Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
45.Koma


__ADS_3

Mama Marsella pun menatap mereka dan tatapannya terhenti pada seorang lelaki yang tengah memeluk wanita itu.


"Tuan Anwar,kenapa Tuan disini?" tanya mama Marsella yang tau Anwar adalah salah satu pembisnis yang luar biasa.


"Ibu Ayu dan bapak Kasla ya,kami disini sedang menunggu kabar anak saya yang mengalami kecelakaan bagaimana dengan anda?" tanya Anwar.


"Kami juga sama Tuan anak perempuan kami mengalami kecelakaan." ucap Kasla.


"Jadi Marsella anak kalian?" ucap ibu Ali.


"Iya anda siapa?" tanya Ayu.


"Saya Amanda ibunya Ali,anak saya juga mengalami kecelakaan." ucap Amanda.


"Kenapa mereka bisa bersama,selama 2 hari ini Marsella tidak pulang karena semalam kami membuatnya keluar rumah." ucap Ayu menyesal.


"Bu Ayu,Marsella anak yang baik dia sudah berbicara pada saya tentang masalahnya,dia selalu merasa sendiri terkadang ia tertekan dengan keinginan kalian." ucap Amanda.


"Begitukah,selama ini dia tidak pernah bercerita pada kami." ucap Kasla.


"Untuk itu saya faham,karena anak perempuan lebih suka berdiam diri dan memghadapi masalahnya sendiri walau anak saya laki-laki tapi sebagai perempuan saya sangat memahami itu." ucap Amanda.


"Saya jadi iri,saya sendiri sebagai ibunya tidak pernah mendengar curhatannya,dia selalu menampakan dirinya menjadi gadis yang kuat didepan kami sehingga kami berfikir dia bisa bertahan sendiri." ucap Ayu.


"Setiap ibu seharusnya bisa memahami apalagi Marsella selalu menyendiri karena kesibukan kalian." ucap Amanda.


"Hiks...aku menyesal selama ini mengabaikan putriku satu-satunya." ucap Ayu.


"Penyesalan pasti datang pada akhir namun kita selaku orang tua tetap harus berusaha." ucap Anwar.


"Maafkan kami selama ini kami tidak pernah memperhatikan pertumbuhannya dan selalu memikirkan ego kami sendiri." ucap Ayu.


"Aku mendengar Marsella pernah berkata jika kalian menyuruhnya berbohong untuk Clarisa anak tuan Johan betul?" tanya Amanda.


"Benar,kami masih bawahan tuan Johan sehingga kami tidak bisa menolaknya." ucap Ayu.


"Begini saja kalian mau bekerja diperusahaan saya,kebetulan manager kami mengundurkan diri untuk ibu Ayu saya...." Ayu pun menyela perkataan Anwar.


"Maaf sebelumnya terimakasih atas tawaran anda tapi saya tidak ingin bekerja lagi dan ingin fokus menjaga Marsella tapi mungkin suamiku butuh karna saya akan mengundurkan diri besok." ucap Ayu.


"Kamu yakin ma untuk mengundurkan diri?" tanya Kasla.


"Pa,usia mama sudah tua diusia ini mama ingin memberi banyak kebahagiaan untuk Marsella." ucap Ayu.


"Papa juga siap untuk pindah ke perusahaan tuan Anwar." ucap Kasla.


Cklek


"Maaf keluarga pasien?" ucap dokter yang baru keluar dari ruang Ali.


"Saya." ucap Amanda.


"Dia hanya terluka sedikit dibagian kepala dan ada jahitan juga dibagian tangan jadi dipastikan dia akan siuman beberapa jam lagi." ucap sang dokter.


"Alhamdulillah." ucap Amanda dan Anwar.

__ADS_1


"Keluarga pasien bernama Marsella?" tanya sang dokter.


"Saya,bagaimana keadaan putri saya?" tanya Ayu.


"Putri anda mengalami koma karna benturan keras pada kepalanya dan beberapa luka parah di bagian organ dalam sehingga dia belum bisa pulih saat ini,jadi kita tunggu untuk kemajuannya nanti."ucap sang dokter,seketika kaki Ayu lemas dan


brukkk


Ia pingsan untung ada Kasla sang suami yang memegangnya.


Beberapa jam kemudian...


" Ughhh...dimana aku??"kini Ali sudah pulih saat ia menyadari Marsella tidak ada ia langsung terlonjak dan mencabut selang infus,Anwar dan Amanda yang diluar kaget melihat Ali berlarian.


