Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
38.Kebenaran sebelum pengungkapan


__ADS_3

Setelah semua pekerjaannya beres Latifah menemui kakaknya karena ia sangat takut jika kakaknya tidak memaafkannya.


"Kak Sayyid menelphone siapa?" tanya Latifah.


"Berbahagialah Latifah karena hukuman kamu sudah tiba." ucap Sayyid senang.


Mana ada sih didunia ini dapat hukuman bahagia_batin Latifah


"Mana ada sih kak hukuman bahagia." ucap Latifah.


"Kamu akan tau itu nanti sekarang kamu siapkan pakaianmu kita akan berangkat ke kota C." ucap Sayyid bersemangat.


"Mau apa kak,disana ada apa?" tanya Latifah dengan penasaran.


"Kamu juga akan tau nanti,kakak akan mengajak yang lainnya juga." ucap Sayyid diangguki Latifah.


Asma sudah diantar oleh Malik sampai sekolah dan Asma pun berpamitan untuk masuk ke dalam sekolah.


"Assalamualaikum paman." ucap Asma mencium tangan Malik.


"Waalaikumsalam,belajar yang semangat!!" ucap Malik mengelus lembut kepala Asma.


Setibanya dikelas Asma sudah mendapat banyak hujatan ia sama sekali tidak ingin membuat kekacauan ia hanya bisa bersabar kala dirinya tersenyum orang lain acuh itu tidak membuatnya minder untuk tetap tersenyum.


"Asma ada yang ingin bertemu denganmu!" ucap Sandra selaku ketua kelas.


Asma mengangguk dan ia keluar sendirian tibanya disana ia melihat seorang lelaki membelakanginya.


"Assalamualaikum,siapa ya?" tanya Asma,lelaki itu berbalik dan tersenyum hangat semua orang iri termasuk kakak kelas Asma sendiri.


"Waalaikumsalam." ucapnya.


"Kak Fatir ada apa kesini?" tanya Asma bingung.


"Aku hanya ingin menemuimu saja rasanya sudah lama tidak bertemu apa kau mau istirahat nanti temani aku diperpustakaan?" tanya Fatir.


"Insyaalloh ya kak." Fatir hanya bisa mengangguk.


"Aku bawakan kue itung-itung berterimakasih kemarin sudah menemaniku diperpus." ucap Fatir,sebenarnya Asma ingin menolak karena tidak enak tapi dia juga tidak enak pada Fatir yang sudah menyempatkan diri,akhirnya ia mengambilnya.


"Terimakasih kak." ucap Asma dan Fatir pun pergi,Amran tau itu ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada Fatir tidak biasanya kakaknya berbuat manis pada perempuan.


"Uh dikasih kue bagi dong gue lapar nih." ucap Bobby yang selalu saja makan mau apapun itu,Asma yang mendengarnya tersenyum.


"Makanlah kuenya aku takutnya tidak termakan dan mubazir bob." ucap Asma lembut membuat Bobby berbinar.

__ADS_1


"Ah,lo memang teman gue yang paling pengertian As,kalau nanti butuh sesuatu katakan saja siap perintah deh cuman buat lo yang terbaik." ucap Bobby.


"Kamu gak ada malunya ya bob,itukan kue Asma!" ucap Sandra.


"Iri bilang bos!" ucap Bobby.


"Aku minta dong laper juga nih belom keisi makanan." Sandrapun menikmati kue itu.


Marsella yang biasanya kepo hari ini selalu menjadi pendiam akibat dari kejadian waktu itu,ia sudah malu dihadapkan dengan Asma rasanya dia sangat kejam pada teman yang sudah baik padanya selama ini.


"Asma apa aku berhak mendapatkan maafmu?" batin Marsella menyesal.


"Ran tadi kakakmu kan,ada hubungan apa dia sama Asma?" tanya Ali.


"Tidak tau li,aku sendiri masih bingung." ucap Amran.


Istirahat pun tiba...


Brukkk


Asma yang mendengar suara itu dari kamar mandi merasa penasaran dan sungguh ia terkejut melihat apa yang terjadi.


"Tolong lepaskan gue Jihan gue gak mau!" ucap Reisa sambil meronta.


