
Kini Asma pun mulai termenung saat itu pula Fatir datang ke perpus.
"Assalamualaikum maaf menunggu lama." ucap Fatir dengan tersenyum.
Namun suasana ternyata malah diluar ekspetasi Fatir mengira jika dia bisa kembali berbicara terbuka dengan Asma namun kali ini tidak,ia hanya menatap Asma yang seperti banyak masalah.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Fatir khawatir,ia tau bahwa ada sesuatu hal yang terjadi,Asma yang sadar meminta maaf dan Fatir menerimanya.
"Maaf kak." ucap Asma.
"Sebenarnya apa yang terjadi As,jujur saja!" ucap Fatir penasaran.
"Asma ingin bertanya tapi kakak jangan marah ya!" ucap Asma.
"Hm,memangnya ada apa?" saat Asma ingin angkat bicara bu Hany datang.
"Asma kamu ikut ibu dulu yuk ada hal penting yang harus dibicarakan,eh ada Fatir maaf ya menganggu." Fatir hanya bisa tersenyum.
"Tidak apa bu saya mengerti." ucap Fatir tenang.
Kenapa datang diwaktu tidak tepat sih_batin Fatir.
Apa mungkin belum saatnya aku mengatakan semuanya_batin Asma.
Sesampainya diruang guru.
"Begini,besok kalian ibu antarkan ke kota B karena besok kalian akan memulai perlombaan disana dan ibu selaku pembimbing akan ikut bersama kalian,kebetulan di kota B ibu ada kenalan kita akan tinggal disana sebelum harinya tiba." ucap Hany.
"Tapi bu kok mendadak soalnya Asma belum bicara pada paman dan bibi." ucap Asma.
"Amran pun sama belum mengabari abbi dan ummi." ucap Amran.
"Tenang ibu sudah mengabari mereka,mereka tidak keberatan untuk itu jadi persiapkan keperluan kalian untuk 2 hari mendatang!" ucap Hany.
"Baik bu." ucap Asma.
Asma pun beranjak pergi.
"Diperpus kau mengatakan hal apa saja dengan kak Fatir?" tanya Amran.
"Tidak ada tadi sempat terpotong karena adanya bu Hany." ucap Asma.
Syukurlah aku takut jika aku kehilanganmu_batin Amran.
"Yasudah mau masuk pelajaran lagi lebih baik kita segera kekelas." ucap Amran.
.
.
Kini semua bubar karna bel menunjukkan waktu pulang.
__ADS_1
"Sa,kamu yakin ini gak berbahaya takutnya kita bikin orang celaka!" ucap Najla.
"Yakin sama gue!" Clarisa menyirami tangga dengan minyak,ia tau Asma selalu melewat ke jajaran situ.
Benar saja saat Asma berjalan ia terpeleset namun Amran yang dibelakangnya menolong sebelum kaki Asma terkilir membuat rencana jahat Najla dan Clarisa gagal total.
"Sial kita gagal lagi." ucap Clarisa geram.
"Gimana kalo pulang nanti kita tabrak dia aja?" ucap Rizka dengan tersenyum semangat.
"Lo bener." Kali ini Najla sangat bingung dengan jalan fikiran kedua teman barunya bukankah ini sudah keterlakuan.
"Apa ini gak berlebihan?" tanya Najla.
"Alah,ini tuh cuman peringatan kecil Naj,lo jangan terlalu baik sama orang!" ucap Clarisa.
Saat pulang Asma berjalan sambil menunggu pamannya namun saat dia melihat kucing kecil berjalan ketengah jalan ia takut terjadi sesuatu segera ia berlari kecil dan memangku kucing itu,mobil hitam dari jauh sudah berjalan cepat Asma berjalan perlahan dan sampai dia ditrotoar sebelum mobil itu menabraknya.
"Astagfirullah hampir saja mobil itu menabrakku." batin Asma.
Saat mobil itu kembali berjalan Asma melihat diseberangnya terlihat Reisa hendak berjalan ia segera mendorong Reisa.
Bugghh
"Kamu gapapa Reisa?" seketika kesadaran Reisa menjadi kembali ia menatap lekat Asma dan memeluknya dengan erat.