"Ali,kamu mau kemana nak??" ucap Amanda yang memegang Ali yang masih lemas.


"Marsella bu,Ali yang membuatnya kecelakaan." ucap Ali.


"Tidak nak ini semua adalah ujian untuk kalian." ucap Amanda.


"Lalu dimana Marsella?" tanya Ali khawatir.


"Dia ada diruang sebelah,dia sekarang mengalami koma." ucap Amanda sedih,Ali langsung berlari dan membuka pintu,disana sudah ada orang tua Marsella.


"Tante,om maafkan Ali." ucap Ali sedih.


"Bukannya kami yang harus berterimakasih karna selama 2 hari belakangan ini kamu menjaga anak saya,kecelakaan ini masih dicari kebenarannya." ucap Ayu.


Kasla memeluk Ali.


Ali menatap Marsella yang sedang menggunakan selang infus.


"Harusnya saat itu aku saja yang ada dimotor kenapa malah Marsella yang menjadi korban juga." sesal Ali hanya sia-sia karena semua tidak bisa di ulang kembali.


"Sabar nak,berdoalah agar Marsella sembuh!" ucap Anwar diangguki Ali,ia sadar putranya ada rasa simpati terlihat beberapa hari sebelumnya walau putranya tidak menunjukkannya secara langsung.


.


.


"Kak lusa acara ulang tahun Amran kakak masih dirumah aja gak beli kado apa?" ucap Amran.


"Nih kado!" ucap Fatir memberikan hidungnya yang ditarik keatas.


"Ah kakak gak asik." ucap Amran kesal.


"Kamu kayak cewek aja,gak sabaran!" ucap Fatir yang sedang sibuk dengan laptop.


"Hm." Amran melenggang pergi.


"Yeh ngambek." ucap Fatir.


"Fatir!!" teriak Maya.


"Ya ummi?" tanya Fatir.

__ADS_1


"Antarkan pakaian ini untuk Kiara ke pesantren ya!" pinta Maya.


"Ah ummi,Fatir sedang mengerjakan tugas.Gimana kalau suruh Amran saja?" ucap Fatir.


"Adikmu baru pulang dari olimpiadenya kasihan dia masih capek." ucap Maya.


"Huh,memang Fatir enggak." dengus Fatir.


"Eh pahala loh berbakti sama orang tua." ucap Maya yang langsung diangguki Fatir dengan malas.


Fatir pun mengendarai mobilnya ke pesantren karena abbinya tidak kemana-mana ia berkesempatan memakainya.


Setibanya disana.


"Assalamualaikum kak Indi,Kiaranya ada?" tanya Fatir.


"Ouh ada,Kiara!!" panggil Indi dan datanglah kiara sambil memegang kemoceng karna bersih-bersih,tiba-tiba Fatir bersin terus menerus.


"Hacihhh"


"Kak Fatir gapapa?" tanya Kiara bingung dan mendekat.


"Ja-uhkan kemoceng Hacihhh..."


Dengan cepat Kiara membuangnya ke kamar yang baru saja selesai dibersihkan.


"Maaf kak." ucap Kiara menuduk.


"Hm,ini baju dari ummi untuk kamu!" ucap Fatir menyodorkan.


"Eh serius kak,terimakasih sampaikan pada ummi ya!" ucap Kiara.


"Hm." Balas Fatir.


"Eh kakak gak akan minum dulu?" tanya Kiara sopan.


"Gak perlu,masih banyak..."


Bugghhh


Serbuan anak kecil membuat Fatir oleng dan menabrak Kiara hingga mereka terjatuh dan Fatir menindih Kiara,sedangkan Indi kaget.Kini wajah Kiara memerah ia pun mendorong Fatir yang ada diatasnya.


"Maaf." ucap Fatir dengan wajah gugup.


"Tidak apa kak ini semua hanya kecelakaan dan itu karna anak-anak yang berlarian." ucap Kiara menunduk.


"Ah kalau begitu saya pamit Assalamualaikum." ucap Fatir dan melenggang pergi.


"Haha...itu semua sangat mengerikan aku takut semua salah faham tapi ternyata itu adegan romantis ya,haha kalian sangat cocok."ucap Indi.


"Kakak gak boleh berfikiran jauh!" ucap Kiara malu dan masuk kekamarnya.


Yaalloh jagalah diriku dari segala fitnah_batin Kiara.


"Kenapa bisa terjadi hal yang memalukan sih." rutuk Fatir dengan kesal dan ia pun menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2