bantal dengan wajah merahnya sedangkan Amran merasa salah memberikan balasan itu.10 menit kemudian.
"Tuh kan karna kecerobohanmu dia sudah tidak mau lagi membalas." rutuk Amran.
Bidadariku
Sudah malam aku tidur ya,Assamaluaikum
Teman
Waalaikumsalam:)
Kini Asma memeluk gulingnya dan menutup seluruh wajahnya karna malu,padahal disini tidak ada siapapun.
Ceklek
"Asma kau sudah tidur?" tanya Latifah.
"Eh kakak,enggak kok kenapa?" tanya Asma menatap kakaknya.
"Muka kamu merah apa sedang deman?" tanya Latifah khawatir.
"Ah,tidak." Asma langsung menghindari pandangan kakaknya.
Latifah tersenyum geli.
"Kau sedang suka seseorang ya...." goda Latifah.
"Apaan sih kak!" ucap Asma menoleh ke arah lain.
"Hehe,kakak tau kok soalnya kakak pernah ngalamin juga dan kamu gak bisa bohong sama kakak." ucap Latifah membuat Asma malu.
"Iya kak,kayaknya Asma lagi suka deh." ucap Asma dengan malu.
"Dia pemuda yang baik,sholehah selalu menjaga Asma eumm...kak pernah gak kakak ngerasain degdegan didepan cowok?" tanya Asma penasaran.
"Pernah sama cowok yang kakak suka." Seketika Asma memerah kembali.
"Gemasnya,kalau kakak punya anak mau deh kayak kamu." ucap Latifah mencubit Asma.
"Kakak gak nyadar udah ada keponakan Asma?" Seketika Latifah menyengir.
"Iya deh kakak salah,ouh ya lelaki itu siapa?" tanya Latifah penasaran.
"Kan Asma..."
"Tidak bicara nanti kasih tau paman dan bibi loh kamu pacaran!" ucap Latifah.
"Enggak kok Asma gak berani,iya deh Asma kasih tau namanya Amran Alfian." ucap Asma tersipu malu.
Latifah turut senang dan meminta potret wajahnya,karna kebetulan kontak Amran fotonya Latifah menjadi semakin suka.
"Kalo kedepannya kalian barengan kakak langsung restuin tanpa kamu minta." ucapan Latifah membuat Asma tambah malu.
"Kakak...."
"Iya deh maaf kakak gak bermaksud kok cuman berharap." goda Latifah dengan segera Asma masuk ke selimutnya karna wajahnya pasti sudah merah.
Latifah hanya tertawa karna sifat adiknya dan mengecup kepalanya sebelum pergi.
"Selamat malam adikku." ucap Latifah dan pergi.
Kakak Asma sudah merasa senang jika kakak selalu memperhatikan Asma seperti ini rasanya peran ibu sudah terganti oleh kakak dan peran Ayah adalah kak Sayyid_batin Asma.
.
__ADS_1
.
.
Esoknya....
"Wihh kemarin habis menangin hati Asma gak setelah bertarung nyawa?" goda Arfan.
Amran langsung menjitak kepala temannya itu.
"Ngomong tuh dijaga,jangan asal bicara!" ucap Amran kesal.
"Haha...tapi kita semua senang kok kalau kamu bisa deket sama Asma,dia gadis yang baik dan gak salah kalau bisa berdampingan dengan calon ustadz." goda Lukman.
"Calon ustadz lebih pas untukmu deh man nanti peranmu Profesor botak Lukman." Canda Ali dan bibirnya ditarik Amran.
"Botak matamu dia tuh tampan seperti artis arab." ucap Arfan membuat Lukman menggelengkan kepala sedangkan Ali melihat bibirnya takut jontor.
"Tapi bener deh panggilan ustadz lebih cocok untukmu yang sangat mendalami agama dalam kesederhanaan Ya Ustadz Lukman." goda Amran membuat Lukman tersenyum tipis.
"Terimakasih man atas sanjungannya." Ali hanya menatap kesal kenapa saat dia menyanjungnya Lukman tidak berterimakasih.
Asma kini sedang berjalan di trotoar saat dia hendak menuju gerbang sekelompok anak nakal menggodanya dan hendak melepas jilbabnya.
"Hey kalian kurang ajar ya berani sama cewek!" Lelaki itu pun menghajarnya dengan brutal karna saking marahnya.
Setelah lemah para gerombolan anak nakal itu pun pergi dengan takut.
"Kamu tidak apa?" kali pertama langsung bertatapan pria itu tersenyum senang.
"Tidak apa kak terimakasih atas bantuannya." ucap Asma.
"Ya sama-sama,kenalin aku kakak kelasmu namaku Fatir Al Gufran panggil sesukamu,kau pasti Asma kan?" tanya lelaki itu berjabat tangan.
Asma pun bersalaman jauh dan menunduk,Fatir pun menjauhkan tangannya merasa malu dan mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kenapa kakak bisa tau?" tanya Asma.
"Karna aku pengagummu." Fatir pun pergi setelah mengatakan itu dan kini Asma sangat kaget setelah mendengar ucapan Fatir.
"J..jadi dia yang selama ini menghantuiku dengan sebuah kertas?" Asma sangat syok dengan itu ia tidak bisa berkata lagi rasanya dunia ini senyap.
Di kelas.
"Kamu masih marah la,sama Asma?" tanya Najla.
"Aku gak marah,cuman kesel aja kita tuh udah temenan lama sedangkan Marsella apa,dia itu temen baru tapi dia sendiri lebih percaya Sela." ucap Aqila kesal.
"Woy kalian ngerumpi apa,kalian tau gak kemarin tuh Amran hebat bisa ngalahin Bondan." ucap Arfan membuat Najla dan Aqila merasa penasaran.
"Ouh ya gimana tuh,mana mungkin mereka langsung adu tanding?" tanya Najla penasaran.
"Makannya update terua cerita Amran kalau gak sempet subscribe chanel ArfanQutampan." Seketika Aqila mual mendengarnya Lukman sendiri tipikal cowok kalem yang tidak mau berurusan dengan hal semacam itu.
"Ini bukan Chanel mu,ini Chanel author udah deh lanjutin!" ucap Aqila merasa penasaran.
"Jadi tuh kemarin pulang Amran liat Asma digoda sama Bondan habis itu Bondan nantang Amran siapa yang kalah harus jauhin Asma dan berakhirlah kawanku yang hebat menang,cerita mengasikkan bukan." ucap Arfan,Aqila sangat terkejut.
"Beruntingnya Asma,kalau aku kemarin nonton pasti lebih seru." ujar Aqila antusias.
Sedangkan Najla terdiam.
Kenapa aku merasa iri saat Amran memperlakukan Asma seperti itu_batin Najla.
"Dan lagi,Asma sendiri ngelapin keringet Amran wah kalau aku diposisi Amran dan ceweknya yang aku suka pasti bahagia." ucap Arfan menatap Aqila lekat.
Cukup aku tidak ingin mendengarkan kelanjutannya rasanya kenapa sakit mendengar hal itu,ada apa denganku_batin Najla.
__ADS_1
Bersambung....