"Maafin gue As,gue selama ini jahat sama lo tapi lo selalu baik sama gue,hiks...gue minta maaf dan gue janji gue gak akan nyusahin lo lagi." Reisa sadar selama ini dia salah bergaul,Asma tidak munafik dia adalah gadis baik.
Asma membantu Reisa berdiri,saat itu Malik tiba dan sangat khawatir saat melihat kerumunan orang.
"Kamu gapapa As?" tanya Malik dengan khawatir.
"Mungkin hanya sedikit goresan paman." Saat dilihat ternyata banyak sekali darah keluar dari tangannya membuat Malik khawatir.
"Ayo sekarang pulang dan juga paman gak mau kamu kenapa-napa." ucap Malik.
Sesampainya dirumah.
"Asma,kamu kenapa?" ucap Sayyid.
"Hanya terjatuh." ucap Asma.
"Hanum,tolong bawakan obat P3K!" ucap Sayyid dengan nada khawatir.
"Kamu ini kenapa bisa ceroboh?" tanya Sayyid dengan khawatir.
"Dia menyelamatkan temannya dari tabrakan mobil untung hanya luka ditangan saja karna jatuh." ucap Malik dan Sayyid langsung menggeleng.
"Kamu ini." ucap Sayyid langsung mengoleskan obat merah.
"Begini saja kakak marah bagaimana jika aku cerita hampir dinodai,biarlah aib ini aku yang pendam lagian semua belum terjadi." batin Asma.
__ADS_1
"Kamu memikirkan apa As?" tanya Hanum yang menatap Asma yang seperti menyembunyikan sesuatu.
"Tidak kak,ouh ya kata bu Hany besok Asma ada olimpiade dan sebelum harinya Asma akan ikut bu Hany untuk belajar dulu." ucap Asma.
"Iya kami tau untungnya besok juga kami akan ke kota C." ucap Sayyid.
"Loh,kok gak ada yang kabarin Asma sih." ucap Asma cemberut.
"Ini juga mendadak permintaan kakak pada semuanya." ucap Sayyid.
"Yaudah deh,kalau ada apa-apa kabarin ya!" ucap Asma langsung diangguki Sayyid.
"Kakak udah siapin makanan,kamu langsung makan aja setelah sholat Ashar!" ucap Hanum.
"Iya kakak iparku yang manis,eh kalau Asma pakai cadar gimana ya..." ucap Asma.
"Makin sempurna,tapi kesempurnaan terletak pada hati bukan hanya luarnya saja." ucap Sayyid langsung diangguki Asma.
.
.
"Nah Kiara disini kamu yang mulai mendidik para santri." ucap Gufran.
"Iya abbi terimakasih." ucap Kiara sopan.
"Apa kamu berniat meneruskan SMA mu?" tanya Gufran.
"Untuk itu Kiara masih harus menimangnya karena tidak ada biaya abbi." ucap Kiara.
"Abbi akan tanggung semuanya asal kamu bersungguh-sungguh dalam belajar." ucap Gufran.
"Tidak usah abbi,Kiara sudah banyak merepotkan keluarga abbi." ucap Kiara dengan lembut.
"Tidak usah sungkan kau sudah kuanggap anakku jadi jika kau menerima saran abbi,abbi sangat senang karna kau anggap abbi sebagai abbi yang tepat untukmu." ucapan Gufran membuat Kiara merasa tidak enak.
"Baiklah abbi Kiara terima tawaran abbi." ucap Kiara.
"Tapi kemungkinan sekolahnya yang dekat dengan pesantren apa kau keberatan?" tanya Gufran lagi.
Kiara langsung menggelengkan kepala pertanda ia sama sekali tidak keberatan.
"Tidak abbi." ujarnya tersenyum senang.
Gufran pun mengelus kepala Kiara dengan senang karna yang ia dambakan adalah seorang putri yang patuh dan taat pada perintah Alloh dan orang tua.
"Kalau begitu kau berbaurlah dulu dengan para santri disini katakan apa yang kau ingin tau disini!" ucap Gufran.
"Iya abbi,insyaalloh Kiara akan berbaur dengan baik." ucap Kiara dan Gufranpun pergi darisana.
Bisamillah_batin Kiara.
__ADS_1
Bersambung...