
Setelah sampai Aqila mendengar suara ejekan dari beberapa siswa laki-laki di UKS.
"Lo mau jadi pahlawan untuk gadis yang gak lo kenal?" tanya seorang lelaki yang sedari tadi menatap tajam pada lelaki dibawahnya.
"Tidak itu bukan...."
Bugghh
"Arrgghhh...." rintihan.
"Apa masih punya nyali saat lo udah kayak cacing kepanasan,emang kaki lo gak sakit mau gue tambah paku lagi??" dengan suara yang nyaring.
"Shh..."lelaki itu hanya bisa menahan rasa sakitnya karna kini ia tidak bisa melawan dengan tenaga yang lemah.
"Liat bos kayaknya dia mau mencoba melawan kita deh." ejek salah satu teman yang lain.
"Lo,dengan luka tertusuk paku apa belum puas? tadinya gue fikir gadis itu yang akan nginjak pakunya dan ternyata lo ngehalanginya cihh sok kuat lo." ucap pria itu dengan jelas membuat Aqila penasaran sebenarnya siapa lelaki yang sedang di ejek dan dibully itu.
"Ya bos,dia terlalu naif sampai gak sadar diri kalo dirinya itu gak mampu buat ngelindungin orang lain." ucap salah satu teman sekawannya.
"Sudah kita pergi,kita meraih juara pertama jadi pasti kita disegani bukannya dia,tanpa disadar gak akan ada yang nolongin." ucap pria itu dan pergi begitu saja setelah menendang kaki orang yang dibawahnya.
Dengan segera Aqila menuju UKS dan ia sangat syok melihat Lukman terkapar dengan kaki berdarah dan terlihat paku yang besar tertancap di sepatunya membuatnya merasa gelisa dan khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada Lukman.
"Astagfirullah,apa yang terjadi?" ucap Aqila kaget dan segera menolong Lukman berdiri tapi ia sadar jika itu kurang baik maka dari itu ia bertanya dulu dan meminta izin.
"Lukman boleh aku menolongmu,aku tidak akan melakukan hal diluar agama aku melakukan hanya ingin membantu." ucap Aqila diangguki Lukman yang mulai pucat rasanya darahnya tidak bisa berhenti keluar jika tidak segera diobati.
"Kenapa kau bisa kesini??" tanya Lukman yang menahan sakitnya.
"Jika aku tidak kesini kau akan mati karna kehabisan darah,apa kau tidak sakit??" ucap Aqila dengan khawatir melihat wajah Lukman yang semakin pucat.
"Aku tidak apa kok." ucap Lukman yang mencoba membuat Aqila tidak terlalu mencemaskannya.
__ADS_1
"Tidak bagaimana apa kau sedang bercanda,aku tidak main-main ya sekarang diamlah biar aku yang mengobatimu!" ucap Aqila dengan rasa khawatir dan mencoba mengobati Lukman dengan lebih hati-hati lagi.
Aqila segera melepas kaus kaki Lukman dan mengambil kotak P3K dan ia berjongkok di bawah kursi yang Lukman duduki, ia segera mengambil kaki Lukman yang terluka dan meletakkannya di lututnya karna luka kakinya sangat sulit diobati jika Lukman berbaring ia pun mendudukan Lukman di kursi.
"Shh..." rintih Lukman kala obat merahnya mengenai lukanya yang cukup dalam dan perlahan Aqila mencabut paku itu yang menancap cukup dalam.
"Apa kita kerumah sakit saja lukamu cukup parah hingga darahnya keluar sebanyak ini." ucap Aqila mulai meneteskan air mata saking merasa lemah,ia merasa bersalah karna dia tidak bisa menyadari keberadaan paku itu tadi.
"Hei,apa kau menangis,bukankah aku yang terluka?" tanya Lukman mencoba menghibur dia tidak suka melihat perempuan menangis apa lagi disebabkan olehnya.
"hiks,ini semua karnaku diperlombaan tadi akukan yang seharusnya terluka dan kau menolongku,hiks kau sengaja menginjakan kakimu lebih dulu kan?" ucap Aqila sambil menangis dan mengusap air matanya seperti anak kecil membuat Lukman terkekeh.
"Itu ujian bagiku,lagian kenapa kaki bau terasi di tangisi oleh gadis baik sepertimu?" Ucapan Lukman membuat Aqila mulai terkekeh karna candaannya yang menurutnya terlalu frontal.
"Mana ada, kakimu bersih pasti selalu terkena air Wudhu setiap harinya ya walau tidak mulus karna berbulu." ucap Aqila yang masih sibuk memperban kaki Lukman seketika Lukman tersenyum mendengar penuturan Aqila.
"Kau sok tau " Ucap Lukman yang tidak mau kalah.
"Haihh baru pertama kali aku bertemu gadis yang baik dalam beradu silat lidah,biasanya aku dan adikku, aku tak pernah kalah darinya." ucapnya percaya diri agar suasana tidak canggung.
"Kau bodoh,mana ada adik yang mampu melampaui kakaknya,dia kurang berpengalaman haha...Lukman kau lucu sekali." Aqila sedikit tertawa membuat Lukman merasa lega jika gadis itu tidak menangiskan hal yang tidak semestinya ditangisi.
"Siapa bilang? adikku pandai,mana bisa dia terlihat akan kalah, jika kau bertemu dia kau akan kaget akan kepandaiannya." ucap Lukman menatap Aqila serius.
"Lukamu sudah ku perban,terimakasih atas pertolonganmu.Jika suatu hari aku bisa bertemu adikmu akan aku buktikan siapa yang lebih pandai." ucap Aqila hendak pergi.
"Terimakasih." ucap Lukman membuat Aqila menatapnya balik.
"Ya aku tau,maaf tidak bisa membantumu keluar,aku bukan muhrimmu sehingga tidak bisa berpegang tangan, jika perlu sesuatu katakanlah Lukman." Setelah berkata seperti itu Aqila pun keluar tanpa disadar seseorang mendengar perbincangannya.
"Gadis gila itu begitu berbeda denganku,saat bersamaku dia jutek dan menyebalkan ketika dengan Lukman begitu lembut dan ramah,apa Lukman lebih tampan dariku?" Ucapnya dan ia pun pergi.
Ya Alloh jagalah Aqila dia gadis yang baik_batin Lukman
__ADS_1
.
.
.
"Darimana saja lama sekali,aku dan Asma hendak menyusulmu jika dalam 3 detik kau belum sampai." ucap Najla
"Toiletlah,jika 3 detik tidak datang harusnya dari tadi kau sudah menjemputku." ucap Aqila.
"Tidak keluyurankan?" tanya Najla mengintimidasi.
"Ushhh jangan Suudzan Naj,kau ini terkadang seperti ibunya" canda Asma.
"Tuh bener kata Asma." ucap Aqila yang merasa dirinya disalahkan padahal dirinya pergi mengobati Lukman yang kecelakaan.
"Setelahnya kau kemana lagi?" Tanya Asma karna hatinya tau dari sesuatu yang selalu ia rasakan walau tidak ia ketahui secara pasti.
"Kau sama saja." ucap Aqila dengan cemberut sambil melipat kedua tangannya.
"Darah dari seragamu yang menunjukan sesuatu La,Kalau kau haid pasti dibelakang rokmu dan itu ada didepanmu." ucap Asma membuat Aqila terdiam dan membulatkan mata sontak ia menatap arah yang dikatakan temannya itu.
"yaampun La,Asma benar kenapa dengan seragam rok mu?" tanya Najla histeris saat ia baru saja tau akan hal itu.
"Sebenarnya...
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...
coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊
See you next part...
__ADS_1