Mata Hati Asma

Mata Hati Asma
24.Mencari Asma dan Amran


__ADS_3

Amran dan Asma sangat terkejut membuat mereka tidak percaya bisa terkunci ditempat yang sama.


"Kenapa kamu disini Ran?" tanya Asma sambil menunduk.


"Aku tadi mau mengembalikan bola tapi tiba-tiba pintu dikunci dari luar." ucap Amran sambil menatap kesekeliling dengan rasa gugup.


"Apa benar begitu??" tanya Asma dengan bingung.


"Ya." Amran mulai menatap Asma ia sangat menyukai Asma yang menurutnya gadis yang berbeda,mungkin kekagumannya membuatnya jatuh hati.


"Sungguh kau jauh lebih cantik jika dari dekat." ucapan Amran membuat Asma merasa senang sekaligus malu


Asma pun mulai menjauh dan ia pun menyembunyikan dirinya dibelakang rak peralatan olahraga.


Apa yang kukatakan,pasti dia tidak menyukainya_batin Amran


"Ya,Alloh apa yang terjadi pada hatiku kenapa rasanya detak jantung ini terlalu berpacu lebih cepat." ucap Asma sambil menyembunyikan rona diwajah putihnya.


"Maaf Asma,tadi anggap saja aku mengatakan sesuatu yang tidak penting." ucap Amran dengan khawatir jika Asma menjauhinya.


Jika tidak penting kenapa kau membuat hatiku bergetar Ran_Batin Asma.


"ah,itu ya aku tau." ucap Asma sambil memejamkan matanya.


Saat Asma berdiri tak disadar tikus berjalan kearahnya membuatnya ketakutan dan pergi menjauh sambil berlari.


"Aaa...." Teriaknya dan ia segera menjauh tak disadar ada air yang berceceran dilantai membuatnya terjatuh dan lengan atasnya mengenai paku yang ada didepan ia pun merintih.


"Arrgghhh!!" Ringisnya.


Amran yang melihat itu segera menghampiri Asma untuk menolongnya ia pun berjongkok didepan Asma yang masih melihat lukannya.


"Lukanya dalam As." ucap Amran khawatir.


"Tidak apa." ucap Asma dan ia pun mencoba berdiri namun kakinya pun terkilir membuatnya terjatuh kembali.


"Sudah tidak perlu dipaksakan aku akan mencoba mendobrak pintu kau terluka parah." ucap Amran dan segera mendobrak pintunya sebisa mungkin.


Brakkk


Brakkk


Brakkk


"Arrgghh,Sungguh sulit aku tidak bisa mendobraknya." Amran pun mulai memikirkan berbagai cara.


Ia pun menatap setiap penjuru ruangan namun tidak ada jendela sama sekali,hanya ada lubang untuk udara masuk.


"Amran,tidak usah dipaksakan nanti badanmu yang sakit.Usaha boleh tapi tidak boleh melampaui kemampuanmu." ucapan Asma memang benar jika dia terus seperti ini malah tenagannya yang akan berkurang dan tidak bisa memikirkan cara lain lagi untuk keluar.


Beberapa jam kemudian....


Kriukkk


Kriukkk

__ADS_1


Suara perut Amran membuat Asma ingin tertawa ia tau bahwa mereka belum makan kekantin.


"Kau belum sempat mengisi perutmu ya?" tanya Asma membuat Amran malu karna suara perutnya yang tidak bisa ditunda.


"I-itu bukan suara perutku." ucap Amran dengan nada tidak terima.


"Oh ya?" Asma mulai terkekeh dengan sikap Amran yang tidak ingin disalahkan.


"Sudahlah,i-itu darahmu terus mengalir sepertinya luka tadi cukup dalam aku akan menghentikan darahnya dulu." Amran segera mencari apa yang bisa dia gunakan untuk menutupi luka itu.


Tapi nihil di gudang tidak ada kain sedikit pun ia segera menyobekkan baju bawahnya untuk luka Asma.


Sreettt


"Um,maaf aku akan mengikatnya dulu apa boleh?" tanya Amran.


"Um..." Asma sangat ragu,ia tidak mau terjadi fitnah dengan hal ini.


"Percayalah,aku tidak akan melakukan apapun hanya mengikatnya.Jika kau sendiri melakukan itu akan sulit nantinya." ucap Amran meyakinkan.


Asma mengangguk dan mulai menjulurkan sebelah lengannya dan Amran segera membelitlengan Asma dengan teliti.