"Gue cuman mau cium lo doang kok kita kan udah pacaran." ucap Jihan masih mengurung Reisa dan Reisa mulai menangis setelah ditampar Jihan.


"Iya tapi gue gak mau,kalo kebablasan gimana gue gak mau!" ucap Reisa ketakutan.


"Lo nerima gue berarti lo udah jadi milik gue,gue gak suka penolakan,lo tau!" ucap Jihan dengan paksaan,Asma yang geram wanita disakiti ia pun mendorong Jihan sekuat tenaga.


"Asma,tolong gue,jauhin dia gue gak mau deket sama dia lagi,gue kira dia baik."pinta Reisa dengan segera Asma menarik Reisa kebelakangnya.


" Lo gak bisa kabur dari gue Reisa."Dengan segera Asma menarik Reisa kabur namun naas Jihan menarik lengan Asma.


"Mau pergi kemana kalian hah!" teriak Jihan.


"Kamu pergi Reisa kasih tau yang lain!" ucap Asma masih mencoba meronta tapi Jihan memegangnya erat.


"Oke gue gak dapetin Reisa, lo yang lebih cantik gue lebih bahagia bisa sentuh lo yang gak pernah tersentuh." ucap Jihan senang ia mulai mendekat.


Plakk


Asma pun menampar Jihan tanpa ia sadar Jihan semakin antusias menyentuhnya dan sangat tertantang mendapatkan Asma.


"Tidak jangan han,sadarlah Alloh tidak tidur hiks..." kini Asma mulai menangis karena Jihan sudah hendak melepas jilbabnya.

__ADS_1


"Kumohon han kamu sedang dimasuki setan." Asma terus berontak namun tenaganya tidak mampu akhirnya tanpa Asma sadar ia menendang perut Jihan sehingga ia bisa lepas namun Jihan kembali memagang tangan Asma dan melemparnya hingga ke dinding.


Bugghh


"Melawan artinya bersiaplah untukku!" ucap Jihan.


Yaalloh hanya padamulah hamba meminta pertolongan,hamba berserah dan hanya bisa menunggu pertolonganmu_batin Asma.


"Tolong,tolong!!!"Teriak Asma sebisa mungkin.


Brakkk


Bugghh


Bugghh


"Kurang ajar kau Jihan beraninya ingin menyentuh Asma!!" teriak Amran yang sudah sampai disana,tak sengaja ia mendengar suara Asma meminta tolong,membuatnya marah.


"Siapa lo dia aja bukan kenalan lo atau karena lo gak rela bekas lo disentuh orang,gue denger lo pernah berbuat hal yang dilarang." ejek Jihan.


Bugghh


"Denger ya han,kamu memang teman yang pernah membantu tapi nyatanya Bondan lebih baik karena tidak berbuat hal yang melewati batas tapi ternyata kau lebih buruk." ucap Amran dengan sorot mata tajam.


"Lo gak akan bisa dapetin Asma ran karna apa,karna kakak lo suka sama dia gue udah tau cih kasian sekali lo harus bersaing dengan kakak lo sendiri!" ucap Jihan tersenyum remeh.


Deg


Amran maupun Asma keduanya mematung karena tidak percaya dengan yang dikatakan Jihan.


"Asma gue memang gak jadi nyentuh lo tapi karena lo udah kurang ajar nampar gue sekarang lo bukan nerima ganjaran dari gue tapi takdir lo yang bisa nyakitin dua orang yaitu dua saudara kandung!" ucap Jihan melenggang pergi.


"Jadi,kak Fatir suka padaku?" guman Asma.


"Apa kamu suka kakakku juga As?" seketika ucapan Amran membuat Asma bimbang.


"Ketahuilah ran hatiku tidak pernah berubah dan hanya aku dan Alloh yang tau itu,takdirku ada padanya apapun yang terjadi di masa depan itulah cobaanku." Asma melenggang pergi.


"Arrggghhh,kenapa harus kak Fatir." Amran meninju dinding ia merasa kecewa pada kenyataan semua ini,nyatanya dia beserta kakaknya menyukai gadis yang sama dan artinya salah satu dari mereka harus ada yang mengalah.


Apakah aku yang harus mengalah lagi_batin Amran.


"Kenapa ini terjadi padaku kenapa harus aku yang menerima kebingungan ini." batin Asma.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2