Terkadang Asma merasa takut dengan ini tapi kenapa jantungnya selalu berdetak lebih cepat jika ada Amran.


Amran pun menatap Asma yang sepertinya merasa risih padanya,karna ia tau Asma jarang berdekatan dengan lelaki,Asma yang merasa ditatap segera memalingkan wajah kearah lain agar kegugupannya tidak terlihat.Amran yang tau itu segera memalingkan fokusnya.


"Sudah,tapi sepertinya kita tidak bisa keluar dari sini,jika pak petugas datang kita baru bisa keluar." ucap Amran diangguki Asma.


.


.


.


"Iya tuh bener,pulang sekolah ini kita harus kumpulin semua orang disana supaya banyak yang tau hal ini." ucap Rizka sambil menyeringai.


"Lo bener,supaya Amran bisa ngerasain gimana rasanya ditolak,secara kayaknya dia care sama anak sok alim itu." Ucap Clarisa.


"Duh Asma belum kembali juga gimana nih,apa aku izin untuk mencari saja, tapi sekarang pelajaran bu Indah dia tidak akan mengizinkan murid keluar sama sekali.Atau aku sendiri yang gak akan dibolehin ikut pembelajaran." Marsela merasa khawatir dengan Asma yang belum kembali.


"Pelajaran bu Indah mana bisa aku izin cari si Amran" Ali sangat bingung bagaimana ia bisa menemukan Amran yang tidak kunjung datang.


.


.


"Naj,aku takut terjadi sesuatu sama Asma." ucap Aqila dengan gelisa


"Ya sama,dia belum kembali sampai bel istirahat selesai apa terjadi sesuatu padanya secara yang menyuruhnya kan Rizka?" tanya Najla membuat Aqila semakin gelisa.


"Kalian kenapa,sedang mengkhawatirkan siapa?" tanya Arfan dengan penasaran.


"Itu,Asma dari tadi belum terlihat dimana, kami khawatir." ucap Najla.


"Amran pun sama belum kami temui setelah jam istirahat berakhir." ucap Arfan membuat mereka mengambil kesimpulan.

__ADS_1


"Artinya sekarang mereka bersama." Fikir Luman.


"Syukur deh." ucap Aqila bernafas lega.


"Kok Syukur sih la, gimana kalo mereka dalam bahaya?" tanya Najla tak habis fikir.


"Aku percaya Amran bisa menjaganya,tidak perlu khawatir" ucap Aqila dengan tenang.


"Tapi tanggapan orang tidak akan sama jika mereka sampai tau." ucapan Lukman membuat mereka membulatkan mata.


Deg.


.


.


.


Tak terasa,rasa kantuk kian menyerang Asma membuatnya tertidur dengan perut kosong sambil menyender kursi panjang dibelakangnya.Amran yang tau tersenyum menatap keindahan wajah bersih Asma dengan damai.


"Aku akan melindungimu mulai sekarang dan seterusnya,walau kita jauh dalam kata muhrim,doaku akan selalu kuucapkan untukmu agar kau selalu dalam lindungan-Nya." Amran pun duduk dipinggir Asma dan ia pun tak sadar tertidur karna merasa kantuk yang hebat.tanpa disadar lengannya jatuh menimpa lengan Asma saat kesadarannya sudah hilang.


.


.


.


Pulang sekolah teman Amran dan Asma mencari mereka sambil berteriak.Tapi nihil tidak terlihat batang hidung mereka sedikitpun.


"Dimana mereka,kenapa sulit sekali mencarinya." ucap Arfan.


"Kami juga tidak menemukan mereka." ujar Aqila mendengus pasrah.


"Kalian bagaimana sih Amran kan disuruh kegudang." ucap Ali dengan santai membuat semua menatapnya.


"Kau stupid,bukannya dari tadi!!" dengan gesit semua berlari kesana.


"Apa aku salah??" ujarnya dan segera menyusul temannya.


.


.


.


"Oke semua kita akan lihat siapa yang berada didalam sini,karna gue sendiri denger ada suara cewek sama cowok disini." ucap Rizka membuat semua penasaran.


Lo kena Asma_ Batin Clarisa dengan bangga.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dan jangan lupa like coment...


coment lebih membantu menyemangati Author hargailah penulis karna membuat sebuah karya tidaklah mudah fikiran dan cara kerja dilakukan bersamaan sehingga kalian sendiri bisa membayangkan bagaimana membuat cerita itu....terimakasih😊

__ADS_1


See you next part...


__ADS_2